Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, UBSI-UNTAN Teken Kerja Sama
UBSI dan UNTAN Perkuat Kolaborasi Melalui Penandatanganan MoU
Kabarteras.com – Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi fokus utama dalam upaya sinergi antarinstitusi pendidikan tinggi di Indonesia. Dalam kerangka tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dan Universitas Tanjungpura (UNTAN) telah resmi mengikat kerja sama strategis yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran serta memberdayakan masyarakat secara lebih efektif.
Kesepakatan ini bertujuan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup tiga pilar utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan kedua perguruan tinggi beserta perwakilan dari berbagai fakultas.
Momen Penting dalam Rangkaian Kegiatan
Penandatanganan dilakukan di sela-sela pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Paguyuban Profesor LLDIKTI Wilayah IV. Kedua rektor hadir secara langsung dalam prosesi tersebut, yaitu Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi, M.Kom, MM, M.Pd, IPU, ASEAN Eng dari UBSI dan Prof Dr H Garuda Wiko, SH, M.Si dari UNTAN. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat kedua institusi dalam mengembangkan kolaborasi akademik.
Kesepakatan ini menjadi landasan utama bagi kedua perguruan tinggi dalam merancang program kolaboratif jangka panjang. Fokus utama kerja sama meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan yang lebih baik, serta pengembangan inovasi di berbagai bidang keilmuan. Selain itu, kedua institusi juga meresmikan Program Pengabdian Profesor sebagai wadah bagi para akademisi untuk berbagi keilmuan dan menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Harapan dan Komitmen Jangka Panjang
Prof Wahyudi menekankan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Ia menyampaikan harapan agar sinergi dengan UNTAN tidak sekadar berhenti pada formalitas penandatanganan dokumen.
"Kami berharap sinergi dengan UNTAN tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas," ujarnya, Ahad (9/8/2026).
Menurut rektor UBSI, momentum kegiatan bersama Paguyuban Profesor juga membuka ruang luas untuk memperluas jaringan akademik. Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
"Kami percaya tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak dapat diselesaikan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antarperguruan tinggi agar ilmu pengetahuan, hasil riset, dan pengabdian masyarakat dapat memberikan dampak yang lebih luas," tambahnya.
Melalui kemitraan ini, UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif bersama UNTAN berkomitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan produktif. Keberadaan akademisi diharapkan mampu memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah maupun nasional. Kerja sama ini juga membuka peluang bagi pertukaran mahasiswa, dosen, dan peneliti antara kedua institusi.
Tanya Jawab tentang Kerja Sama UBSI-UNTAN
Apa saja bidang fokus kerja sama UBSI dan UNTAN? Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan inovasi.
Kapan dan di mana penandatanganan MoU dilakukan? Penandatanganan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu, 29 Juli 2026.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam prosesi penandatanganan? Kedua rektor UBSI dan UNTAN hadir secara langsung, didampingi oleh perwakilan fakultas dan anggota Paguyuban Profesor LLDIKTI Wilayah IV.
Berapa lama jangka waktu kerja sama ini? Meskipun belum disebutkan secara eksplisit, kedua institusi berkomitmen untuk jangka panjang melalui berbagai program kolaboratif berkelanjutan.
Apa manfaat utama bagi mahasiswa dan akademisi? Mahasiswa dan akademisi akan mendapatkan peluang pertukaran, penelitian bersama, serta akses ke jaringan akademik yang lebih luas.