Polres Kuningan Selidiki Penyebab Kebakaran TPSA Ciniru, Ada Unsur Kesengajaan?
Polres Kuningan Selidiki Penyebab Kebakaran TPSA Ciniru
Kabarteras.com – Polres Kuningan Selidiki Penyebab Kebakaran di kawasan Taman Penghabian Satwa Alam (TPSA) Ciniru kini menjadi perhatian utama masyarakat Kabupaten Kuningan. Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, menegaskan bahwa proses investigasi resmi baru akan dimulai setelah seluruh aktivitas pemadaman dan pendinginan di lokasi dinyatakan selesai sepenuhnya. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih berada dalam fase pemulihan menuju kondisi normal, sementara tim gabungan terus berjaga di sekitar area terdampak.
"Saat ini kita dalam tahap pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada faktor kesengajaan maupun kelalaian," kata AKBP Bellen di Kuningan, Kamis.
Mekanisme Penyelidikan dan Prioritas Pengendalian Api
Menurut AKBP Bellen, fokus utama seluruh personel gabungan—meliputi TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah—tetap tertuju pada penumpasan sisa titik api serta pelaksanaan pendinginan di kawasan TPSA Ciniru. Ia menjamin bahwa kegiatan penyelidikan tidak akan menghambat upaya pengendalian kebakaran yang masih menghasilkan kepulan asap di beberapa titik. Pendekatan bertahap ini dipilih agar tidak ada risiko baru muncul di tengah proses investigasi.
"Kita fokusnya sama-sama memadamkan, ini tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa kobaran api telah dikendalikan dengan baik sehingga tidak merambat lebih jauh ke area sekitar TPSA Ciniru. Langkah pendalaman yang dimaksud mencakup pemeriksaan kronologi kejadian, wawancara saksi di lokasi, serta analisis kondisi lingkungan yang dapat memicu percikan api. Polres Kuningan akan mengoordinasikan temuan awal dengan instansi terkait sebelum mengumumkan hasil resmi.
Operasi Pendinginan dan Pemetaan Titik Panas dengan Drone Thermal
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, menyampaikan bahwa tim gabungan masih menjalankan pendinginan di sejumlah sisi kawasan. Upaya tersebut diarahkan pada sisi selatan, utara, dan timur TPSA guna menekan titik panas serta mengurangi asap yang masih membubung. Ia menambahkan bahwa tim berhasil menangani kobaran yang sempat menjalar ke kebun bambu milik warga setempat, sehingga kebakaran tidak meluas hingga ke pemukiman.
"Titik api mulai berkurang, proses pendinginan sedang dilakukan," jelas Indra.
Dalam rangka memetakan titik panas secara presisi, BPBD Kabupaten Kuningan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon. Kedua instansi akan memanfaatkan drone thermal untuk memperoleh citra termal sebagai landasan penentuan strategi operasi pemadaman lanjutan. Data termal tersebut akan membantu petugas mengidentifikasi sisa bara yang tidak terlihat secara visual, sehingga risiko kebakaran ulang dapat diminimalkan.
Armada, Dukungan Lapangan, dan Luas Area Terdampak
Operasi penanganan kebakaran ini ditopang oleh beragam armada, antara lain kendaraan pemadam, sejumlah tangki air, dua unit ekskavator, serta empat alat pemadam sprinkler tripod yang disediakan BPBD Provinsi Jawa Barat. Layanan dapur umum dan fasilitas kesehatan juga disiagakan untuk menunjang kebutuhan personel yang bekerja bergantian selama berhari-hari.
"Adapun area yang terdampak kebakaran mencapai hampir lima hektare," ucap Indra.
Luas area tersebut mencakup vegetasi hutan, jalur setapak, dan sebagian lahan di sekitar TPSA Ciniru. Pihak pengelola taman menyatakan akan melakukan penilaian kerusakan secara menyeluruh sebelum membuka kembali area bagi pengunjung. Sementara itu, Polres Kuningan akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan menyampaikan informasi kepada publik secara berkala.
FAQ: Kebakaran TPSA Ciniru
Apakah TPSA Ciniru sudah aman dikunjungi? Belum. Area masih dalam fase pendinginan dan pemulihan. Pengunjung disarankan menunggu pengumuman resmi dari pengelola taman dan BPBD Kabupaten Kuningan sebelum datang kembali.
Kapan hasil penyelidikan penyebab kebakaran akan diumumkan? AKBP Bellen menegaskan bahwa pendalaman baru dimulai setelah seluruh titik api padam total. Tidak ada jadwal pasti, namun Polres Kuningan berkomitmen menyampaikan temuan awal kepada publik setelah proses verifikasi selesai.
Apakah ada korban jiwa atau luka? Berdasarkan informasi yang tersedia, tidak ada laporan korban jiwa. Kobaran sempat menjalar ke kebun bambu warga, tetapi berhasil ditangani sebelum mencapai pemukiman.
Bagaimana warga sekitar dapat membantu? Warga diminta tidak mendekati area terdampak, melaporkan bila melihat asap atau percikan api kembali muncul, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Koordinasi dapat dilakukan melalui posko darurat yang didirikan di sekitar TPSA Ciniru.