KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bandung dan Sekitarnya Diguyur Hujan Saat Fase Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Penyebabnya

Published September 21, 2026 · Updated September 21, 2026 · By Emily Jackson - kabarteras.com

Foto : Emily Jackson - kabarteras.com

Hujan di Bandung Raya Saat Kemarau Berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca

Kabarteras.com – Sejumlah kawasan di Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung Barat, kembali diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir meski Jawa Barat masih berada dalam periode kemarau. Curah hujan tersebut berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca yang dijalankan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bersama Perum Jasa Tirta II.

Pelaksanaan operasi dipusatkan dari Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, dalam rentang 81-22 September 2026. Sasaran utamanya adalah memanfaatkan awan yang tumbuh secara alami agar dapat memberikan tambahan hujan pada wilayah tangkapan air, khususnya kawasan yang terhubung dengan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Hujan Belum Turun Merata

Observer dan Forecaster BMKG Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin menyampaikan bahwa hasil operasi telah terlihat melalui hujan di sejumlah bagian Jawa Barat. Intensitasnya tidak sama di setiap wilayah: ada yang mengalami hujan ringan, sementara lokasi tertentu menerima hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Iya, berhasil menurunkan hujan. Hasil monitoring hujan ini wilayah tengah Jabar, Barat, Tengah Timur ada ringan hingga lebat. Yang sangat lebat itu Bogor, Bandung Barat, tapi sisanya ringan ke sedang, jadi belum merata.

Pemantauan tersebut menunjukkan hujan tidak hanya terjadi di Bandung Barat. Wilayah Jawa Barat bagian tengah, barat, hingga tengah-timur juga mendapat hujan dengan tingkat intensitas beragam. Namun, distribusi hujan masih belum menyeluruh sehingga manfaatnya tidak dirasakan secara sama di semua daerah.

Bagi masyarakat yang mengalami kemarau, hujan dapat menjadi bantuan sementara untuk mengurangi tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air. Meski demikian, hujan yang datang secara tidak merata berarti kondisi kekeringan di tiap daerah tetap dapat berbeda-beda.

Menambah Pasokan untuk Waduk Kaskade Citarum

Fokus operasi modifikasi cuaca adalah meningkatkan curah hujan di DAS Citarum. Tambahan air hujan di kawasan tangkapan diharapkan membantu mengisi pasokan waduk kaskade Citarum yang meliputi Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.

Ketiga waduk tersebut menjadi bagian penting dari sistem penyimpanan air di Jawa Barat. Karena itu, pengisian waduk saat kemarau menjadi perhatian, terutama ketika curah hujan alami lebih terbatas dibandingkan musim penghujan. Operasi ini juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Modifikasi cuaca bukan berarti menciptakan hujan tanpa adanya kondisi atmosfer pendukung. Kegiatan tersebut bergantung pada keberadaan awan hujan yang sudah memiliki potensi tumbuh di wilayah sasaran. Saat peluang pertumbuhan awan tersedia, operasi dilakukan untuk mengoptimalkan proses agar tambahan hujan dapat terjadi.

Kita melihat ada potensi pertumbuhan awan hujan di tanggal 81-22 September sehingga dari Deputi Modiifikasi Cuaca melalukan operasi, ada permintaan dari user, Perum Jasa Tirta II untuk pengisian waduk dan kalau ada hujan membantu masyarakat yang kekeringan.

Dengan kata lain, keberhasilan operasi sangat terkait dengan dinamika cuaca pada saat pelaksanaan. Awan yang tersedia menjadi unsur penting, sehingga kegiatan tidak dapat dipisahkan dari pemantauan kondisi atmosfer secara terus-menerus.

Kemarau Masih Berlangsung hingga Oktober

Walaupun beberapa wilayah menerima hujan, periode cuaca saat ini masih digolongkan sebagai musim kemarau. BMKG memperkirakan fase tersebut berlanjut hingga Oktober 2026. Kehadiran hujan pada masa kemarau tidak otomatis menandakan musim hujan telah tiba.

Dalam musim kemarau, peluang hujan tetap dapat muncul ketika terdapat pertumbuhan awan yang mendukung. Namun, hujan biasanya bersifat setempat dan tidak selalu mencakup wilayah luas. Kondisi ini menjelaskan mengapa satu daerah dapat menerima hujan lebat, sedangkan lokasi lain hanya mengalami hujan ringan atau sedang.

El Nino aktif juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi curah hujan pada periode ini. Dampaknya membuat pola hujan perlu diperhatikan secara cermat, terutama oleh warga di daerah yang masih menghadapi keterbatasan air dan oleh pihak yang mengelola kebutuhan pasokan waduk.

BMKG memprakirakan cuaca kita masih berada pada periode musim kemarau yang memang ada dampak dari El Nino aktif yang mempengaruhi curah hujan. Tapi memang kemarau ini bukan tidak ada hujan sama sekali.

Warga Bandung Raya dan daerah lain di Jawa Barat tetap perlu memahami bahwa hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian dari kondisi cuaca yang dapat terjadi di tengah kemarau, ditambah adanya upaya optimalisasi awan melalui operasi modifikasi cuaca. Hujan tersebut membantu menambah air di wilayah sasaran, tetapi tidak serta-merta menghapus seluruh dampak kemarau karena sebaran curah hujan masih belum merata.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bandung dan Sekitarnya Diguyur Hujan Saat?

Bandung dan Sekitarnya Diguyur Hujan Saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bandung dan Sekitarnya Diguyur Hujan Saat matter?

Bandung dan Sekitarnya Diguyur Hujan Saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.