KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bapanas Cek Harga Beras di Pasar Tradisional di Bandung, Ini Hasilnya

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By Betty Thomas - kabarteras.com

Foto : Betty Thomas - kabarteras.com

Monitoring Harga Beras di Dua Pasar Tradisional Bandung: Angka Masih dalam Batas yang Ditetapkan

Kabarteras.com – Kota Bandung, sebagai salah satu pusat konsumsi pangan terbesar di Jawa Barat, kembali menjadi titik perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok. Pada Kamis (3/9/2026), tim gabungan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satuan Tugas Pangan Polda Jawa Barat, serta Perum Bulog turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan harga jual beras di dua pasar tradisional, yakni Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi. Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan rutin yang bertujuan memastikan pedagang tidak menjual komoditas pangan pokok di atas batas yang telah diatur pemerintah.

Temuan di Lapangan: Harga Masih Menempel pada HET

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa harga beras yang ditawarkan pedagang di kedua pasar tersebut secara umum masih berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Artinya, tidak ditemukan indikasi lonjakan harga yang signifikan di atas ambang batas yang ditetapkan. Kondisi ini penting bagi warga Bandung yang bergantung pada pasar tradisional sebagai sumber utama kebutuhan pangan harian.

Jhon Hendra, Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas, menjelaskan bahwa timnya telah memantau langsung pergerakan harga di kedua lokasi. Ia menegaskan bahwa angka yang tercatat di lapangan masih sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

"Di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp 13.500 dan premium di Rp 14.900. Beras SPHP juga sesuai dengan ketentuan Rp 12.500," ucap dia, kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Rincian angka tersebut memperlihatkan stratifikasi harga yang jelas: beras medium diperdagangkan di sekitar Rp 13.500 per kilogram, sementara varian premium berada di level Rp 14.900. Adapun beras yang masuk dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual tepat pada ketentuan Rp 12.500. Selisih harga antara ketiga kategori ini mencerminkan perbedaan kualitas dan mekanisme distribusi yang memang telah dirancang oleh kebijakan pangan nasional.

Ketersediaan Stok: Aman untuk Beberapa Bulan ke Depan

Di samping aspek harga, tim gabungan juga meninjau ketersediaan stok beras di kedua pasar. Jhon Hendra menyampaikan bahwa pasokan yang tersedia dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan.

"Stok masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana," ungkap dia.

Pernyataan ini memberikan sinyal positif bagi konsumen. Dalam konteks kota metropolitan seperti Bandung, yang populasi terus bertambah dan permintaan pangan tidak pernah berhenti, jaminan ketersediaan stok menjadi faktor penentu agar tidak terjadi kepanikan beli atau spekulasi harga di tingkat ritel.

Mengapa Pengawasan Harga Beras Menjadi Prioritas

Beras merupakan komoditas pangan pokok nomor satu bagi mayoritas rumah tangga Indonesia. Pergerakan harganya berdampak langsung terhadap inflasi, daya beli masyarakat, dan stabilitas sosial. Karena itu, pemerintah menetapkan HET sebagai pagar atas harga jual agar pedagang tidak memanfaatkan kelangkaan sementara atau faktor musiman untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Mekanisme SPHP yang dijalankan Bulog berfungsi sebagai penyangga: ketika harga pasar mulai mendekati atau melampaui batas, Bulog melepas stok cadangan ke pasar agar harga kembali terkendali. Keberadaan beras SPHP di pasar tradisional dengan harga Rp 12.500 per kilogram menjadi jangkar bawah yang mencegah harga jenis beras lain melonjak tanpa kendali.

Peran Koordinasi Antarlembaga

Pengecekan di Bandung ini melibatkan tiga entitas sekaligus. Bapanas bertugas sebagai regulator dan pemantau kebijakan pangan nasional. Satgas Pangan Polda Jawa Barat memastikan aspek penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran, misalnya praktik kartel harga atau penimbunan. Sementara Bulog hadir sebagai operator pasokan yang siap intervensi jika diperlukan. Sinergi ketiga lembaga ini dirancang agar respons terhadap gejolak harga dapat dilakukan cepat dan terkoordinasi, bukan reaktif.

Bagi pedagang di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, kehadiran tim gabungan juga berfungsi sebagai pengingat bahwa aktivitas jual-beli mereka berada dalam radar pengawasan. Transparansi harga yang terjaga bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan secara keseluruhan.

Implikasi bagi Warga Bandung

Bagi masyarakat yang berbelanja rutin di pasar tradisional, temuan bahwa harga masih dalam koridor HET berarti tidak ada alasan untuk menunda pembelian atau menimbun stok secara berlebihan. Ketersediaan pasokan yang dinyatakan aman untuk beberapa bulan juga mengurangi urgensi untuk membeli dalam jumlah besar sekaligus. Warga tetap disarankan memantau pergerakan harga secara berkala, terutama menjelang periode-periode tertentu yang secara historis memicu kenaikan permintaan, seperti bulan puasa dan hari raya keagamaan.

Secara keseluruhan, hasil pengecekan di dua pasar tradisional Bandung pada awal September 2026 menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan harga dan pasokan pangan masih berfungsi sebagaimana mestinya. Angka-angka yang tercatat—Rp 13.500 untuk medium, Rp 14.900 untuk premium, dan Rp 12.500 untuk SPHP—menegaskan bahwa pasar lokal belum mengalami tekanan harga di luar ketentuan. Tugas ke depan bagi otoritas terkait adalah menjaga agar kondisi ini tetap bertahan melalui pemantauan berkelanjutan, bukan sekadar pengecekan satu kali.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bapanas Cek Harga Beras di Pasar?

Bapanas Cek Harga Beras di Pasar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bapanas Cek Harga Beras di Pasar matter?

Bapanas Cek Harga Beras di Pasar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.