KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KDM Ingatkan Pengembangan Wisata Kuningan tak Korbankan Kelestarian Gunung Ciremai

Published September 1, 2026 · Updated September 1, 2026 · By Patricia Williams - kabarteras.com

Foto : Patricia Williams - kabarteras.com

Gunung Ciremai Jadi Garis Batas: Pesan KDM di Ulang Tahun ke-528 Kuningan

Kabarteras.com – Perayaan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan pada Selasa (1/9/2026) tidak sekadar menjadi panggung seremonial. Di Gedung Sekretariat DPRD setempat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanfaatkan Sidang Paripurna DPRD untuk menyampaikan pesan tegas: setiap langkah pembangunan di wilayah ini harus menempatkan kelestarian alam sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap narasi ekonomi.

Kuningan menyimpan satu aset alam yang tak dimiliki kabupaten lain di Jawa Barat — Gunung Ciremai, puncak tertinggi di provinsi tersebut dengan ketinggian sekitar 3.078 meter di atas permukaan laut. Berstatus sebagai Taman Nasional, Ciremai menjadi rumah bagi ekosistem hutan pegunungan yang kaya biodiversitas, sekaligus sumber mata air yang menghidupi ribuan warga di lereng-lerengnya. Fakta inilah yang membuat pesan gubernur bukan sekadar retorika, melainkan peringatan strategis bagi arah kebijakan daerah.

Peringatan Keras Soal Wisata dan Ekosistem

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi — yang akrab disapa KDM — menekankan bahwa lonjakan minat wisatawan terhadap kawasan pegunungan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan daya dukung lingkungan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan satu titik di kawasan Ciremai dapat berdampak berantai pada kualitas air, erosi tanah, dan hilangnya habitat satwa endemik.

"Pengembangan wisata jangan merusak Ciremai."

Pernyataan itu diucapkan langsung di hadapan anggota DPRD dan pejabat daerah yang hadir dalam sidang paripurna. Nada tegas tersebut menggarisbawahi bahwa izin pembangunan, pembangunan akomodasi, maupun pembukaan jalur pendakian baru harus melewati kajian lingkungan yang ketat sebelum diimplementasikan.

Dorongan Ekonomi Lokal Berbasis Identitas Produk

Di sisi lain, KDM tidak menutup ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia justru mendorong agar potensi lokal Kuningan diolah melalui inovasi produk, penguatan merek, perbaikan kemasan, serta pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas. Tujuannya jelas: menaikkan nilai tambah tanpa harus bergantung pada eksploitasi sumber daya alam secara langsung.

Beberapa komoditas yang disebut secara spesifik dalam pidato tersebut meliputi kopi arabika yang tumbuh di dataran tinggi Kuningan, peuyeum (ketan yang difermentasi hingga berwarna hitam), serta produk olahan dari kayu jeniper yang tumbuh alami di lereng Ciremai. Menurut arahan gubernur, ketiga produk ini perlu memiliki identitas visual dan narasi merek yang kuat agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik domestik maupun ekspor.

Langkah semacam ini sejalan dengan tren ekonomi kreatif yang menempatkan cerita lokal, kearifan tradisional, dan keunikan geografis sebagai diferensiasi utama. Bagi Kuningan, pendekatan tersebut menawarkan jalur pertumbuhan yang tidak bertabrakan dengan mandat konservasi kawasan Ciremai.

Infrastruktur Jalan: Lebih dari Sekadar Aspal

Poin berikutnya yang disorot KDM menyangkut kualitas infrastruktur jalan kabupaten. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dalam pembiayaan peningkatan jalan, dengan syarat bahwa manfaatnya benar-benar menjangkau hingga pelosok desa.

Yang penting, gubernur menolak paradigma pembangunan jalan yang berhenti pada pengaspalan semata. Ia meminta agar setiap proyek jalan juga mengakomodasi sistem drainase yang memadai, penerangan jalan umum, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis, serta pemeliharaan kebersihan lingkungan di sepanjang koridor jalan. Pendekatan holistik ini dinilai krusial untuk mencegah banjir lokal, kecelakaan lalu lintas, dan degradasi estetika kawasan permukiman.

Sebagai mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi memiliki rekam jejak langsung dalam pengelolaan infrastruktur tingkat kabupaten. Pengalaman tersebut tampaknya membentuk pandangannya bahwa pembangunan fisik harus selalu diiringi oleh komponen layanan publik yang membuat kehidupan sehari-hari warga lebih aman dan layak.

Implikasi bagi Kebijakan Daerah

Pesan yang disampaikan dalam momentum Hari Jadi ke-528 ini pada dasarnya menjadi kerangka kerja informal bagi DPRD dan eksekutif Kuningan dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah. Tekanan untuk menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan konservasi Ciremai, sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis produk lokal, akan menjadi tolok ukur nyata bagi kebijakan daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi masyarakat Kuningan, peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan alam yang mereka warisi bukan komoditas sekali pakai. Menjaga Ciremai tetap utuh bukan berarti membekukan pembangunan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke kas daerah lahir dari model ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada generasi mendatang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KDM Ingatkan Pengembangan Wisata Kuningan tak Korbankan?

KDM Ingatkan Pengembangan Wisata Kuningan tak Korbankan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KDM Ingatkan Pengembangan Wisata Kuningan tak Korbankan matter?

KDM Ingatkan Pengembangan Wisata Kuningan tak Korbankan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.