Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
Intervensi Desa Jadi Kunci Naik IPM Jabar: Herman Suryatman Tegaskan Peran Kepala Desa dalam Penanganan Masalah Sektoral
Kabarteras.com – Peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat tidak akan tercapai jika berhenti di level birokrasi provinsi atau kabupaten. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pemerintah desa dan kelurahan memegang posisi strategis dalam menekan berbagai persoalan sektoral yang selama ini menjadi penghambat kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pesan itu ia sampaikan langsung kepada para kepala desa se-Kecamatan Situraja pada Jumat sore (4/9/2026) di Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
Herman menekankan bahwa tanggung jawab atas pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pengentasan kemiskinan tidak bisa dibebankan sepihak kepada pemerintah pusat maupun daerah tingkat atas. Tanpa keterlibatan aktif di akar rumput, data persoalan warga akan tetap menjadi angka di atas kertas tanpa aksi nyata di lapangan.
SADA Jabar: Instrumen Data untuk Intervensi Presisi
Sebagai perangkat operasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan aplikasi Satu Data Jawa Barat (SADA Jabar) yang mengintegrasikan data sektoral lintas bidang. Aplikasi ini mencakup informasi pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, kemiskinan, serta sosial kependudukan. Seluruh data tersebut telah terhubung dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sekaligus data pembangunan Jawa Barat, sehingga membentuk satu basis informasi yang utuh.
Dengan integrasi tersebut, profil masyarakat dapat dipetakan secara granular menggunakan prinsip by name by address yang diidentifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kepala desa tidak lagi bekerja berdasarkan asumsi atau laporan kabur; ia memiliki daftar konkret siapa yang membutuhkan intervensi, di mana mereka tinggal, dan bentuk bantuan apa yang paling relevan.
Herman menginstruksikan agar aplikasi ini menjadi panduan harian bagi kepala desa dan camat dalam menjalankan tugas mereka.
"Harus diikhtiarkan, maka jadi tugas Pak Kuwu (Kepala Desa), Pak Camat, nanti dipandu oleh aplikasi (SADA Jabar)," ucap Sekda Jabar Herman Suryatman saat memberikan pengarahan kepada para kepala desa se-Kecamatan Situraja, di Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jumat (4/9/2026) sore.
Menekan Angka Anak Tidak Sekolah
Salah satu persoalan yang Herman tekankan adalah Anak Tidak Sekolah (ATS). Ia meminta setiap kepala desa mengetahui secara rinci daftar anak-anak yang belum bersekolah di wilayahnya agar intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran. Bagi Herman, anak usia 6 hingga 12 tahun tidak boleh ada satu pun yang tidak mengenyam pendidikan formal.
"Maka jangan ada anak yang tidak sekolah, usia 6-12 tahun tidak boleh ada yang tidak sekolah. Paling-paling nanti yang harus dipikirkan sepatu, seragam, buku. Ini demi membantu Jawa Barat menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS)," kata Herman.
Konteksnya jelas: hambatan ekonomi keluarga kecil sering kali menjadi alasan utama anak putus sekolah. Dengan data yang tersedia di SADA Jabar, pemerintah desa dapat mengidentifikasi keluarga tersebut dan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah sebelum anak semakin jauh dari jalur pendidikan.
Stunting, TBC, dan Pengangguran: Tiga Front Lain
Di bidang kesehatan, Herman menyoroti penanganan stunting. Kepala desa dan perangkatnya diharapkan secara proaktif memantau kondisi ibu hamil serta kelompok rentan yang membutuhkan intervensi gizi. Bagi ibu hamil dari keluarga mampu, bentuknya berupa edukasi pemenuhan asupan gizi. Sementara bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu, pemerintah desa dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyediakan bantuan berupa telur, susu, hingga vitamin.
Isu kesehatan lain yang ia angkat adalah tuberkulosis (TBC). Herman menegaskan bahwa kepala desa wajib memastikan warga yang terdiagnosis TBC mengonsumsi obatnya hingga tuntas, bukan berhenti di tengah jalan. Koordinasi dengan Puskesmas setempat menjadi mekanisme yang ia anjurkan.
"Untuk isu kesehatan, contoh lainnya misalnya penanganan TBC, Kepala Desa harus memastikan warga yang terjangkit TBC meminum obatnya sampai sembuh. Itu bisa dikoordinasikan juga dengan Puskesmas setempat," tambah Herman.
Di sektor ketenagakerjaan, Herman meminta pemerintah desa memiliki data warga yang belum bekerja. Dengan informasi tersebut, intervensi seperti pelatihan, penyaluran informasi lowongan, atau pendampingan usaha kecil dapat diarahkan secara spesifik.
"Begitupun soal pengangguran, 'by name by address' harus tertangani," ucapnya.
Peran Camat sebagai Pengawas Teknis
Herman juga mengarahkan para camat untuk memastikan bahwa setiap kepala desa dan perangkat desa di wilayah kerjanya memperoleh dukungan teknis dalam mengoperasikan SADA Jabar. Camat tidak hanya menjadi penghubung administratif, tetapi juga pemantau perkembangan penanganan persoalan masyarakat oleh pemerintah desa di tingkat bawah. Melalui aplikasi yang sama, camat dapat melihat secara real-time data sektoral di wilayahnya dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang telah dilakukan.
Visi Akhir: IPM Naik, Kemiskinan dan Pengangguran Turun
Secara keseluruhan, pola kerja berbasis data yang Herman dorong bertujuan agar setiap persoalan sektoral ditangani secara langsung sesuai kebutuhan riil di lapangan, bukan melalui pendekatan generik yang sering kali meleset dari sasaran. Dengan intervensi yang presisi dan berkelanjutan, ia berharap berbagai indikator kemiskinan, pengangguran, dan putus sekolah dapat ditekan secara simultan.
"Pokoknya jangan ada yang menganggur, jangan ada yang miskin, ATS turun, dengan begitu diharapkan IPM akan naik," harap Herman.
Langkah ini menempatkan pemerintah desa bukan sekadar pelaksana administratif, melainkan garda terdepan dalam pembangunan manusia. Jika data tersedia, instruksi jelas, dan dukungan teknis dari camat serta provinsi berjalan, maka jarak antara kebijakan di ruang rapat dan realitas di gang-gang desa dapat dipersempit secara signifikan. IPM Jawa Barat, sebagai tolok ukur komposit pendidikan, kesehatan, dan standar hidup, akan bergerak naik hanya jika setiap lapisan pemerintahan menjalankan perannya tanpa celah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Lewat SADA Jabar Sekda Herman Dorong?Lewat SADA Jabar Sekda Herman Dorong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Lewat SADA Jabar Sekda Herman Dorong matter?Lewat SADA Jabar Sekda Herman Dorong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.