KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Puluhan Anggota Ormas Islam Geruduk Pabrik Miras di Bandung Minta Ditutup

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Jennifer Brown - kabarteras.com

Foto : Jennifer Brown - kabarteras.com

Demonstrasi di Depan Pabrik Miras Bandung: Front Persaudaraan Islam Tuntut Penutupan

Kabarteras.com – Kota Bandung, Jawa Barat — Sekitar puluhan aktivis dari organisasi massa Islam berkumpul di kawasan Jalan Soekarno Hatta pada Jumat (28/8/2026) untuk memprotes operasional sebuah pabrik minuman keras. Mereka mendesak agar fasilitas produksi tersebut segera dihentikan permanen.

Latar Belakang: Kasus Challenge Alquran di Ancol

Tuntutan penutupan ini berakar dari insiden yang terjadi pada Ahad (9/8/2026) di festival musik The Sounds Project, Ancol, Jakarta Utara. Dalam acara tersebut, sebuah tantangan menghafal ayat Alquran dikaitkan dengan promosi minuman beralkohol, sehingga memicu kemarahan umat Islam dan dianggap sebagai bentuk penistaan agama.

Aksi di Lokasi Pabrik

Di lokasi demonstrasi, aparat kepolisian berjaga ketat di sekeliling pabrik. Aktivitas produksi dilaporkan tidak berjalan pada hari itu. Para pendemo sempat berupaya mendobrak masuk ke area pabrik guna memastikan penutupan benar-benar terjadi. Ketegangan meningkat ketika massa mendorong petugas yang menghalangi akses mereka.

Pernyataan Ketua Advokat Persaudaraan Islam

Hendy Noviandy, Ketua Advokat Persaudaraan Islam, menjelaskan bahwa target demonstrasi adalah PT Adi Makmur Sentosa, distributor miras yang produknya menjadi bahan challenge membaca Alquran di Jakarta. Ia menegaskan bahwa Front Persaudaraan Islam Bandung Raya menuntut penutupan perusahaan tersebut.

"Perusahaan ini adalah PT Adi Makmur Sentosa, distributor terkait minuman keras yang dijadikan ajang penistaan agama di Jakarta pada saat itu. Oleh karena itu, hari ini Front Persaudaraan Islam Bandung Raya menuntut penutupan PT Adi Makmur Sentosa karena harus bertanggung jawab atas kejadian penistaan agama yang ada di Jakarta."

Hendy menambahkan bahwa pihaknya mengutuk segala upaya menjadikan kitab suci sebagai alat promosi produk alkohol. Ia juga menyerukan agar pelaku tindakan tersebut mendapat sanksi hukum.

"Menuntut agar seluruh pihak terkait menghentikan dan tidak mengulangi segala bentuk promosi minuman beralkohol yang menggunakan atau mengaitkan simbol, ayat kitab suci, maupun identitas keagamaan karena tindakan tersebut merupakan tindakan inkonstitusional."

Tindak Lanjut: Audiensi dengan Wali Kota

Setelah aksi di depan pabrik, Hendy menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan audiensi dengan wali kota Bandung untuk menegaskan penegakan hukum. Ia merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2024 yang mengatur pengendalian dan pengawasan minuman keras di Kota Bandung. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk minuman keras, termasuk mendesak penutupan PT Adi Makmur Sentosa selaku distributor merek Newport.

"Setelah dari hari ini kita akan melakukan audiensi dengan pihak wali kota untuk melakukan penegasan hukum, penegakan Perda Nomor 10 Tahun 2024 karena di sana diatur seluruh miras. Isinya terkait pengendalian dan pengawasan minuman keras di Kota Bandung."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Puluhan Anggota Ormas Islam Geruduk Pabrik?

Puluhan Anggota Ormas Islam Geruduk Pabrik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Puluhan Anggota Ormas Islam Geruduk Pabrik matter?

Puluhan Anggota Ormas Islam Geruduk Pabrik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.