Rumah di Bandung Barat Digerebek Polisi, Isinya Sinte 1,5 Kwintal Senilai Rp15 Miliar
150 Kilogram Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar Disita dari Rumah Kosong di Batujajar
Kabarteras.com – Sebuah rumah yang selama ini tampak kosong di kawasan Perumahan Pangauban Silih Asih, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, ternyata menyimpan industri rumahan narkotika bernilai fantastis. Pada Selasa, 8 September 2026, aparat kepolisian membongkar lokasi tersebut dan menyita tembakau sintetis—yang akrab disebut sinte—dengan total berat brutto 150.848 gram, setara 1,5 kwintal. Nilai pasar barang bukti itu diperkirakan mencapai Rp15 miliar.
Penyitaan skala besar ini bukan sekadar angka statistik. Di balik tumpukan bahan tembakau sintetis tersebut tersimpan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat di kawasan Bandung Raya dan bahkan lintas provinsi, mengingat jaringan distribusi yang telah menjangkau wilayah jauh di luar Jawa Barat.
Dua Bersaudara Belajar Meracik Sint Secara Otodidak
Dua orang yang diamankan di lokasi penggerebekan adalah kakak-beradik, yakni Reza Mulki Firmansyah, 30 tahun, dan Arief Ichwan Sabar, 31 tahun. Keduanya diduga menjadi otak sekaligus pelaksana produksi tembakau sintetis di rumah kosong tersebut. Menariknya, mereka tidak pernah mengikuti pelatihan formal atau bekerja di pabrik rokok sebelumnya. Metode produksi yang mereka terapkan dipelajari secara otodidak, sebuah fakta yang menunjukkan betapa mudahnya akses informasi tentang pembuatan sinte di era digital.
Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, menjelaskan peran kedua tersangka dalam operasi produksi tersebut:
"Kedua pelaku meracik atah memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di sebuah rumah kosong (TKP) untuk diedarkan dijual kembali. Mereka belajar secara autodidak."
Pernyataan itu menggarisbawahi satu hal penting: tidak diperlukan infrastruktur industri berat atau modal besar untuk memulai produksi sinte. Sebuah rumah kosong, bahan baku yang mudah diperoleh, serta panduan yang tersebar di internet sudah cukup untuk mengoperasikan lini produksi rumahan yang hasilnya bisa bernilai belasan miliar rupiah.
Jejak Informasi dari Rumah yang Sepi
Kasus ini tidak muncul dari patroli rutin. Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menerima informasi awal bahwa sebuah rumah kosong di wilayah Batujajar sangat disinyalir menjadi tempat produksi barang terlarang. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan intensif sebelum akhirnya tim bergerak melakukan penggerebekan.
Di lokasi, selain tembakau sintetis seberat 1,5 kwintal, polisi juga menyita berbagai bahan baku serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi. Seluruh barang bukti tersebut kini menjadi dasar penyidikan lebih lanjut untuk menelusuri rantai pasok dan distribusi.
AKBP Moh. Faruk Rozi menegaskan hasil operasi tersebut di hadapan awak media di lokasi kejadian:
"Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi berhasil mengungkap produksi tembakau sintetis atau sinte di sebuah rumah. Total barang buktinya ada 150 kilogram."
Jaringan Distribusi yang Melampaui Batas Kota
Temuan ini sekaligus membuka gambaran tentang jangkauan pasar sinte di Indonesia. Produk hasil racikan kakak-beradik tersebut tidak hanya beredar di lingkungan terdekat. Wilayah Bandung Raya—meliputi Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat—menjadi pasar utama. Namun, distribusi tidak berhenti di situ. Sinte dari rumah produksi di Batujajar juga merembes ke pasar gelap di provinsi lain, termasuk Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Bali.
Perluasan jangkauan lintas provinsi ini menunjukkan bahwa produksi rumahan sinte telah berevolusi dari skala lokal menjadi bagian dari rantai pasok nasional. Bagi konsumen yang tidak menyadari bahwa rokok yang mereka hisap mengandung bahan sintetis, implikasinya serius: paparan zat aditif yang tidak terdaftar dalam standar kesehatan dapat menimbulkan risiko jangka panjang yang belum sepenuhnya terpetakan.
Konteks: Mengapa Sint Menjadi Masalah Serius
Tembakau sintetis berbeda dari tembakau konvensional. Produk ini dibuat dengan mencampurkan bahan kimia sintetis ke dalam daun tembakau atau bahkan ke dalam kertas pembungkus, sehingga memberikan sensasi nikotin yang lebih kuat tanpa memerlukan jumlah tembakau alami yang besar. Di Indonesia, regulasi tentang kandungan sintetis dalam produk tembakau masih terus disempurnakan, sementara pengawasan di tingkat ritel dan pasar gelap belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh rantai distribusi.
Penyitaan 1,5 kwintal sinte dalam satu lokasi produksi rumahan menjadi pengingat bahwa celah pengawasan masih terbuka lebar. Rumah kosong di kawasan perumahan yang tampak sepi bisa menjadi titik awal dari jaringan yang memasok jutaan batang rokok ke konsumen di berbagai penjuru negeri. Kasus di Batujajar ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat untuk memperketat pemantauan terhadap aktivitas produksi narkotika dan produk tembakau di tingkat lokal, sekaligus mendorong transparansi informasi agar konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sadar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Rumah di Bandung Barat Digerebek Polisi?Rumah di Bandung Barat Digerebek Polisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Rumah di Bandung Barat Digerebek Polisi matter?Rumah di Bandung Barat Digerebek Polisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.