KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sidkon Djampi Nilai Pesantren Kini Semakin Inovatif dan Modern

Published Oktober 8, 2026 · Updated Oktober 8, 2026 · By Susan Johnson - kabarteras.com

Foto : Susan Johnson - kabarteras.com

Pesantren di Jawa Barat Didorong Menjadi Pusat Kemandirian Masyarakat

Kabarteras.com – Perkembangan pesantren tidak lagi hanya terlihat melalui penguatan pembelajaran keagamaan di dalam kelas. Di sejumlah tempat, lembaga ini juga tumbuh sebagai ruang pembentukan keterampilan, pengelolaan potensi lokal, serta penguatan kemandirian warga di sekitarnya.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Sidkon Djampi, menilai arah tersebut tampak pada Pesan Trend atau Sekolah Rimba Indonesia di Kabupaten Bandung. Program yang dikembangkan Yayasan Pemuda Hijrah itu menjadi perhatian saat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar melakukan kunjungan.

Kunjungan tersebut dinilai memperlihatkan bahwa pemerintah memberi perhatian terhadap pola pendidikan pesantren yang menggabungkan pembelajaran dengan kegiatan pemberdayaan. Bagi Sidkon, pesantren mempunyai ruang besar untuk mengambil peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

“Pesantren sekarang sudah semakin inovatif dan modern. Tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan keterampilan kepada santri dan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya,” ujar Sidkon, Kamis (8/10/26).

Pendidikan yang Terhubung dengan Lingkungan

Di Pesan Trend, proses belajar tidak berhenti pada teori maupun aktivitas ruang kelas. Para santri juga diajak mengenali kegiatan nyata yang berkaitan dengan kehidupan di sekitar mereka. Pertanian, peternakan, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan komoditas daerah menjadi bagian dari pengalaman yang dijalani.

Pendekatan seperti itu memberi kesempatan bagi santri untuk memahami hubungan antara pendidikan, kebutuhan masyarakat, dan sumber daya setempat. Keterampilan praktis dapat menjadi pelengkap bagi pengetahuan agama dan pembelajaran akademik yang telah diperoleh selama berada di pesantren.

Sidkon memandang pola tersebut penting bagi bekal generasi muda ketika kelak kembali ke tengah masyarakat. Santri tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kecakapan hidup, kemampuan melihat potensi, dan kesiapan membangun peluang secara mandiri.

“Ini model yang bagus. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung melihat dan mempraktikkan bagaimana potensi di sekitar mereka bisa dikembangkan,” katanya.

Pembelajaran berbasis praktik juga dapat membuat materi pendidikan terasa lebih dekat dengan kenyataan. Ketika santri terlibat dalam aktivitas produktif, mereka dapat melihat secara langsung bahwa lingkungan sekitar menyimpan peluang yang bisa dikelola dengan pengetahuan, ketekunan, dan kerja bersama.

Kolaborasi Pemerintah dan Pesantren

Perhatian pemerintah terhadap Pesan Trend dipandang sebagai momentum untuk memperluas kerja sama dengan pesantren. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, pembukaan akses pasar, hingga pengembangan potensi ekonomi yang tumbuh di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.

Pesantren memiliki kedekatan sosial dengan komunitas di wilayahnya. Karena itu, penguatan program pemberdayaan dapat memberi dampak yang tidak hanya dirasakan oleh para santri, melainkan juga warga yang berinteraksi dengan lembaga pendidikan tersebut. Kegiatan produktif yang dikelola secara baik dapat membantu masyarakat mengenali serta mengembangkan sumber daya yang sudah tersedia.

Dukungan yang tepat juga perlu mempertimbangkan karakter masing-masing pesantren. Tidak semua daerah mempunyai kondisi, komoditas, atau kebutuhan yang sama. Program yang efektif adalah program yang tumbuh dari kekuatan wilayahnya sendiri dan dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Sidkon berharap pengalaman Pesan Trend mampu memberi inspirasi bagi pesantren lain di Jawa Barat. Setiap lembaga dapat merancang bentuk pemberdayaan sesuai dengan ciri, kemampuan, dan potensi daerah tempat mereka berada.

“Pesantren punya potensi besar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Tinggal bagaimana inovasi yang sudah ada diperkuat dan diperluas,” ujar Sidkon.

Modernisasi yang Tetap Berpijak pada Nilai

Inovasi dalam pendidikan pesantren tidak dipandang sebagai langkah untuk meninggalkan tradisi maupun nilai keagamaan. Justru, pembaruan metode belajar dan penguatan keterampilan dapat menjadi jalan agar pesantren tetap menjawab kebutuhan generasi muda di tengah perubahan zaman.

Perpaduan antara nilai agama, pendidikan akademik, dan kemampuan praktis memberi gambaran tentang pesantren yang adaptif. Para santri dapat memperoleh ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan sambil membangun kesiapan menghadapi persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Model semacam ini juga menempatkan pesantren sebagai lembaga yang terbuka terhadap kebutuhan masa depan. Kemandirian, kreativitas, dan kemampuan bekerja dengan potensi lokal menjadi aspek yang relevan bagi santri maupun masyarakat. Dengan dasar nilai yang kuat, keterampilan tersebut dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Sidkon mengharapkan perhatian pemerintah terhadap pesantren terus diperkuat. Ia menilai lembaga pendidikan ini berpeluang melahirkan generasi yang memahami agama, memiliki keterampilan, mandiri, kreatif, serta sanggup menciptakan kesempatan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Pengembangan Pesan Trend di Kabupaten Bandung memperlihatkan satu kemungkinan arah pendidikan pesantren saat ini: menjaga fondasi keagamaan, sekaligus membuka pengalaman belajar yang dekat dengan realitas masyarakat. Dengan dukungan dan kolaborasi yang berkelanjutan, pesantren dapat semakin berperan dalam membangun kapasitas warga dari lingkungan terdekatnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sidkon Djampi Nilai Pesantren Kini Semakin?

Sidkon Djampi Nilai Pesantren Kini Semakin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sidkon Djampi Nilai Pesantren Kini Semakin matter?

Sidkon Djampi Nilai Pesantren Kini Semakin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.