KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Berkat Pembekalan Kegawatdaruratan dari Kampus, 61 Mahasiswa KKN UMY Selamat dari Gempa NTT

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Betty Thomas - kabarteras.com

Foto : Betty Thomas - kabarteras.com

Berkat Pembekalan Kampus, 61 Mahasiswa KKN UMY Selamat dari Gempa NTT

Kabarteras.com – Berkat Pembekalan Kegawatdaruratan dari Kampus 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil selamat tanpa satu pun cedera ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kesiapsiagaan yang telah ditanamkan sejak sebelum keberangkatan menjadi faktor penentu agar seluruh anggota kelompok mampu merespons ancaman dalam hitungan menit, bukan jam.

Dua Kelompok, Dua Titik Lokasi di Manggarai

Kegiatan KKN UMY di NTT tahun ini melibatkan dua formasi terpisah. Kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) menempatkan 26 anggotanya di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara itu, kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) dengan 35 mahasiswa menjalankan program di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Jarak antar-kelompok cukup jauh, sehingga koordinasi dilakukan melalui kanal komunikasi darurat yang telah disiapkan sejak hari pertama penempatan.

Kedua kelompok sama-sama merasakan getaran utama gempa serta serangkaian gempa susulan. Tidak ada kerusakan struktural pada posko mahasiswa, namun ancaman tsunami yang diumumkan segera setelah guncangan utama mengubah seluruh rencana operasional menjadi protokol evakuasi.

Guncangan Magnitudo 7,7 dan Respons Menit Pertama

Saat gelombang gempa ketiga menghantam, para mahasiswa yang telah mengikuti simulasi evakuasi di kampus langsung mengemas dokumen penting, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan komunikasi. Mereka bergerak bersama menuju kawasan perbukitan sesuai jalur yang telah dipetakan sebelumnya. Kecepatan respons ini tidak terjadi secara kebetulan; ia merupakan hasil latihan berulang yang menjadi bagian wajib dari pembekalan kegawatdaruratan sebelum keberangkatan.

"Kondisi kelompok kami, alhamdulillah, aman. Terakhir saat gempa susulan ketiga, teman-teman sudah menyiapkan seluruh barang penting, lalu bersama-sama pergi ke bukit," ujar Didan Oktanova Hermawan, yang akrab disapa Awan, selaku perwakilan mahasiswa KKN UMY dalam keterangan resmi kampus pada Ahad.

Setibanya di daerah tinggi, mahasiswa tidak sekadar menunggu. Mereka langsung bergabung dengan warga setempat untuk mendirikan tenda darurat, mengatur alur distribusi air bersih, dan membantu lansia serta anak-anak yang kesulitan bergerak di medan perbukitan.

"Ikut mengungsi ke daerah perbukitan, sudah mulai membangun tenda-tenda darurat," tambahnya.

Peran Pembekalan Kegawatdaruratan dalam Penyelamatan

UMY memasukkan modul kegawatdaruratan sebagai prasyarat wajib bagi seluruh peserta KKN. Materi mencakup identifikasi jalur evakuasi, teknik penyelamatan diri saat gempa, penanganan luka ringan, serta prosedur komunikasi darurat. Setiap kelompok juga diwajibkan melakukan satu kali simulasi lapangan di lokasi penempatan sebelum program akademik dimulai. Berkat Pembekalan Kegawatdaruratan dari Kampus 61 mahasiswa inilah yang memungkinkan transisi dari mode belajar ke mode tanggap darurat berlangsung tanpa kepanikan.

Dosen pembimbing lapangan menegaskan bahwa protokol tersebut bukan sekadar formalitas administratif. Dalam kondisi isolasi geografis seperti Manggarai, di mana akses jalan utama dapat terputus oleh longsor, kemampuan mandiri kelompok menjadi satu-satunya jaminan keselamatan sebelum bantuan eksternal tiba.

Turun Membantu Warga di Titik Pengungsian

Setelah situasi dinyatakan relatif stabil, para mahasiswa kembali menjalankan peran sosial mereka. Mereka mendampingi pengungsi dalam proses registrasi, membantu distribusi logistik dasar, serta memberikan edukasi singkat tentang tanda-tanda gempa susulan kepada warga yang belum terbiasa dengan protokol evakuasi. Pendekatan ini sejalan dengan mandat KKN sebagai pengabdian masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa pembekalan kegawatdaruratan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memperluas kapasitas respons komunitas sekitar.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kesiapsiagaan Bencana di Lokasi KKN

Apakah pembekalan kegawatdaruratan bersifat wajib bagi peserta KKN UMY? Ya. Setiap kelompok harus menyelesaikan modul teori dan satu simulasi lapangan sebelum memulai kegiatan di desa penempatan. Tanpa kelulusan modul tersebut, keberangkatan tidak diizinkan.

Bagaimana mahasiswa bertindak jika jalur evakuasi utama terputus oleh longsor? Protokol cadangan mengarahkan kelompok ke titik kumpul sekunder yang telah dipetakan saat survei lokasi. Komunikasi dilakukan melalui radio genggam atau satelit yang disediakan kampus.

Apakah mahasiswa diizinkan membantu warga tanpa instruksi resmi? Bantuan dasar seperti pendampingan evakuasi dan distribusi air bersih boleh dilakukan segera. Namun penanganan medis lanjutan tetap menunggu tim profesional agar tidak terjadi kesalahan prosedur.

Bagaimana koordinasi antara dua kelompok yang terpisah jarak jauh? Setiap kelompok memiliki nomor kontak darurat kampus dan posko kabupaten. Koordinasi lintas-kelompok dilakukan minimal dua kali sehari melalui kanal komunikasi yang telah disepakati sebelum keberangkatan.

Related Reading