KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Biaya Pakan Terus Naik Tapi Harga Telur Anljok, Peternak Yogya Pilih Bagikan 1.200 Ayam ke Warga

Published Agustus 11, 2026 · Updated Agustus 11, 2026 · By Linda Wilson - kabarteras.com

Foto : Linda Wilson - kabarteras.com

Peternak Yogya Bagikan 1.200 Ayam, Protes Harga Telur Anjlok

Kabarteras.com – Pagi hari Senin, 10 Agustus 2026, kawasan Malioboro di Yogyakarta berubah menjadi tempat yang cukup ramai. Para wisatawan dan warga setempat terkejut melihat aksi unik yang dilakukan sekelompok peternak. Mereka membagikan ratusan ekor ayam petelur secara cuma-cuma kepada siapa saja yang melintas. Tindakan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bentuk protes nyata dari para peternak yang selama ini menanggung beban berat.

Para peternak dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan momen tersebut untuk menyuarakan kekecewaan mereka. Harga telur dan ayam yang sudah memasuki masa afkir mengalami penurunan drastis, sementara biaya produksi terus melonjak. Lebih dari 1.200 ekor ayam akhirnya dibagikan sebagai simbol bahwa para peternak sedang menanggung kerugian besar. Aksi ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk media lokal dan pemerintah daerah.

Aksi Solidaritas di Halaman DPRD DIY

Rombongan peternak yang hadir terdiri dari perwakilan Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Mereka membawa mobil-mobil pikap yang penuh dengan ayam-ayam petelur. Kira-kira pukul 09.15 WIB, proses pembagian dimulai di halaman Kantor DPRD DIY. Warga sekitar, pengendara sepeda motor, hingga penumpang TransJogja yang sedang melintas turut mendapatkan jatah ayam gratis. Setiap orang yang berkesempatan mendapatkan ayam tampak senang dan berterima kasih.

Andry Patra, yang menjabat sebagai Koordinator Peternak Ayam Petelur DIY, menjelaskan bahwa aksi ini memiliki dua makna sekaligus. Di satu sisi, ini adalah bentuk sedekah kepada masyarakat. Di sisi lain, ini menjadi simbol keresahan yang dirasakan para peternak saat ini. Populasi ayam petelur yang terlalu banyak membuat ayam afkir sulit terserap oleh pasar. Kondisi ini diperparah dengan permintaan pasar yang menurun drastis.

"Aksi ini sebagai bentuk protes. Tetapi kita mau sedekah ke masyarakat, karena harga ayam tidak laku. Ini Rp13.000 itu ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat," ujar Andry Patra saat ditemui di halaman Kantor DPRD DIY, Senin (10/8/2026).

Menurut Andry, masalah yang dihadapi peternak tidak hanya terbatas pada harga ayam afkir. Saat ini, harga telur berada di kisaran Rp22.000 per kilogram. Padahal, harga ideal yang dibutuhkan peternak adalah antara Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Kondisi sulit ini sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Peternak kecil menjadi yang paling terdampak karena mereka tidak memiliki cadangan keuangan yang cukup untuk bertahan.

Selain harga telur yang rendah, beban peternak juga datang dari sisi biaya pakan. Harga pakan konsentrat saat ini mencapai sekitar Rp480.000 atau setara Rp8.000 per kilogram untuk pakan jadi. Kenaikan harga pakan ini disebut mencapai 30 hingga 40 persen, semakin memperparah kondisi keuangan para peternak ayam petelur di Yogyakarta. Banyak peternak yang harus menjual aset mereka untuk menutupi kerugian.

Dampak Ekonomi bagi Peternak Kecil

Krisis ini tidak hanya berdampak pada peternak besar, tetapi juga peternak kecil yang menjadi tulang punggung industri ayam petelur di Yogyakarta. Mereka yang biasanya mengandalkan penjualan telur harian kini mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen. Beberapa peternak bahkan memutuskan untuk mengurangi jumlah ayam yang dipelihara agar tidak semakin menumpuk kerugian.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Bantuan berupa subsidi pakan atau intervensi harga menjadi beberapa opsi yang sedang dibahas. Peternak juga meminta agar pemerintah membantu mengatur pasokan ayam afkir agar tidak menumpuk di pasaran. Tanpa solusi yang tepat, banyak peternak yang mungkin harus keluar dari bisnis ini.

FAQ: Pertanyaan Umum Peternak Ayam Petelur

Berapa lama harga telur anjlok ini berlangsung? Kondisi harga telur yang rendah sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir, sejak awal tahun 2026.

Apa yang menyebabkan biaya pakan terus naik? Kenaikan harga pakan konsentrat disebabkan oleh naiknya harga bahan baku seperti jagung dan kedelai, serta biaya transportasi yang meningkat.

Berapa harga ideal telur bagi peternak? Harga ideal yang dibutuhkan peternak adalah antara Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram, sementara saat ini hanya Rp22.000 per kilogram.

Apakah aksi pembagian ayam ini akan terus dilakukan? Ya, peternak berencana melanjutkan aksi serupa jika kondisi harga tidak membaik dalam waktu dekat.

Bagaimana cara peternak bertahan di tengah krisis ini? Peternak bertahan dengan cara mengurangi populasi ayam, menjual aset, dan mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun komunitas peternak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan harga ayam dan telur di Yogyakarta, pembaca dapat mengunjungi artikel lengkap di Rejogja Republika. Semoga krisis ini segera berakhir dan peternak dapat kembali merasakan keuntungan yang layak.

Related Reading