KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Poltek Nuklir Punya Reaktor Riset, BRIN: Yogyakarta Tempat Memperkuat Kompetensi

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Sarah Jones - kabarteras.com

Foto : Sarah Jones - kabarteras.com

Poltek Nuklir Punya Reaktor Riset untuk Perkuat Kompetensi

Kabarteras.com – Poltek Nuklir punya reaktor riset yang menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi ketenaganukliran di Yogyakarta. Keberadaan fasilitas pendidikan, laboratorium, dan reaktor riset memberi ruang belajar bagi mahasiswa serta tenaga ahli untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi nuklir.

Namun, keberadaan ekosistem riset tersebut tidak berarti Yogyakarta telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN. Pemerintah masih belum memutuskan daerah yang akan menjadi lokasi proyek PLTN.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria, menyampaikan bahwa pengembangan PLTN masih berada dalam agenda jangka panjang. Karena itu, belum ada keputusan mengenai tempat pembangunan pembangkit listrik berbasis nuklir tersebut.

“Pengembangan nuklir saya kira kita belum memutuskan tempatnya di mana, untuk PLTN belum diputuskan tempatnya di mana,” kata Arif seusai memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan ke-5 Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Tahun 2026 di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Riset Nuklir Tidak Hanya untuk Energi

BRIN menyiapkan peningkatan anggaran pada 2027 untuk mendukung riset dan infrastruktur ketenaganukliran. Penguatan ini mencakup pemanfaatan teknologi nuklir di bidang energi, kesehatan, dan pangan.

Menurut Arif, ketiga sektor tersebut menjadi area yang perlu mendapat perhatian melalui riset lebih kuat. Peningkatan anggaran diharapkan mendukung pengembangan fasilitas sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi nuklir bagi kebutuhan masyarakat.

“Tiga bidang inilah yang akan kita anggarkan, dan justru dengan ketiga bidang ini, maka anggaran riset di bidang ketenaganukliran memang akan kita tingkatkan,” ungkapnya.

Penguatan infrastruktur direncanakan mulai mendapat perhatian pada 2027. Langkah ini penting agar pengembangan riset berjalan seiring dengan kesiapan sarana, kemampuan analisis, prosedur keselamatan, dan sumber daya manusia yang memadai.

Yogyakarta sebagai Ruang Belajar Ketenaganukliran

Poltek Nuklir punya reaktor riset yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai tempat pembelajaran dan pengembangan kompetensi ketenaganukliran. Arif menilai penguasaan teknologi sangat bergantung pada manusia yang memahami, mengoperasikan, dan mengembangkannya.

“Ada satu hal yang jauh lebih penting daripada teknologi itu sendiri yaitu manusia yang menguasainya,” ujarnya.

“Di Jogja kan adanya laboratorium reaktor. Jogja adalah tempat belajar untuk bisa memperkuat kompetensi kita dalam bidang riset ketenaganukliran,” kata Arif.

Bagi mahasiswa dan tenaga profesional, lingkungan belajar seperti ini mendukung pemahaman yang lebih utuh mengenai instrumen, penelitian, keselamatan, serta penerapan teknologi nuklir. Kompetensi tersebut dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan riset di berbagai sektor.

Edukasi Publik Tetap Diperlukan

Selain kesiapan teknologi dan tenaga ahli, edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian dalam pengembangan nuklir. Pemahaman publik diperlukan agar pembicaraan tentang teknologi nuklir tidak hanya berangkat dari kekhawatiran, melainkan juga dari informasi yang jelas mengenai manfaat dan penerapannya.

“Yang paling penting bagi kita sekarang adalah bagaimana mengedukasi masyarakat tentang nuklir ini,” katanya.

Edukasi yang mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengenali pemanfaatan teknologi nuklir secara damai, termasuk untuk energi, kesehatan, dan pangan. Dengan informasi yang tepat, masyarakat dapat membedakan kegiatan riset dan pemanfaatan publik dari berbagai persepsi yang kerap muncul mengenai nuklir.

Prototipe PLTN sebagai Media Pembelajaran

Poltek Nuklir juga mengenalkan konsep kerja PLTN melalui proyek mahasiswa. Prototipe alat peraga PLTN dipajang di area selasar kampus sebagai media visual untuk menjelaskan prinsip dasar kerja pembangkit nuklir kepada pengunjung dan masyarakat.

Keberadaan alat peraga tersebut melengkapi peran Poltek Nuklir punya reaktor riset dalam membangun pemahaman teknologi nuklir. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui sarana yang membantu menjelaskan proses dan prinsip kerja secara lebih mudah dipahami.

FAQ Poltek Nuklir dan Riset Nuklir di Yogyakarta

Apa fungsi reaktor riset di Poltek Nuklir?

Reaktor riset dan laboratorium di lingkungan pembelajaran ketenaganukliran mendukung penguatan kompetensi, penelitian, dan pemahaman teknologi nuklir bagi mahasiswa serta tenaga ahli.

Apakah Yogyakarta sudah ditetapkan sebagai lokasi PLTN?

Belum. BRIN menyatakan pemerintah belum memutuskan lokasi pembangunan PLTN.

Bidang apa saja yang menjadi perhatian riset nuklir?

BRIN menaruh perhatian pada pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi, kesehatan, dan pangan, dengan rencana peningkatan anggaran riset ketenaganukliran pada 2027.

Related Reading