Pradita UMBY Sambut 1.500 Mahasiswa Baru, Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum
Pradita UMBY Sambut 1.500 Mahasiswa Baru
Kabarteras.com – Pradita UMBY Sambut 1.500 Mahasiswa baru yang resmi dibuka pada 8 September 2026 sekaligus menandai dimulainya integrasi budaya lokal ke dalam kurikulum akademik Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Melalui program bernama "Kemercubuanaan", muatan khas Kejogjaan—mulai dari tata krama, seni, hingga nilai-nilai peradaban—kini menjadi bagian formal dari proses pembelajaran, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kebijakan ini lahir dari arahan Gubernur DIY dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi agar setiap perguruan tinggi di wilayah tersebut turut menjaga warisan kultural lewat jalur pendidikan formal.
Kegiatan orientasi yang berlangsung empat hari (8–11 September 2026) diikuti sekitar 1.500 mahasiswa baru dari berbagai program studi. Selama periode tersebut, peserta dikenalkan pada lingkungan kampus, tata kelola akademik, serta nilai-nilai lokal yang menjadi fondasi identitas institusi.
Salam Kolektif sebagai Penanda Identitas
Momen paling berkesan dari pembukaan acara terjadi ketika seluruh peserta secara serempak melakukan salam Jogja Istimewa. Gestur kolektif itu menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan lagi wacana di atas kertas, melainkan praktik yang dihidupkan sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di kampus.
"Ya, kami dalam Pradita UMBY 2026 juga menyelenggarakan termasuk memasukkan unsur kebudayaan di sini ditandai dengan tadi kita waktu pembukaan 1.500 mahasiswa melakukan salam Jogja Istimewa," ujar Ir. Reo Sambodo, Ketua Pradita sekaligus Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMBY.
Pesan Rektor dan Posisi Kompetitif
Agus Slamet, Rektor UMBY, menyampaikan sambutan langsung pada Selasa pagi (8/9/2026). Ia menegaskan bahwa memilih UMBY merupakan langkah strategis bagi pengembangan diri mahasiswa.
"Kami atas nama Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan seluruh civitas akademika menyampaikan selamat datang di kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta kampus 1 Jalan Wates KM 10, Yogyakarta di pagi hari ini. Yang kedua, kami mengucapkan selamat dan sukses atas pilihan saudara, adik-adik mahasiswa untuk bergabung dengan Universitas Mercu Buana Yogyakarta tahun 2026 ini."
Agus turut memaparkan posisi UMBY dalam peta pendidikan tinggi nasional: peringkat ke-136 dari sekitar 4.000 perguruan tinggi di Indonesia, serta posisi ke-11 dari 105 institusi pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Angka-angka tersebut, menurutnya, mencerminkan daya saing yang terus meningkat.
Infrastruktur, UKM, dan Komitmen Lingkungan
UMBY mengoperasikan tiga titik kampus: lokasi utama di Jalan Wates KM 10, kampus kedua yang sedang dalam tahap persiapan pembangunan, serta kampus ketiga di kawasan Ring Road Utara, Condongcatur, yang akan memperluas jangkauan layanan ke wilayah selatan Yogyakarta. Di luar ruang kelas, tersedia 46 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang mencakup bidang akademik, olahraga, hingga kerohanian.
"Nanti adik-adik mahasiswa bisa bergabung untuk menambah skill atau keterampilan selain kemampuan akademik."
Tahun ini, kegiatan orientasi juga menerapkan prinsip zero waste secara ketat. Mahasiswa dilarang membawa botol minum sekali pakai; sebagai gantinya, kampus menyediakan titik-titik isi ulang air minum yang dapat diakses menggunakan tumbler pribadi. Kebijakan ini sejalan dengan standar lingkungan yang semakin menjadi kewajiban di institusi pendidikan tinggi Indonesia.
Di sisi inklusivitas, UMBY telah membentuk unit layanan disabilitas khusus guna memastikan mahasiswa difabel memperoleh akses setara terhadap seluruh layanan akademik maupun non-akademik.
"Kami adalah kampus inklusif yang menerima mahasiswa difabel, kita bersahabat dengan mahasiswa difabel. Kami juga sudah ada unit layanan disabilitas di Universitas Mercu Buana Yogyakarta."
Arah pengembangan mahasiswa ini selaras dengan visi UMBY sebagai perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional dalam pengembangan kewirausahaan sosial transformatif demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
FAQ
Apakah program "Kemercubuanaan" bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa? Ya. Muatan budaya lokal berbasis Kejogjaan telah diintegrasikan ke dalam kurikulum formal, sehingga seluruh mahasiswa baru maupun lama akan menempuh komponen tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Bagaimana kebijakan zero waste diterapkan selama kegiatan orientasi? Mahasiswa tidak diperkenankan membawa botol minum sekali pakai. Kampus menyediakan titik isi ulang air minum yang dapat diakses menggunakan tumbler pribadi di berbagai area kampus.
Apakah UMBY menyediakan layanan khusus bagi mahasiswa difabel? Ya. Universitas telah membentuk unit layanan disabilitas yang memastikan akses setara terhadap seluruh layanan akademik dan non-akademik bagi mahasiswa difabel.