Yogyakomtek 2026 Ajak Generasi Muda Lihat Teknologi Masa Depan
Yogyakomtek 2026 Hadirkan Gambaran AI dalam Kehidupan Sehari-hari
Kabarteras.com – Perkembangan kecerdasan buatan kini tidak lagi terasa jauh dari aktivitas masyarakat. Teknologi tersebut sudah hadir dalam perangkat kerja, ponsel, hingga cara seseorang belajar dan menjalankan usaha. Perubahan itulah yang menjadi fokus Yogyakomtek 2026, pameran teknologi tahunan yang kembali digelar oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Jogja atau Apkom Jogja.
Ajang ini berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu, 26 September 2026, sampai Rabu, 30 September 2026. Jogja Expo Center (JEC) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi lokasi pertemuan pengunjung dengan beragam perangkat, karya, dan pengalaman teknologi.
Yogyakomtek dikenal sebagai salah satu agenda komputer terbesar yang menjangkau wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengangkat tema AI & Beyond, yang mengajak masyarakat melihat perkembangan setelah kecerdasan buatan mulai menyatu dengan kebutuhan sehari-hari.
Dari Mengenal AI ke Memanfaatkannya
Tema 2026 melanjutkan arah penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada 2025, Yogyakomtek memakai tema Artificial Intelligence Now dan memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba produk maupun karya berbasis AI secara langsung. Tahun ini, pembahasannya bergerak lebih jauh: AI diposisikan sebagai bagian dari pekerjaan, perangkat pribadi, dan aktivitas bisnis.
Pendekatan tersebut penting terutama bagi generasi muda yang akan semakin banyak berinteraksi dengan teknologi digital dalam pendidikan maupun dunia kerja. Pameran ini tidak hanya menampilkan produk yang dapat dibeli, tetapi juga membuka ruang untuk melihat bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana belajar, berkarya, serta mengembangkan peluang baru.
“Saat ini Al sudah ada di laptop, ponsel, dan cara kita bekerja. Lewat event ini, kami ingin mengajak pengunjung melihat langkah selanjutnya bagaimana Al dipakai untuk belajar, berkarya, dan membuka peluang usaha baru," ujar Ketua Apkom Jogja, Eka Wibawa, Sabtu.
Pesan tersebut mencerminkan perubahan cara publik memandang kecerdasan buatan. Jika sebelumnya AI sering dibahas sebagai teknologi masa depan, kini penggunaannya semakin dekat dengan perangkat yang telah digunakan setiap hari. Karena itu, pengunjung dapat memanfaatkan pameran seperti Yogyakomtek untuk mengenali produk dan karya yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Festival Teknologi untuk Ruang Belajar dan Kreativitas
Sejak 2025, Yogyakomtek dikembangkan dalam format festival teknologi. Unsur pameran penjualan tetap hadir, namun pengalaman pengunjung diperluas melalui area interaktif, seminar, workshop, kompetisi, dan hiburan. Kombinasi ini membuat acara tidak hanya ditujukan bagi calon pembeli perangkat, melainkan juga bagi pelajar, mahasiswa, kreator, dan masyarakat yang ingin memahami perkembangan digital.
Generasi muda menjadi kelompok sasaran utama dalam penyelenggaraan ini. Pada edisi tahun lalu, Apkom Jogja melibatkan sekitar 330 mahasiswa, baik sebagai pelaksana acara maupun peserta pameran yang menampilkan karya. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pameran teknologi juga dapat menjadi ruang perjumpaan antara dunia pendidikan, kreativitas, dan industri.
Pengunjung Yogyakomtek 2026 berkesempatan melihat karya dosen serta mahasiswa yang berkaitan dengan AI, robotika, animasi, game, dan seni digital. Kehadiran karya-karya ini memberi gambaran bahwa pemanfaatan teknologi tidak terbatas pada perangkat keras atau aplikasi populer. Teknologi juga dapat menjadi medium untuk menyelesaikan persoalan, menyampaikan gagasan visual, dan menciptakan pengalaman baru.
Di sisi lain, lebih dari 70 merek teknologi ternama turut menyediakan pilihan perangkat terkini. Bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan pembelian perangkat, acara ini dapat menjadi kesempatan untuk membandingkan kebutuhan penggunaan dengan produk yang tersedia secara langsung. Perangkat untuk belajar, bekerja, membuat konten, bermain gim, maupun menunjang aktivitas usaha memiliki karakteristik berbeda yang perlu dipahami calon pengguna.
Dorongan bagi Pelajar dan Produk Lokal
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menilai kegiatan semacam ini memiliki manfaat bagi pelajar, khususnya dalam pengenalan pembelajaran AI. Kehadiran teknologi di ruang publik dapat membantu memperluas pemahaman tentang perubahan yang sedang berlangsung dan potensi pemanfaatannya secara positif.
"Acara seperti ini cukup bagus dan bisa memberikan dampak positif bagi para pelajar, khususnya mengenai sosialisasi belajar mengenai AI," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Wawan juga berharap penggunaan teknologi AI dapat semakin berkembang agar produk lokal mampu menyesuaikan diri dan bersaing dengan teknologi canggih yang terus bergerak maju. Harapan ini menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat kemampuan kreatif dan usaha di tingkat lokal.
Bagi pelajar dan mahasiswa, pameran ini dapat menjadi titik awal untuk melihat bidang-bidang yang berkembang di sekitar teknologi digital. Robotika, animasi, permainan digital, seni berbasis teknologi, serta kecerdasan buatan membutuhkan perpaduan antara kemampuan teknis, kreativitas, dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Melihat hasil karya secara langsung dapat membantu pengunjung mengenali ragam jalur pembelajaran maupun profesi yang mungkin ditekuni.
Target Lebih dari 50 Ribu Pengunjung
Panitia menetapkan target kunjungan lebih dari 50 ribu orang selama pelaksanaan lima hari. Harga tiket masuk dipatok Rp20 ribu per orang. Tersedia pula tiket gratis pada Senin hingga Rabu untuk rombongan pelajar SD, SMP, dan SMA yang membawa surat permohonan resmi dari sekolah serta mengenakan seragam.
Kebijakan tiket gratis bagi rombongan sekolah membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk mengenal pameran teknologi. Kunjungan yang dipersiapkan bersama sekolah juga dapat menjadi pengalaman belajar di luar kelas, terutama ketika siswa dapat melihat langsung penerapan AI dan bidang digital lain yang tengah berkembang.
" Event ini mampu bertahan karena mengikuti zaman dan dekat dengan masyarakat, kami ingin pengunjung datang untuk belajar, bersenang-senang, dan pulang membawa perangkat dengan harga yang lebih terjangkau dibanding belanja online ," ujar Ketua Panitia Yogyakomtek 2026, Fakhrurrozi.
Dengan perpaduan pameran, edukasi, karya kreatif, dan hiburan, Yogyakomtek 2026 menawarkan ruang bagi masyarakat untuk memandang teknologi secara lebih dekat. Pengunjung dapat datang untuk mencari perangkat, mengeksplorasi karya, mengikuti kegiatan, atau sekadar memahami bagaimana AI dan inovasi digital mulai membentuk kebiasaan sehari-hari.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Yogyakomtek 2026 Ajak Generasi Muda Lihat?Yogyakomtek 2026 Ajak Generasi Muda Lihat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Yogyakomtek 2026 Ajak Generasi Muda Lihat matter?Yogyakomtek 2026 Ajak Generasi Muda Lihat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.