KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Thomas Martinez - kabarteras.com

Foto : Thomas Martinez - kabarteras.com

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang: Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

Kabarteras.com – Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang secara signifikan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kawasan Pelabuhan 16 Ilir di Palembang, Sumatera Selatan, tampak tertutup kabut asap tebal yang mengurangi visibilitas. Fenomena ini terjadi setelah serangkaian kebakaran hutan dan lahan melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatera. Warga Palembang mulai merasakan dampak langsung dari penurunan kualitas udara akibat asap yang menyelimuti kota mereka.

Sebaran Asap Terdeteksi di Empat Provinsi

Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa asap menyebar luas ke berbagai wilayah. Melalui citra satelit Himawari-9 yang diamati pada pukul 10.00 WIB, terlihat bahwa Sumatera Selatan bukan satu-satunya daerah terdampak. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan juga mengalami kondisi serupa dengan tingkat kepadatan asap yang bervariasi di setiap wilayah.

Kondisi atmosfer tersebut memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas udara di Palembang. Pada pagi hari, tingkat polusi udara di kota tersebut mencapai kategori sangat tidak sehat bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini terutama berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Warga disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas.

"Kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat akibat Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang. Warga diminta waspada dan mengurangi aktivitas outdoor," ujar perwakilan BMKG dalam pernyataannya.

Dampak Kesehatan dan Langkah Pencegahan

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang membawa konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat. Paparan partikel halus PM2.5 dan PM10 dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan. Rumah sakit di Palembang melaporkan peningkatan kunjungan pasien dengan gejala batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan termasuk menggunakan pembersih udara di dalam rumah dan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pemerintah daerah Palembang telah mengaktifkan posko penanggulangan kabut asap untuk memantau kondisi udara secara real-time. Warga dapat mengakses informasi terkini melalui aplikasi pemantauan kualitas udara yang tersedia secara gratis. Selain itu, sekolah-sekolah di Palembang juga telah mengeluarkan imbauan untuk membatasi kegiatan olahraga di luar ruangan selama periode kabut asap ini berlangsung.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kabut Asap di Palembang

Berapa lama Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang diperkirakan berlangsung? Kondisi kabut asap diprediksi akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan tergantung pada curah hujan dan arah angin. BMKG memperkirakan hujan deras dapat membantu meredam penyebaran asap.

Apa saja gejala kesehatan yang perlu diwaspadai? Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk kering, sesak napas, iritasi mata, sakit kepala, dan kelelahan. Jika gejala berlanjut lebih dari 24 jam, segera konsultasikan ke dokter.

Bagaimana cara mengakses data kualitas udara real-time? Warga dapat mengakses data kualitas udara melalui aplikasi AQI Indonesia atau website resmi BMKG yang menyediakan informasi pemantauan secara berkala setiap jam.

Apakah aktivitas luar ruangan tetap diperbolehkan? Aktivitas luar ruangan tetap diperbolehkan dengan menggunakan masker N95 atau KN95. Anak-anak dan lansia disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan terutama pada pagi dan sore hari.

Related Reading