Latest Program: BKHIT Sumsel Perkuat Sinergi dengan IPC demi Percepat Logistik Ekspor
Latest Program BKHIT Sumsel Perkuat Sinergi dengan IPC demi Percepat Logistik Ekspor Latest Program - Dalam rangka meningkatkan kinerja logistik ekspor
Latest Program BKHIT Sumsel Perkuat Sinergi dengan IPC demi Percepat Logistik Ekspor
Latest Program – Dalam rangka meningkatkan kinerja logistik ekspor, Latest Program yang dicanangkan oleh Badan Koordinasi Ketahanan dan Infrastruktur Transportasi (BKHIT) Sumsel menjadi fokus utama dalam memperkuat kolaborasi dengan Institut Pelayaran dan Perdagangan (IPC). Program ini bertujuan mengoptimalisasi proses pengiriman barang ke luar negeri melalui sinergi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan operator pelabuhan. Dengan menggabungkan kekuatan kedua pihak, BKHIT Sumsel berharap mampu mempercepat distribusi ekspor serta mengurangi hambatan yang selama ini mengganggu efisiensi.
Strategi Kolaboratif untuk Memperkuat Logistik Ekspor
Program Latest Program menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memastikan rantai pasok ekspor berjalan lancar. Menurut Sri Endah Ekandari, Kepala BKHIT Sumsel, langkah ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui ekspor. “Logistik ekspor tidak bisa dijalankan sendirian, kita butuh sinergi yang terpadu antara semua pihak,” kata Sri Endah. Ia menambahkan, program ini mencakup peningkatan kapasitas pelabuhan, penguatan sistem digital dalam pengurusan dokumen, serta pengembangan jaringan distribusi yang lebih efektif.
“Dengan Latest Program, kami berharap dapat mengurangi waktu proses ekspor hingga 20 persen dalam setahun ke depan,” tambah Sri Endah. Ini menjadi salah satu target utama yang diharapkan dari sinergi antara BKHIT Sumsel dan IPC.
Salah satu aspek penting yang diutamakan dalam Latest Program adalah penerbitan sertifikat ekspor. Dalam tahun 2025, jumlah sertifikat yang dikeluarkan BKHIT Sumsel mencapai 3.978 unit, naik 36,4 persen dari tahun 2024 yang sebanyak 3.030 sertifikat. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan dan kualitas layanan pengurusan dokumen ekspor. Sementara, data sementara hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa jumlah sertifikat ekspor mencapai 1.002 unit, mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan program tersebut.
Commodities Ekspor yang Dominan di Sumsel
Komoditas utama yang menjadi pilar ekspor Sumsel meliputi karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, minyak kelapa mentah, pakan hewan, kopi, santan, serta hasil pengolahan perkebunan lainnya. Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura adalah pasar utama yang menjadi tujuan ekspor. Dalam Latest Program, peningkatan eksportasi komoditas-komoditas ini diperkuat melalui penguatan infrastruktur dan pelayanan pelabuhan yang lebih baik.
Menurut Sri Endah, pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap efisiensi pengurusan sertifikat dan menemukan beberapa kesenjangan. Dengan Latest Program, BKHIT Sumsel berkomitmen untuk menutup celah-celah tersebut. “Kami juga sedang menyusun sistem digital baru yang akan memudahkan pengusaha dalam mengajukan dokumen ekspor secara lebih cepat dan transparan,” jelasnya. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Sumsel dalam pasar internasional.
Kerja sama dengan IPC dalam Latest Program tidak hanya terfokus pada pengurusan sertifikat tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan tenaga kerja, serta perbaikan kualitas layanan pelayaran. Dengan adanya kerja sama ini, BKHIT Sumsel berharap dapat menjamin konsistensi dan keberlanjutan dalam kegiatan ekspor, khususnya di tengah tantangan yang dihadapi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak dan perubahan regulasi internasional.
Kemajuan dalam Latest Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor Sumsel. Pemerintah provinsi sedang berupaya menarik investasi lebih besar ke sektor logistik dan perdagangan, serta memastikan bahwa ekspor dapat menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi. “Kerja sama dengan IPC menjadi bagian dari strategi kami untuk mencapai target ekspor yang lebih tinggi,” tegas Sri Endah. Dengan Latest Program, BKHIT Sumsel optimis mampu menyelesaikan tantangan logistik ekspor yang selama ini dihadapi.
