Dorong Ekonomi Sirkular, UBSI Latih Bank Sampah Vida Bekasi Go Digital
Dorong Ekonomi Sirkular UBSI Latih Bank Sampah untuk bertransformasi secara digital. Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah kini memiliki potensi
Transformasi Digital Bank Sampah Vida Bekasi Melalui Program UBSI
Kabarteras.com – Dorong Ekonomi Sirkular UBSI Latih Bank Sampah untuk bertransformasi secara digital. Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah kini memiliki potensi ekonomi besar jika ditangani dengan strategi pengelolaan dan pemasaran yang tepat. Langkah konkret dalam mewujudkan hal tersebut diambil oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Mereka menyelenggarakan serangkaian pelatihan digital marketing serta pendampingan aplikasi bagi pengelola Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019 yang berlokasi di Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 25 Juli 2026.
Program pengabdian masyarakat tersebut merupakan inisiatif yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dirjen Risbang Kemdiktisaintek) untuk tahun pendanaan 2026. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas para pengelola bank sampah dalam memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi ini mencakup aspek internal organisasi maupun eksternal berupa perluasan pasar untuk produk-produk daur ulang. Melalui program ini, UBSI berkomitmen untuk mendorong ekonomi sirkular melalui pendampingan berkelanjutan.
Sambutan dan Harapan dari Pengelola
Pelatihan dibuka oleh Nia Kurniasih sebagai Ketua Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan yang diberikan oleh tim UBSI kepada seluruh anggota dan pengelola bank sampah. Nia menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam operasional bank sampah modern.
Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi kami, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung operasional dan pemasaran produk, ujar Nia dalam keterangan resmi pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Nia juga berharap kolaborasi antara UBSI dengan Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019 dapat terus berlanjut. Kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang lebih luas di masa depan. Dengan dorongan ekonomi sirkular yang tepat, bank sampah dapat menjadi unit usaha yang mandiri dan menguntungkan.
Pelatihan Digital Marketing dan Marketplace
Sesi pertama pelatihan dipandu oleh Nila Aulia. Ia membahas materi mengenai digital marketing dan pendampingan penggunaan marketplace melalui platform e-commerce. Peserta diajak memahami strategi pemasaran digital, membangun identitas produk, serta memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi. Dalam sesi ini, UBSI memberikan panduan praktis untuk meningkatkan visibilitas produk daur ulang di dunia digital.
Tidak hanya teori, peserta juga mendapat pendampingan praktis. Mereka diajarkan cara membuat akun, mengunggah produk, hingga menyusun deskripsi yang menarik di platform marketplace. Tujuan akhirnya adalah memastikan produk hasil daur ulang memiliki daya saing lebih kuat di pasar digital. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya UBSI untuk mendidik masyarakat dalam ekonomi digital.
Inovasi Aplikasi Bank Sampah
Materi selanjutnya disampaikan oleh Haryani yang fokus pada pendampingan penggunaan Aplikasi Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019. Haryani menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan bagian dari inovasi digital dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, peserta dilatih untuk mengelola data nasabah, mencatat transaksi penyetoran sampah, serta mengelola saldo tabungan.
Peserta juga belajar mencatat penarikan saldo dan menyusun laporan secara otomatis. Pendampingan dilakukan secara interaktif sehingga pengurus dapat langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi sesuai dengan alur operasional bank sampah. Aplikasi ini memudahkan pencatatan dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan sampah.
Kami berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019. Nantinya, program ini juga bisa memperluas peluang pemasaran produk daur ulang sehingga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar, kata Haryani.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong dosennya untuk menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Melalui kegiatan PkM ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra diharapkan terus berlanjut, mendukung transformasi digital dan penguatan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program UBSI
Apa itu Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019? Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019 adalah unit pengelolaan sampah yang berlokasi di Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi. Bank sampah ini mengumpulkan dan mendaur ulang sampah untuk menciptakan nilai ekonomi.
Bagaimana program UBSI membantu bank sampah? Program UBSI memberikan pelatihan digital marketing, pendampingan marketplace, dan penggunaan aplikasi bank sampah. Hal ini membantu bank sampah dalam pemasaran produk dan pengelolaan data secara digital.
Kapan program pelatihan ini dilaksanakan? Pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, dengan pendampingan lanjutan hingga Agustus 2026.
Apa manfaat ekonomi sirkular bagi masyarakat? Ekonomi sirkular memungkinkan sampah diubah menjadi produk bernilai jual, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
