Skip to content
News

Gelar Operasi Khusus – Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air

Matthew Miller - kabarteras.com 4 mins read

Gelar Operasi Khusus, Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Gelar Operasi Khusus - Operasi Khusus yang digelar oleh Komando Operasi TNI Habema

Gelar Operasi Khusus – Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air

Gelar Operasi Khusus, Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air

Gelar Operasi Khusus – Operasi Khusus yang digelar oleh Komando Operasi TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah Nicholas F Goselin, pilot pesawat PT AMA Air dengan nomor penerbangan PK-RCY, dari Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7/2026). Operasi ini dijalankan setelah pesawat terbang yang mengangkut Goselin menjadi korban serangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di lokasi tersebut. Evakuasi dilakukan secara cepat dan terukur, dengan fokus pada keselamatan korban dan keamanan wilayah.

Tahapan Operasi dan Kesiapan Tim

Pengungkapan seluruh proses operasi dilakukan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Muhammad Nas, yang menyebutkan bahwa Koops TNI Habema terlibat dalam operasi ini dengan 10 personel serta dua helikopter Caracal. Medan pegunungan yang curam dan terjal menjadi tantangan utama, tetapi tim berhasil mengatasi hal tersebut dengan koordinasi yang terstruktur. Nas menegaskan bahwa operasi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengamankan akses bantuan bagi korban serta mencegah terorisme berkembang di wilayah tersebut.

Operasi Khusus ini juga melibatkan penyisiran dan pengejaran pelaku serangan, yang diduga tergabung dalam kelompok OPM. Selama proses evakuasi, tim terus memantau situasi lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan lokasi tetap aman. Nas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, termasuk anggota TNI, polisi, dan warga setempat, karena keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapan dan kemampuan operasional yang tinggi.

Kontribusi TNI dalam Pemulihan Situasi

“Evakuasi jenazah dilakukan sebagai bagian dari Operasi Khusus yang bertujuan memastikan korban terlindungi serta mengamankan wilayah sekitar,” kata Riyanto, Wakil Panglima Koops TNI Habema, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (3/7/2026). Ia menambahkan bahwa TNI akan terus mengoptimalkan pengamanan dan keterlibatan dalam strategi taktis untuk menghadapi kelompok separatisme di Papua.

Pesawat PK-RCY jatuh pada Kamis (2/7/2026) di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, sebagai bagian dari Operasi Khusus yang sedang berlangsung. Menurut informasi yang dihimpun, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIT, saat pesawat melakukan pendaratan darurat setelah terganggu oleh aktivitas teroris. Jenazah korban langsung dievakuasi ke lokasi penjagaan, lalu diangkut ke Bandara Sentani untuk diberikan ke keluarga. Riyanto menjelaskan bahwa langkah-langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat sekitar dan mempercepat proses identifikasi serta pemrosesan hukum pelaku.

Peran Masyarakat Lokal dan Sinergi Instansi

Pemulihan situasi setelah Operasi Khusus berlangsung juga didukung oleh masyarakat setempat, yang membantu memberikan informasi terkait lokasi kejadian dan keberadaan pelaku. Sinergi antara TNI, polisi, dan instansi terkait menjadi kunci dalam menangani situasi darurat tersebut. Dalam Operasi Khusus ini, Koops TNI Habema bekerja sama dengan tim SAR dan kepolisian untuk menjamin keamanan operasional dan kecepatan evakuasi.

Menurut Riyanto, keberhasilan evakuasi jenazah bukan hanya menunjukkan kemampuan operasional TNI, tetapi juga komitmen untuk melindungi masyarakat dari ancaman keamanan. “Operasi Khusus ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan kegiatan teroris di Papua,” jelas Riyanto. Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan hingga semua pelaku ditemukan dan ditangkap, serta kondisi wilayah kembali stabil.

Konteks Serangan OPM di Papua

Serangan oleh OPM di Bandara Ipdeheik terjadi dalam rangkaian Operasi Khusus yang dilakukan untuk memutus rantai aktivitas teroris di wilayah pegunungan. OPM dikenal sebagai salah satu organisasi yang sering melakukan aksi teror terhadap operasi penerbangan dan kegiatan pemerintah di Papua. Dalam Operasi Khusus ini, korban meninggal dunia menjadi salah satu dari beberapa insiden serupa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, beberapa pesawat penerbangan di Papua telah menjadi sasaran serangan oleh OPM, seperti insiden di Bandara Sentani dan Jayapura. Kehadiran Koops TNI Habema dalam Operasi Khusus ini menunjukkan peningkatan kesiapan operasional TNI untuk menangani ancaman keamanan di daerah terpencil. Pemimpin operasi juga menyoroti pentingnya kerja sama antarinstansi dalam menjamin keberhasilan evakuasi dan menangkal upaya teroris.

Langkah Selanjutnya dan Evaluasi

Setelah jenazah Nicholas F Goselin berhasil dievakuasi, Koops TNI Habema berencana melanjutkan Operasi Khusus untuk menyisir wilayah sekitar dan memastikan tidak ada pelaku yang tersisa. Tim juga akan melakukan evaluasi terhadap proses evakuasi guna memperbaiki efisiensi dan keamanan operasional di masa mendatang. Menurut Nas, operasi ini menjadi contoh keberhasilan dalam mengatasi ancaman keamanan yang melibatkan medan yang sulit.

Operasi Khusus ini juga memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat sekitar, yang kini merasa lebih tenang setelah korban berhasil dievakuasi. Meski masih ada risiko teror, TNI terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan kehadiran di daerah rentan serangan. Riyanto menutup wawancara dengan menegaskan bahwa TNI akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin stabilitas dan keamanan di Papua.

Join the discussion