Skip to content
News

Kompolnas: Tiga Polisi Kalteng Dibunuh Dulu Baru Dibuang ke Sungai – Tesis Mereka Kabur tak Terbukti

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

ibuang ke Sungai Kompolnas - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap fakta baru terkait kematian tiga anggota polisi di Kabupaten Katingan

Kompolnas: Tiga Polisi Kalteng Dibunuh Dulu Baru Dibuang ke Sungai – Tesis Mereka Kabur tak Terbukti

Kompolnas Ungkap Tiga Polisi Kalteng Dibunuh Sebelum Dibuang ke Sungai

Kompolnas – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap fakta baru terkait kematian tiga anggota polisi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Senin (6/7/2026). Dalam laporan terbarunya, Kompolnas menyatakan bahwa korban telah dibunuh sebelum dibuang ke aliran sungai, sehingga teori mereka kabur lalu tenggelam tidak terbukti. Temuan ini menjadi sorotan dalam upaya mengungkap kasus kriminal yang menimpa petugas kepolisian.

Analisis TKP dan Bukti Kematian Terstruktur

Investigasi Kompolnas dilakukan di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi kematian tiga polisi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Komisioner Kompolnas Supardi Hamid menyatakan bahwa keberadaan darah di lokasi TKP menunjukkan korban telah meninggal sebelum jenazah dibuang ke sungai. “Ini bukti jelas bahwa para korban dihabisi secara terencana, tidak terjadi secara spontan,” jelasnya dalam pernyataan resmi.

Kompolnas menggarisbawahi bahwa proses pembunuhan dan pembuangan jenazah ke sungai merupakan tindakan yang terstruktur. Fakta ini mengindikasikan adanya kejahatan yang disengaja, termasuk dalam kategori pembunuhan sengaja atau intentional killing. Tindakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bandar narkoba yang terlibat dalam konflik dengan para petugas.

Penjelasan Komisioner Kompolnas Supardi Hamid

Supardi Hamid, komisioner Kompolnas, memberikan penjelasan lebih rinci tentang temuan yang ditemukan di TKP. “Dari analisis yang dilakukan, tidak ada bukti yang mendukung teori korban kabur lalu tenggelam. Justru, bekas darah di lokasi menunjukkan proses pembunuhan terlebih dahulu,” katanya dalam video yang dikirimkan kepada Republika Online.

Kompolnas menegaskan bahwa penemuan darah di sekitar TKP menjadi kunci dalam memperjelas alur kejadian. Darah tersebut terbukti terletak di lokasi yang kemudian berpindah ke sungai, yang menunjukkan bahwa jenazah telah dipindahkan setelah korban meninggal. Fakta ini menjadi dasar bagi Kompolnas untuk menyimpulkan bahwa tiga polisi tersebut sengaja dihabisi.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, Kompolnas menemukan bahwa korban mengalami luka-luka akibat senjata tajam sebelum jenazah dibuang ke aliran air. Analisis ini dilakukan melalui metode forensik yang cermat, termasuk pengambilan sampel darah dan pengamatan kondisi tubuh korban. “Korban ditemukan dalam kondisi yang jelas menunjukkan tanda-tanda pembunuhan, bukan kecelakaan atau tenggelam secara alami,” tambah Supardi.

Konteks Kasus dan Dugaan Kelompok Penjahat

Kasus kematian tiga polisi tersebut terjadi dalam konteks konflik antara petugas kepolisian dan kelompok bandar narkoba yang diduga terlibat dalam upaya menghalangi operasi penyergapan. Menurut sumber terpercaya di Kalteng, kejadian ini berkaitan dengan perangkap yang dipasang oleh kelompok tersebut untuk menyingkirkan petugas yang terus-menerus menindak lanjuti kasus narkoba di daerah itu.

Menurut Kompolnas, dugaan keterlibatan kelompok bandar narkoba dalam pembunuhan ini semakin kuat karena ada indikasi bahwa jenazah dibuang ke sungai sebagai upaya menghilangkan bukti. “Tindakan ini mencerminkan rencana yang matang, bukan kejadian kebetulan,” ujar Supardi. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan identitas pelaku dan menemukan lebih banyak bukti yang mendukung teori tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Kompolnas juga melakukan wawancara dengan saksi mata dan keluarga korban untuk memperkaya informasi yang diperoleh. Berdasarkan keterangan para saksi, proses pembunuhan terjadi di lokasi yang berbeda sebelum korban dibawa ke sungai. “Korban ditemukan di daerah yang berbeda dari lokasi awal, yang memperkuat bahwa mereka dibunuh terlebih dahulu,” tambah Supardi.

Penemuan ini juga menjadi perhatian publik dan instansi terkait karena menunjukkan ketidakpuasan kelompok penjahat terhadap upaya kepolisian dalam menindak lanjuti kasus narkoba. Kompolnas menekankan bahwa fakta ini memperkuat klaim bahwa korban tidak kabur, tetapi justru dihabisi secara terencana. “Kasus ini memperlihatkan cara kelompok kriminal menghilangkan bukti dengan cara yang sistematis,” tutup Supardi dalam pernyataan terakhirnya.

Join the discussion