Sempat Gagal Penalti dan Tertinggal Dua Gol – Messi Bangkit Bawa Argentina Taklukkan Mesir 3-2
Messi Bangkit, Argentina Taklukkan Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026 Sempat Gagal Penalti dan Tertinggal Dua Gol - Dalam pertandingan dramatis yang menguji
Messi Bangkit, Argentina Taklukkan Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026
Sempat Gagal Penalti dan Tertinggal Dua Gol – Dalam pertandingan dramatis yang menguji ketahanan mental, Argentina berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (8/7/2026) dini hari WIB. Lionel Messi menjadi tulang punggung keberhasilan Albiceleste, sementara Enzo Fernandez memastikan kemenangan mengagumkan di menit-menit akhir laga. Mesir sempat mengungguli juara bertahan dengan dua gol, tapi kegagalan penalti Messi dan keberanian tim Argentina membawa mereka ke babak perempat final.
Perjalanan Awal yang Berat
Pertandingan dimulai dengan dominasi Mesir yang menguasai bola sejak menit pertama. Mesir sempat mengungguli Argentina dua gol, dengan Yasser Ibrahim membuka skor di menit ke-17 melalui sundulan usai umpan silang Marwan Attia. Lisandro Martinez gagal menghalau pergerakan bek Mesir, sehingga bola melewati garis gawang. Kemenangan ini menjadi momen awal yang menegangkan bagi Argentina, yang menghadapi tantangan besar di babak pertama.
Ketertinggalan Argentina semakin dalam di menit ke-27, ketika Kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan lewat penalti justru terbuang. Messi sempat gagal menyelesaikan eksekusi dari titik putih, dengan Mostafa Shobeir berhasil menepis bola yang diarahkan oleh pemain Argentina tersebut. Keputusan wasit memperkuat harapan Mesir, namun Argentina tak menyerah dan memperlihatkan kemampuan regenerasi di babak kedua.
Kemenangan Dramatis dan Sosok Pemain Utama
VAR memberi harapan baru bagi Argentina setelah mengulangi gol Mesir yang terjadi di menit ke-45. Namun, keputusan itu tidak bertahan lama. Beberapa menit kemudian, Mesir memperbesar keunggulan melalui Mohamed Salah dan Haissem Hassan. Mostafa Ziko mencetak gol kedua setelah menerima umpan terobosan dari Salah, menjauhkan tim Mesir 2-0.
Saat banyak pihak mulai memprediksi kekalahan Argentina, tim tersebut menunjukkan sikap kampiun. Di menit ke-89, Cristian Romero melepaskan sundulan yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Kesuksesan itu membangkitkan semangat Albiceleste, yang akhirnya memperbaiki kesalahan Messi dengan penalti di menit ke-95. Gol penalti Messi menjadi pengingat bahwa Argentina bisa kembali ke jalur kemenangan meski sempat tertinggal dua gol.
Argentina memperkuat comeback-nya setelah Enzo Fernandez mencetak gol penutup di menit ke-97. Serangan balik dari umpan silang Nicolas Gonzalez memberi peluang bagus, dan Fernandez dengan cepat menyelesaikan sundulan untuk mengubah skor menjadi 2-2. Kemenangan dramatis ini membawa Argentina ke babak perempat final, menunjukkan betapa tangguhnya tim tersebut dalam menghadapi situasi sempat gagal penalti dan tertinggal dua gol.
Analisis Kinerja Tim dan Impak Kemenangan
Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 kian menarik setelah kemenangan dramatis ini. Mesir, meski sempat mengungguli juara bertahan, akhirnya terpaksa melangkah mundur. Tampil disiplin sepanjang pertandingan, mereka gagal mempertahankan keunggulan pada menit-menit akhir dan mengakhiri perjalanan ke delapan besar. Kemenangan ini menjadi bukti betapa pentingnya mentalitas juara dalam olahraga sepak bola.
Dalam konteks keseluruhan turnamen, Argentina menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Meski sempat tertinggal dua gol, mereka mampu bangkit dan mengubah skor menjadi keuntungan. Pemain-pemain seperti Messi, Fernandez, dan Romero menjadi tulang punggung comeback ini. Kemenangan mengagumkan ini juga mengisyaratkan bahwa Argentina siap menghadapi tantangan besar di babak perempat final, terutama melawan pemenang antara Kolombia vs Swiss.
Penampilan Messi di babak ini menjadi cerminan dari performa luar biasa yang diharapkan sepanjang turnamen. Meski sempat gagal penalti, ia tetap menjadi pengatur permainan dan penentu keputusan akhir. Performa Messi juga mengingatkan akan era dominasi Argentina di Piala Dunia sebelumnya, di mana kemenangan tergantung pada kecermatan dan ketangguhan mental pemain.
A post shared by FIFA World Cup (@fifaworldcup)
