Skip to content
News

Latest Program: Komisi PBB Desak Israel Bebaskan Dokter Hussam Abu Safiya yang Diduga Alami Penyiksaan

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

Komisi PBB Desak Israel Bebaskan Dr. Hussam Abu Safiya dalam Latest Program Latest Program – Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah

Latest Program: Komisi PBB Desak Israel Bebaskan Dokter Hussam Abu Safiya yang Diduga Alami Penyiksaan

Komisi PBB Desak Israel Bebaskan Dr. Hussam Abu Safiya dalam Latest Program

Latest Program – Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut pembebasan segera Dr. Hussam Abu Safiya, seorang dokter Palestina yang diduga mengalami penyiksaan oleh pasukan Israel. Laporan yang diterima komisi tersebut menyebutkan bahwa Dr. Abu Safiya dan puluhan staf medis lainnya ditahan setelah serangan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza pada Desember 2024. Dalam Latest Program ini, komisi menekankan perlunya perlindungan khusus bagi para tenaga medis sebagai bagian dari upaya memastikan keadilan di tengah konflik yang berlangsung.

Konteks Serangan dan Penahanan

Menurut laporan yang disebarkan oleh Komisi Penyelidikan, serangan Israel terhadap rumah sakit tersebut terjadi dalam rangka penegakan hukum dan kontrol militer di wilayah terduduki. Namun, kekerasan yang dialami Dr. Abu Safiya dan tim medisnya dianggap melanggar prinsip-prinsip internasional, terutama dalam perlindungan tenaga kesehatan. Dalam Latest Program ini, komisi menyatakan bahwa tindakan penyiksaan terhadap individu yang bekerja dalam bidang medis harus dilihat sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang serius. “Laporan menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Dr. Abu Safiya terganggu karena perlakuan yang diterimanya. Mereka juga meminta otoritas Israel memberikan layanan medis independen dan menghentikan penahanan yang tidak sah,” tulis pernyataan resmi.

Informasi tentang penyiksaan Dr. Abu Safiya terus berdatangan dari sumber-sumber di lapangan, termasuk testimonial dari staf medis lainnya yang terlibat dalam insiden tersebut. Serangan tersebut terjadi saat situasi kesehatan di Jalur Gaza semakin memburuk, dengan pasokan bantuan medis yang terbatas dan kebutuhan pasien yang meningkat. Dalam Latest Program ini, komisi PBB menyoroti bahwa tindakan Israel terhadap rumah sakit Kamal Adwan bukan hanya menimbulkan trauma bagi korban, tetapi juga merusak sistem kesehatan yang sudah lemah.

“Penyiksaan yang dialami Dr. Abu Safiya menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap hak asasi manusia bukanlah kejadian yang satu kali, melainkan bagian dari kebijakan yang terstruktur untuk menekan kemanusiaan,” kata Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dalam pernyataan terbaru.

Komisi PBB juga mengkritik kebijakan Israel yang dilakukan sejak Oktober 2023, saat konflik Israel-Palestina memasuki tahap baru. Serangan terhadap fasilitas medis dan personel kesehatan dianggap sebagai bagian dari upaya menghancurkan infrastruktur kemanusiaan di Gaza. “Dengan memaksa warga Palestina hidup tanpa akses layanan medis, Israel telah melanggar prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan dan hukum perang,” lanjut pernyataan tersebut. Dalam Latest Program ini, komisi menambahkan bahwa tindakan terus-menerus terhadap tenaga medis merupakan indikasi kuat terhadap kejahatan perang yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam Latest Program ini, Komisi PBB menyerukan kepada pihak Israel untuk segera memberikan laporan lengkap mengenai kondisi Dr. Abu Safiya serta tindakan penyiksaan yang dialaminya. Selain itu, komisi juga menuntut pemerintah Israel untuk mengadakan investigasi terhadap kejadian tersebut dan memastikan perlindungan bagi semua individu yang bekerja di bidang kesehatan. “Setiap penyiksaan terhadap tenaga medis adalah penghinaan terhadap upaya penyelamatan nyawa manusia,” tambah pernyataan resmi.

Komisi PBB juga mengingatkan bahwa kejadian serupa telah terjadi sebelumnya di wilayah Palestina, dan ini menjadi bukti bahwa tindakan terhadap staf medis bukanlah isu baru. Dalam Latest Program ini, mereka meminta pihak internasional untuk mengambil langkah-langkah konkrit dalam mendukung keadilan bagi korban penyiksaan serta memastikan kesehatan masyarakat di Jalur Gaza tetap terjaga. “Kesehatan masyarakat adalah hak universal, dan tindakan Israel yang memperparah kondisi tersebut menunjukkan ketidakpedulian terhadap prinsip kemanusiaan,” pungkas komisi.

Join the discussion