Skip to content
Khazanah

Visit Agenda: Dewan Keamanan Iran: Rezim Kriminal Zionis tak akan Aman dari Pejuang Kami

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Visit Agenda: Dewan Keamanan Iran Beri Peringatan ke Rezim Zionis Visit Agenda kembali menjadi sorotan dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Visit Agenda: Dewan Keamanan Iran: Rezim Kriminal Zionis tak akan Aman dari Pejuang Kami

Visit Agenda: Dewan Keamanan Iran Beri Peringatan ke Rezim Zionis

Visit Agenda kembali menjadi sorotan dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pertengkaran yang memanas akhir pekan ini berawal dari pernyataan keras Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, yang menegaskan bahwa rezim Zionis kriminal tidak akan aman dari serangan pejuang Iran. Pernyataan ini diterbitkan dalam konteks perang dagang dan ketegangan geopolitik yang kian memuncak, dengan Visit Agenda dianggap sebagai salah satu pemicu utama.

Pernyataan Zolghadr: Serangan Tak Akan Berhenti

Zolghadr, dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, mengingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur negaranya akan dibalas dengan keras. Visit Agenda yang diusung oleh Iran dianggap sebagai strategi untuk menegaskan dominasi dalam perang ketiga pihak. “Rezim Zionis tidak akan aman dari respons para pejuang kami,” tegasnya, mengacu pada serangan militer yang dilakukan AS beberapa hari sebelumnya.

“Jika mereka memulai perang, kami akan membalasnya dengan kekejaman yang sama. Visit Agenda ini bukan hanya tentang pembicaraan, tetapi juga tentang memperkuat posisi kami di medan internasional,” ujar Zolghadr, seperti dilaporkan Arabnews pada 11 Juli 2026.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin memburuk setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir. Dalam platform Truth Social miliknya, Trump mengungkapkan bahwa meskipun negosiasi masih berlangsung, AS tidak akan membiarkan Iran menguasai ruang diplomatik. “Iran meminta kami untuk melanjutkan Visit Agenda, tetapi kami sudah menegaskan bahwa perang tidak akan berhenti,” tulis Trump, Jumat (10/7/2026).

Konflik yang Memanas: Peran Visit Agenda dalam Pertarungan Diplomatik

Konflik antara Iran dan AS memanas setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan pada 17 Juni 2026, yang seharusnya membuka ruang untuk gencatan senjata. Namun, serangan militer AS yang menghancurkan 90 situs militer pada Rabu hingga Kamis lalu menunjukkan bahwa Visit Agenda tidak cukup untuk mendinginkan hubungan bilateral. Iran, di sisi lain, menuduh Washington menggunakan Visit Agenda sebagai alibi untuk menyerang infrastruktur sipil, termasuk fasilitas perawatan mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

“Kami tidak mengakui perjanjian ini sebagai jaminan ketenangan. Visit Agenda hanya bagian dari permainan besar yang melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan global,” tambah Zolghadr, dalam wawancara terpisah.

Pembicaraan Visit Agenda ini menjadi titik penting dalam perang dagang dan misi diplomatik Iran. Selain menghadirkan delegasi AS, Visit Agenda juga melibatkan negosiasi dengan negara-negara lain, seperti Rusia dan Tiongkok, untuk mengimbangi tekanan internasional. Pernyataan dari Zolghadr menunjukkan bahwa Iran bersiap untuk mempertahankan kekuatan dalam semua lini, termasuk persiapan untuk perang dingin atau perang berdarah di masa depan.

Dalam konteks ini, Visit Agenda tidak hanya menjadi alat diplomasi tetapi juga instrumen untuk membangun solidaritas dengan gerakan-gerakan anti-Zionis di wilayah lain. Pemimpin Iran, ayatullah Ali Khamenei, telah menegaskan bahwa rezim Zionis adalah musuh utama yang harus dihancurkan, dan Visit Agenda bertujuan memperkuat argumen ini di mata dunia. Namun, keberhasilan Visit Agenda bergantung pada dukungan dari negara-negara sekutu, termasuk kelompok gerilya yang terlibat dalam konflik.

Dengan semakin memanasnya situasi, Visit Agenda menjadi jawaban Iran terhadap kebijakan AS yang dianggap sebagai ancaman terhadap kemerdekaannya. Meskipun terdapat harapan untuk menemukan solusi melalui dialog, pernyataan keras dari kedua pihak menunjukkan bahwa perang penuh tidak akan segera berakhir. Visit Agenda sekarang menjadi bagian dari strategi Iran untuk memastikan bahwa rezim Zionis tidak bisa memperoleh keuntungan tanpa menanggung konsekuensi yang serupa.

Join the discussion