Latest Update: KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Latest Update: KH Hasanuddin Kriyani Diangkat Sebagai Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Latest Update – Jakarta, Republika.CO.ID – Pondok Buntet Pesantren, yang
Latest Update: KH Hasanuddin Kriyani Diangkat Sebagai Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Latest Update – Jakarta, Republika.CO.ID – Pondok Buntet Pesantren, yang terletak di Cirebon, Jawa Barat, resmi mengangkat KH Hasanuddin Kriyani sebagai sesepuh baru dalam sebuah acara yang diadakan dalam rangka memperingati 40 hari wafat KH Adib Rofiuddin Izza. Proses penetapan ini tidak hanya melibatkan kesepakatan musyawarah, tetapi juga didasarkan pada doa dan petunjuk spiritual dari Dewan Sepuh yang menangani amanah kepemimpinan pesantren.
Latest Update menyebutkan bahwa keputusan mengangkat KH Hasanuddin Kriyani sebagai sesepuh diambil setelah serangkaian upacara ritual yang penuh makna. Acara tersebut dihadiri oleh para masyayikh, santri, alumni, serta keluarga besar Pondok Buntet Pesantren. Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, Dewan Sepuh menegaskan bahwa proses pemilihan sesepuh bukan hanya soal diskusi, tetapi juga doa serta harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memastikan keputusan yang tepat.
Peran Sesepuh dalam Dinamika Kepemimpinan Spiritual
Pemilihan sesepuh di Pondok Buntet Pesantren dianggap sebagai bagian penting dalam mempertahankan tradisi dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan oleh pendiri pesantren. KH Hasanuddin Kriyani, yang sebelumnya telah menjabat sebagai salah satu masyayikh, kini mendapatkan posisi yang lebih strategis sebagai sesepuh. Jabatan ini dianggap memiliki tanggung jawab spiritual yang lebih luas, termasuk membimbing pengembangan pesantren dalam konteks kekinian.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada KH Hasanuddin Kriyani. Sebagai sesepuh, beliau diharapkan menjadi penjaga keberlanjutan tradisi spiritual pesantren ini,” ujar KH Amiruddin, salah satu anggota Dewan Sepuh, dalam Latest Update yang dilaporkan dari Cirebon, Sabtu (11/7/2026).
Dewan Sepuh memiliki peran khusus dalam menentukan arah kepemimpinan spiritual Pondok Buntet Pesantren. Mereka memastikan bahwa setiap pemilihan sesepuh dilakukan secara transparan dan berdasarkan pertimbangan ilmu serta kebijaksanaan. KH Hasanuddin Kriyani dikenal sebagai ulama yang memiliki pengalaman luas dalam pendidikan keagamaan, sehingga dianggap mampu memimpin pesantren dengan visi yang jelas.
Proses Pemilihan Sesepuh yang Diawali dengan Shalat Istikharah
Pemilihan sesepuh dilakukan dengan penuh ritual, termasuk shalat istikharah yang diadakan sebelum pengambilan keputusan akhir. Latest Update menyebutkan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Dewan Sepuh untuk memperkuat keterlibatan spiritual dalam setiap tahap pengambilan keputusan. Dalam acara tersebut, keputusan diambil setelah semua pihak sepakat bahwa KH Hasanuddin Kriyani layak menjadi bagian dari jajaran sesepuh yang bertugas menjaga keharmonisan internal pesantren.
Dewan Sepuh juga menegaskan bahwa jabatan sesepuh bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan pesantren tetap menjadi pusat pengembangan ilmu dan iman. KH Ade Moh Nasih, salah satu anggota Dewan Sepuh, menjelaskan bahwa upacara ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman.
“Dengan adanya KH Hasanuddin Kriyani sebagai sesepuh, kami percaya bahwa Pondok Buntet Pesantren akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” kata KH Ahmad Syukrie Said, yang baru saja bergabung sebagai anggota Dewan Sepuh.
Pengangkatan KH Hasanuddin Kriyani ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kepengurusan Dewan Sepuh yang baru. Selain KH Hasanuddin, dua ulama lain—KH Ahmad Syukrie Said dan KH Ade Moh Nasih—juga resmi menjadi anggota. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam memperkaya dinamika pengambilan keputusan dan memperluas wawasan santri dalam berbagai aspek kehidupan.
Dalam konteks Latest Update ini, Pondok Buntet Pesantren menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas pendidikan dan pengembangan budaya keagamaan. KH Hasanuddin Kriyani, yang juga dikenal sebagai pengajar dan penulis kitab-kitab klasik, diharapkan mampu menginspirasi generasi muda dengan cara yang modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.
