Skip to content
News

Historic Moment: KH Zulfa Mustofa Siap Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

di Muktamar ke-35 Historic Moment kembali terjadi dalam sejarah Nahdlatul Ulama (NU) ketika KH Zulfa Mustofa secara resmi menyatakan siap menjadi salah satu

Historic Moment: KH Zulfa Mustofa Siap Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Kh Zulfa Mustofa Siap Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Historic Moment kembali terjadi dalam sejarah Nahdlatul Ulama (NU) ketika KH Zulfa Mustofa secara resmi menyatakan siap menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35. Meski mengakui tidak memiliki keinginan pribadi untuk memegang jabatan tertinggi di organisasi Islam terbesar itu, Kiai Zulfa menegaskan kesediaannya menerima kepercayaan jika aspirasi dari pengurus NU di daerah mengarah pada pencalonannya. “Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (tanggal spesifik).

Muktamar ke-35: Pemilihan yang Membawa Perubahan

Proses pemilihan Ketua Umum PBNU yang akan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026, semakin mendekati puncaknya. Muktamar ini menjadi momen penting untuk menentukan arah kebijakan dan strategi organisasi dalam menghadapi tantangan era kini. Di tengah persiapan tersebut, sejumlah nama kandidat mulai mencuat, salah satunya KH Zulfa Mustofa. Historic Moment ini tidak hanya seputar nama-nama yang diusung, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat Nahdliyin terhadap visi dan misi yang diusung oleh calon ketum.

“Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Aab, Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Gus Aab menegaskan bahwa dorongan untuk mengusung Kiai Zulfa berasal dari keinginan untuk menciptakan perubahan di tubuh PBNU. Menurutnya, perbaikan sistem dan kinerja organisasi menjadi prioritas, dan Kiai Zulfa dianggap sebagai tokoh yang mampu memimpin transformasi ini. “Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang dibutuhkan NU saat ini,” lanjut Gus Aab, memberi penjelasan bahwa Historic Moment ini juga mencerminkan harapan masyarakat akan kepemimpinan yang lebih inklusif dan dinamis.

Komitmen dan Visi Kiai Zulfa Mustofa

Sebagai tokoh yang diusung dalam Historic Moment ini, Kiai Zulfa Mustofa memiliki latar belakang yang kuat sebagai ulama dan aktivis NU. Ia dikenal sebagai figure yang aktif dalam berbagai kegiatan dakwah dan pengembangan organisasi. Kepemimpinan di PBNU, menurut Kiai Zulfa, harus mampu memperkuat sinergi antara kepengurusan pusat dan daerah, serta meningkatkan peran PBNU dalam menjaga keutuhan bangsa dan agama. “Saya ingin memastikan bahwa PBNU tetap menjadi roda penggerak dalam dunia Islam Indonesia,” ujarnya, menegaskan komitmen untuk memperkuat organisasi melalui kepemimpinan yang lebih dekat dengan kebutuhan anggota.

Di sisi lain, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas, menyatakan bahwa aspirasi untuk mengusung Kiai Zulfa berasal dari berbagai tingkatan kepengurusan. “Aspirasi dari pengurus cabang dan wilayah terus bermunculan sebelum Muktamar,” ujarnya. Meski Kiai Zulfa belum secara resmi mendeklarasikan diri, dukungan yang masuk menunjukkan bahwa Historic Moment ini memiliki potensi besar untuk mengubah arah PBNU. Taufik Damas juga menekankan bahwa proses pemilihan tetap berjalan secara demokratis, dengan keputusan akhir bergantung pada suara para pemilik mandat.

Analisis dari sejumlah pakar menunjukkan bahwa Historic Moment dalam pemilihan ketum PBNU ini akan menjadi batu loncatan untuk menghadapi dinamika politik dan sosial di Indonesia. Dengan berbagai isu seperti keterlibatan NU dalam isu keagamaan, kesejahteraan masyarakat, dan peran dalam pendidikan, kepemimpinan yang baru akan diuji dalam menghadapi berbagai tantangan. “Kiai Zulfa diharapkan bisa menjadi penyeimbang antara kekonservatifan dan modernisasi dalam PBNU,” kata seorang peneliti agama. Konsistensi dalam menjalankan peran dan keberhasilan dalam memimpin, menjadi kunci dalam Historic Moment ini.

“Muktamar ke-35 tidak hanya tentang penggantian kepemimpinan, tetapi juga tentang menentukan visi masa depan NU. Kiai Zulfa memiliki kapasitas untuk mewujudkan hal itu,” tambah peneliti tersebut.

Dengan semangat Historic Moment, NU diharapkan mampu menunjukkan peran pentingnya dalam menghadapi berbagai isu keagamaan dan sosial yang ada. Kiai Zulfa Mustofa, sebagai salah satu kandidat, menjadi pilihan yang menarik karena memiliki pengalaman dan kompetensi dalam mengelola organisasi serta membangun konsensus antar pemangku kepentingan.

Join the discussion