Skip to content
News

Key Strategy: Kemenag Rejang Lebong Gelar Bimtek, Tingkatkan Akurasi Penentuan Arah Kiblat

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

ihan untuk Meningkatkan Akurasi Arah Kiblat Key Strategy menjadi fokus utama Kementerian Agama (Kemenag) Rejang Lebong dalam menggelar pelatihan teknis untuk

Key Strategy: Kemenag Rejang Lebong Gelar Bimtek, Tingkatkan Akurasi Penentuan Arah Kiblat

Strategi Utama: Kemenag Rejang Lebong Menggelar Pelatihan untuk Meningkatkan Akurasi Arah Kiblat

Key Strategy menjadi fokus utama Kementerian Agama (Kemenag) Rejang Lebong dalam menggelar pelatihan teknis untuk meningkatkan akurasi penentuan arah kiblat. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Rejang Lebong, Rahman Umar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI. Tujuan utama dari Key Strategy ini adalah memperkuat kemampuan teknis peserta, termasuk imam, ustadz, dan warga, dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat. Pelatihan ini juga dirancang untuk menyiapkan kegiatan Rashdul Kiblat yang akan digelar secara nasional pada 15–16 Juli 2026, sebagai langkah penting dalam menjaga keharmonisan ibadah umat Islam.

Penentuan Arah Kiblat dengan Metode Ilmiah

Key Strategy dalam pelatihan ini melibatkan penggunaan metode ilmiah yang berdasarkan ilmu falak. Dalam wawancara di Rejang Lebong, Sabtu, Rahman Umar menegaskan bahwa metode ini tidak hanya bergantung pada alat ukur konvensional, tetapi juga memanfaatkan posisi matahari secara langsung. Teknik ini dianggap lebih presisi karena mengurangi risiko kesalahan yang mungkin terjadi akibat penggunaan kompas atau metode lain yang kurang akurat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memastikan keseragaman dalam penentuan arah kiblat di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai narasumber, Ridho Kimura, dosen Ilmu Falak IAIN Curup, menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat terjadi dua kali setiap tahun, yaitu di bulan Mei dan Juli. Untuk tahun 2026, kegiatan ini akan berlangsung pada 15–16 Juli pukul 16.27 WIB. Metode penentuan arah kiblat selama fenomena ini menggunakan teknik sederhana, seperti tongkat lurus atau benang berbeban, yang ditancapkan di tempat datar. Dengan demikian, peserta bisa memverifikasi arah kiblat berdasarkan posisi matahari yang berada di atas Kaaba, momen yang dianggap paling ideal untuk mengukur keakuratan penunjuk.

Key Strategy dalam pelatihan ini juga menekankan pentingnya partisipasi aktif peserta. Rahman Umar mengatakan bahwa pelatihan dilakukan secara intensif selama beberapa hari untuk memastikan semua peserta memahami konsep-konsep dasar ilmu falak dan metode pengukuran yang tepat. Kegiatan ini menargetkan sekitar 30 ribu titik pengamatan di Provinsi Bengkulu, yang akan digunakan sebagai referensi dalam menentukan arah kiblat secara nasional. Dengan Key Strategy ini, Kemenag berharap masyarakat lebih mudah memahami prinsip-prinsip penentuan arah kiblat yang diakui secara internasional.

Manfaat dan Dampak Pelatihan Arah Kiblat

Meningkatkan akurasi penentuan arah kiblat adalah bagian dari Key Strategy Kemenag Rejang Lebong dalam memperkuat kesadaran keagamaan masyarakat. Rahman Umar menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak besar, karena memastikan shalat dan ritual keagamaan lainnya dilakukan sesuai dengan prinsip yang benar. Akurasi dalam penunjuk arah kiblat juga diperlukan untuk mengurangi kesalahan yang bisa terjadi, terutama di daerah dengan keterbatasan akses ke alat ukur modern.

Key Strategy dalam pelatihan ini melibatkan pembelajaran praktis, mulai dari konsep dasar hingga teknik pengukuran. Peserta diberikan penjelasan tentang cara menghitung waktu dan posisi matahari yang tepat, serta bagaimana memastikan sudut 90 derajat antara objek pengukuran dan tanah. Teknik ini tidak hanya berguna saat Rashdul Kiblat, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami metode ilmiah ini, umat Islam dapat melakukan ibadah dengan lebih tepat, sekaligus memperkuat keimanan mereka melalui keseriusan dalam menjalankan ritual.

Pelatihan ini menjadi bagian dari Key Strategy Kemenag Rejang Lebong dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan kegiatan keagamaan. Rahman Umar menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan pelatihan yang terstruktur, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis. Pelatihan ini juga diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif dalam memantau dan mengamati fenomena alam yang berhubungan dengan ibadah. Dengan demikian, Key Strategy ini menjadi langkah strategis dalam menjaga konsistensi dan keakuratan arah kiblat di lingkungan masyarakat.

Join the discussion