Skip to content
News

Special Plan: BPBD Makassar Bentuk 15.520 Relawan Kencana-Kaltana, Siapkan SDM Tangguh Bencana

Patricia Williams - kabarteras.com 3 mins read

Special Plan: BPBD Makassar Bentuk 15.520 Relawan Kencana-Kaltana untuk Siapkan SDM Tangguh Bencana Program Kesiapsiagaan Bencana Dicanangkan dalam Special

Special Plan: BPBD Makassar Bentuk 15.520 Relawan Kencana-Kaltana, Siapkan SDM Tangguh Bencana

Special Plan: BPBD Makassar Bentuk 15.520 Relawan Kencana-Kaltana untuk Siapkan SDM Tangguh Bencana

Program Kesiapsiagaan Bencana Dicanangkan dalam Special Plan

Special Plan – Dalam upaya meningkatkan ketahanan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar meluncurkan Special Plan yang bertujuan membentuk 15.520 relawan Kencana-Kaltana. Langkah ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberdayaan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Special Plan ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang kota Makassar dalam mewujudkan masyarakat yang siap dan tangguh di hadapan krisis alam.

Acara peluncuran program ini dilaksanakan dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026 di kawasan MNEK. Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan SDM. ‘Kami ingin menciptakan dua lapis pertahanan: masyarakat melalui relawan Kencana-Kaltana dan generasi muda melalui lulusan yang kompeten dalam penanggulangan bencana,’ katanya. Program ini dicanangkan untuk memastikan bahwa kekuatan kota tidak hanya tergantung pada alat berat atau teknologi, tetapi juga pada kemampuan manusia.

Program Pendidikan Kebencanaan di Perguruan Tinggi

Kolaborasi dengan 13 perguruan tinggi menjadi elemen kunci dalam Special Plan BPBD Makassar. Fadli Tahar menyatakan bahwa pelatihan kebencanaan akan diintegrasikan ke dalam kurikulum akademik dengan bobot 2–4 SKS. Hal ini bertujuan agar mahasiswa terlatih secara komprehensif dalam bidang mitigasi, manajemen bencana, dan teknik penyelamatan. ‘Melalui kerja sama ini, kami harap muncul 13.000 calon relawan yang siap bertindak,’ tuturnya. Program pendidikan ini tidak hanya menyiapkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa diterapkan saat keadaan darurat.

“Ketangguhan tidak muncul setelah bencana terjadi, tetapi dijaga sejak sebelumnya,” pungkas Fadli. Hal ini menjadi dasar pemikiran dalam Special Plan yang diterapkan secara sistematis. Selain itu, BPBD Makassar juga memberikan pelatihan teknis seperti medis, penyelamatan vertikal, dan rescue air. Pelatihan ini dilakukan dalam rangka membangun ketangguhan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

Struktur Pelatihan dan Kompetensi Relawan

Dalam Special Plan BPBD Makassar, pembentukan relawan Kencana-Kaltana dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah pelatihan dasar yang mencakup pengetahuan tentang jenis bencana, tata cara evakuasi, dan koordinasi tim tanggap darurat. Tahap kedua melibatkan pelatihan spesialisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah, seperti penyelamatan di lokasi longsor atau banjir. Fadli menekankan bahwa kompetensi relawan harus selaras dengan kondisi geografis dan risiko bencana yang dihadapi Makassar.

BPBD Makassar juga memberikan insentif kepada relawan yang terlibat dalam Special Plan ini. Insentif tersebut berupa pelatihan tambahan, sertifikat kompetensi, dan pengakuan formal sebagai bagian dari SDM tangguh. ‘Insentif ini diharapkan mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat,’ jelas Fadli. Selain itu, program ini dilengkapi dengan sistem pengawasan dan evaluasi rutin untuk memastikan efektivitas pelatihan dan kesiapan relawan.

Kesiapan Masyarakat dalam Special Plan

Special Plan BPBD Makassar tidak hanya berfokus pada pelatihan formal, tetapi juga pada penguatan kesadaran masyarakat tentang bencana. Selain itu, program ini menekankan pentingnya partisipasi aktif dari warga Makassar dalam kegiatan simulasi dan latihan kesiapsiagaan. ‘Masyarakat adalah elemen utama dalam Special Plan ini, karena mereka yang pertama kali bertindak saat bencana terjadi,’ tambah Fadli. Untuk itu, BPBD Makassar menyiapkan berbagai kegiatan seperti pelatihan sederhana di tingkat RT/RW dan kampanye sosialisasi melalui media lokal.

Program ini juga dilengkapi dengan pengembangan sumber daya manusia secara berkala. Setiap tahun, BPBD Makassar akan melakukan evaluasi terhadap keberhasilan Special Plan dan menyesuaikan strategi berdasarkan data yang diperoleh. ‘Kita harus terus belajar dari pengalaman dan meningkatkan kemampuan relawan secara terus-menerus,’ ujarnya. Dengan adanya Special Plan ini, diharapkan Makassar menjadi contoh kota yang memiliki SDM tangguh bencana.

Join the discussion