Skip to content
News

Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar Tradisional – Anggaran Rp20 Miliar

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

i 16 Pasar Tradisional dengan Anggaran Rp20 Miliar Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar Tradisional - Pemkot Surabaya meluncurkan inisiatif revitalisasi

Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar Tradisional – Anggaran Rp20 Miliar

Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar Tradisional dengan Anggaran Rp20 Miliar

Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar Tradisional – Pemkot Surabaya meluncurkan inisiatif revitalisasi terhadap 16 pasar tradisional di Kota Pahlawan. Proyek ini dianggarkan sebesar Rp20 miliar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, fasilitas, serta tata letak pasar. Tujuan utamanya adalah memastikan pasar tradisional tetap relevan dan kompetitif di tengah perkembangan pasar modern, sambil meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Revitalisasi ini dilakukan secara bertahap, dengan beberapa lokasi sudah mencapai tahap penyelesaian akhir.

Progres Revitalisasi Pasar Tradisional Surabaya

Dalam pelaksanaannya, revitalisasi 16 pasar tradisional di Surabaya menjangkau berbagai area strategis, termasuk Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan. Setiap pasar dianggarkan sesuai dengan kebutuhan lokal, dengan penekanan pada peningkatan aksesibilitas dan fasilitas pendukung. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah penyediaan area parkir yang lebih luas, serta penataan ulang ruang dagang agar lebih terorganisir.

Pembangunan revitalisasi ini dimulai berdasarkan rencana kerja yang telah direncanakan Pemkot Surabaya. Sejumlah pasar, seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Kembang, telah menyelesaikan tahap konstruksi utama. Sementara itu, Pasar Simogunung dan Pasar Babaan Baru sedang dalam proses penyelesaian akhir. Proyek ini tidak hanya fokus pada penampilan fisik pasar, tetapi juga mencakup perbaikan sistem sanitasi, drainase, dan utilitas kota, serta penerapan standar modern dalam pengelolaan pasar.

“Revitalisasi ini adalah bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memperkuat ekosistem perdagangan lokal dan meningkatkan daya saing pasar tradisional,” tutur Iman, perwakilan Pemkot Surabaya. Ia menambahkan bahwa kegiatan revitalisasi juga bertujuan untuk menekan masalah tumpahnya pedagang ke area sekitar, sehingga mengurangi gangguan terhadap lalu lintas kota.

Peningkatan Kualitas dan Fasilitas Pendukung

Sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur, Pemkot Surabaya menambahkan beberapa fasilitas khusus di pasar yang direvitalisasi. Misalnya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan alat penyaring minyak untuk mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, penataan ruang perdagangan melibatkan pembangunan sentra pemotongan unggas dan penyediaan tempat sampah yang lebih efektif. Tidak hanya itu, fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tangan dan pencahayaan yang lebih baik juga menjadi prioritas dalam proyek ini.

Pemkot Surabaya berharap revitalisasi pasar tradisional dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan secara keseluruhan. Dengan tata letak yang lebih terencana, pedagang diharapkan memiliki ruang yang lebih nyaman untuk berjualan, sementara pengunjung dapat menikmati pengalaman belanja yang lebih efisien. Selain itu, keberadaan pasar tradisional yang lebih modern diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen, termasuk generasi muda, untuk tetap memilih belanja di lokasi tersebut.

“Revitalisasi pasar tradisional juga bertujuan untuk menjaga fungsi sosial pasar sebagai pusat ekonomi komunitas,” jelas Iman. Ia menekankan bahwa pasar bukan hanya tempat berdagang, tetapi juga wadah kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Dengan perbaikan infrastruktur, pasar tradisional diperkirakan akan lebih mampu menyeimbangkan antara kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan usaha pedagang.

Komitmen Pemkot Surabaya untuk membangun pasar tradisional yang lebih baik semakin diperkuat dengan berbagai inovasi dalam pengelolaan. Selain perbaikan fisik, proyek ini juga melibatkan pelatihan bagi pedagang tentang manajemen usaha dan penerapan standar kebersihan. Tidak hanya itu, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan revitalisasi ini. Dengan kesadaran bersama, Pemkot Surabaya berharap pasar tradisional dapat tetap menjadi bagian dari kehidupan ekonomi kota, sambil tetap beradaptasi dengan perubahan zaman.

Join the discussion