Special Plan: Terungkap, Kuil Raksasa 2.500 Tahun Terkubur di Gurun Mesir, Ini Rahasianya
Special Plan: Kuil Raksasa 2500 Tahun Terkubur di Gurun Mesir, Ini Rahasianya Special Plan - Sebuah penemuan luar biasa baru-baru ini terungkap dalam rangka
Special Plan: Kuil Raksasa 2500 Tahun Terkubur di Gurun Mesir, Ini Rahasianya
Special Plan – Sebuah penemuan luar biasa baru-baru ini terungkap dalam rangka Special Plan arkeologi Mesir, yang membuka kembali tabir sejarah peradaban kuno di wilayah Gurun Barat. Tim peneliti dari Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir mengungkap kompleks kuil dan struktur keagamaan berusia sekitar 2.500 tahun, yang berada di Oasis Bahariya—lokasi strategis sekitar ratusan kilometer dari Kairo. Penemuan ini menegaskan pentingnya Special Plan dalam menjelajahi kekayaan sejarah yang tersembunyi di tengah perut gurun.
Mystery of the Lost Temple
Temuan tersebut diumumkan pada Jumat (20/6), di mana Misi Arkeologi Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities/SCA) berhasil menemukan elemen arsitektur yang sangat berharga, termasuk ruangan dengan dinding berbahan batu pasir dan balok yang bertuliskan nama Raja Psamtik I. Selain itu, para peneliti juga mengungkap berbagai artefak yang menjadi bukti penting tentang kehidupan masyarakat kuno di kawasan tersebut.
Salah satu bagian terpenting dari penemuan ini adalah aula hipostil utama yang didukung oleh 16 kolom batu raksasa. Struktur ini menunjukkan kemegahan arsitektur Mesir kuno yang tersembunyi selama berabad-abad. Dalam Special Plan ini, para arkeolog juga menemukan teks hieroglif kuno yang menyebutkan dewa-dewi utama, seperti Amun-Ra, Amunet, dan Khonsu, yang membuktikan bahwa kawasan Bahariya Oasis pernah menjadi pusat keagamaan yang signifikan.
Significance of the Discovery
“Temuan ini memberikan bukti baru mengenai peran strategis Oasis Bahariya dalam sejarah Mesir kuno,” ujar Sekretaris Jenderal SCA, Hisham Elleithy. Menurutnya, kompleks kuil tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi salah satu pusat administrasi utama yang digunakan selama berbagai periode sejarah, termasuk dalam rangka Special Plan arkeologi yang dijalankan selama beberapa dekade.
Artefak dari Raja Amenhotep II Dinasti ke-18 dan benda-benda dari masa Raja Ramses II menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki hubungan erat dengan pusat kekuasaan Mesir. Keberadaan stela prasasti batu yang ditemukan dalam Special Plan ini memberikan gambaran lebih jelas tentang interaksi antara Bahariya Oasis dan Dinasti Dinasti ke-26, yang memperkuat hipotesis bahwa kawasan tersebut pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang berpengaruh.
Penemuan ini menjadi titik balik dalam pemahaman tentang peradaban Mesir kuno di wilayah gurun. Dalam rangka Special Plan, tim peneliti juga mengungkap bahwa pembangunan aula utama kuil dimulai pada masa pemerintahan Raja Psamtik I, lalu diselesaikan oleh Ahmose II (Amasis) dan Raja Wahibre (Apries). Fakta ini menunjukkan kemampuan arsitektur dan perencanaan yang sangat canggih pada masa itu.
