Skip to content
News

VARgentina – Saat Teknologi Dianggap Menodai Piala Dunia

Jennifer Brown - kabarteras.com 2 mins read

VARgentina, Tim yang Dinilai Memperoleh Keuntungan dari Teknologi VARgentina - Sejumlah penggemar sepak bola kini mempertanyakan apakah Argentina selama

VARgentina – Saat Teknologi Dianggap Menodai Piala Dunia

VARgentina, Tim yang Dinilai Memperoleh Keuntungan dari Teknologi

VARgentina – Sejumlah penggemar sepak bola kini mempertanyakan apakah Argentina selama perjalanan di Piala Dunia 2026 mendapat keputusan yang lebih berpihak, sehingga menyebut skuad tersebut sebagai “VARgentina.” Apakah penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) benar-benar memberikan keuntungan bagi tim yang dianggap lebih kuat oleh Lionel Messi?

Analisis Data Mengungkap Fakta

Sebuah studi berdasarkan data statistik menunjukkan hubungan Argentina dengan VAR yang menarik. Grafik yang dibuat oleh NetSI Sport dan diterbitkan oleh Northeastern Global News menampilkan tim-tim yang paling banyak menerima keputusan VAR (warna biru) serta yang paling sedikit (warna merah) sepanjang turnamen.

Menurut grafik yang dirilis pada 11 Juli—sebelum Argentina mengalahkan Swiss di perempat final—dari semua tim yang mencapai babak tersebut, hanya Argentina yang tidak satu pun pelanggarannya diperiksa oleh VAR. Justru, tim asuhan Messi menjadi yang paling sering memperoleh manfaat dari peninjauan VAR atas kesalahan lawan.

Keputusan Kontroversial dalam Pertandingan Kontra Swiss

Dalam laga melawan Swiss, Argentina kembali mendapat keuntungan setelah VAR memutuskan untuk mengubah hukuman kartu kuning terhadap pemain Swiss Breel Embolo. Keputusan ini mengakibatkan pemain tersebut diusir dari lapangan.

“Mengapa Argentina dan Meksiko memuncaki daftar ini?” tanya Brennan Klein, direktur riset dari Northeastern NetSI Sport. “Mereka berada di puncak karena wasit mengabaikan pelanggaran yang menurut VAR seharusnya diberi hukuman. Hanya butuh satu langkah kecil untuk beralih ke anggapan: ‘Mereka bias melawan tim saya atau memihak tim itu’.”

Kontroversi terus berkembang, terutama di kalangan pendukung yang mengklaim FIFA memihak Argentina. Mantan wasit FIFA Christina Unkel mengatakan kebijakan VAR memicu perselisihan baru mengenai persepsi keadilan pertandingan. Menurutnya, keputusan wasit dalam pertandingan Argentina memperkuat keluhan suporter.

Kontroversi mencapai puncak saat Argentina mengalahkan Swiss di perempat final. Dalam pertandingan tersebut, Breel Embolo diusir setelah menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi. Keputusan ini dianggap “tidak dapat diterima” oleh pelatih Swiss, Murat Yakin.

Saat dimintai respons pada Senin, 13 Juli 2026, FIFA merujuk pada wawancara dengan Pierluigi Collina, ketua Komite Wasit FIFA. Dalam wawancara tersebut, Collina membantah tuduhan bahwa Argentina diuntungkan oleh wasit dalam pertandingan kontra Mesir di babak 16 besar.

Join the discussion