Skip to content
Khazanah

What Happened During: HUT Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur

Betty Thomas - kabarteras.com 3 mins read

What Happened During HUT Bhayangkara ke-80: Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur What Happened During kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Kapolri

What Happened During: HUT Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur

What Happened During HUT Bhayangkara ke-80: Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur

What Happened During kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam mantan Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal sebagai Gus Dur, di Jombang, Jawa Timur. Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang dirayakan pada 1 Juli 2026, mengenang jasa-jasa institusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan stabilitas bangsa. Selain itu, Kapolri juga ingin memperingati peran penting Gus Dur dalam perjalanan reformasi Indonesia, terutama dalam upaya memperkuat kemandirian Polri.

Peran Gus Dur dalam Reformasi

What Happened During ziarah tersebut, Kapolri mengenang kontribusi Gus Dur sebagai tokoh nasional yang memainkan peran krusial dalam era reformasi. Sebagai Presiden ke-4 RI periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001, Gus Dur dikenal sebagai pendukung utama pemisahan fungsi TNI dan Polri secara konstitusional, melalui TAP MPR No. VI/2000. Hal ini menjadi penanda penting dalam memperjelas peran kedua lembaga keamanan nasional, memastikan Polri bisa beroperasi secara mandiri dan profesional.

Dalam konteks What Happened During perayaan Bhayangkara ke-80, ziarah ke makam Gus Dur dianggap sebagai penghargaan terhadap nilai-nilai reformasi yang diperjuangkan beliau. Kapolri menegaskan bahwa penghormatan ini juga bertujuan mengingatkan kembali pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan berakar pada prinsip demokrasi. “Gus Dur memberikan pengaruh besar dalam membangun institusi kepolisian yang tidak hanya mengayomi masyarakat, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keadilan,” kata Johnny Eddizon Isir, Kadivhumas Polri, dalam siaran pers yang diterima Sabtu, 20 Juni 2026.

Pelaksanaan Ziarah dan Simbolisme

Ziarah ke makam Gus Dur di Jombang dilakukan dengan penuh kesopanan oleh Kapolri dan rombongan. Ia memakai peci sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang semangat perjuangan tokoh kelahiran 25 April 1940 ini. Selama doa bersama, Kapolri juga menaburkan bunga di pusara Gus Dur, mengisyaratkan penghargaan terhadap jasa-jasa beliau.

Kehadiran Kapolri di Tebuireng, tempat Gus Dur berdakwah, menunjukkan hubungan erat antara institusi kepolisian dan dunia keagamaan. Pengasuh pesantren, Abdul Hakim Machfudz, langsung menyambut Kapolri dan memberikan surban sebagai tanda kehormatan. “Ini menegaskan bahwa peran Gus Dur tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam membentuk karakter bangsa yang berakar pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” tambah Machfudz.

What Happened During ziarah ini juga menyoroti pengaruh Gus Dur dalam mengubah wajah kepolisian Indonesia. Kapolri menekankan bahwa sosok Gus Dur menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam memperkuat identitas nasional dan membangun masyarakat yang lebih harmonis. “Banyak aspek dari kebijakan Gus Dur masih relevan hingga saat ini, terutama dalam menjaga keharmonisan antara institusi dan masyarakat,” jelas Kapolri dalam sesi diskusi di sela-sela ziarah.

Pengembangan Makna Perayaan Bhayangkara

Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 yang diiringi ziarah ke makam Gus Dur memiliki makna lebih dalam. Selain menghormati sejarah, acara ini juga menjadi ajang refleksi terhadap visi dan misi Polri dalam era reformasi. Kapolri menekankan bahwa polri harus terus beradaptasi dengan dinamika sosial yang berubah, tetapi tetap berpegang pada prinsip konsistensi dan keterbukaan.

What Happened During ziarah tersebut memperkuat hubungan antara Polri dan tokoh-tokoh nasional yang berpengaruh. Gus Dur, dengan sifatnya yang demokratis dan inklusif, menjadi simbol perubahan besar dalam politik dan keamanan Indonesia. Kapolri menyatakan bahwa ziarah ini adalah bagian dari upaya membangun semangat kolaborasi antara institusi kepolisian dan elemen masyarakat.

Join the discussion