Visit Agenda: Iran Gempur Fasilitas Militer AS di Oman, Suriah, dan Yordania
Visit Agenda: Iran Serang Fasilitas Militer AS di Tiga Wilayah Visit Agenda - Pada 17 Juli 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan bahwa pasukan
Visit Agenda: Iran Serang Fasilitas Militer AS di Tiga Wilayah
Visit Agenda – Pada 17 Juli 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan bahwa pasukan militer Iran telah melakukan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Oman, Suriah, dan Yordania. Operasi ini dilaporkan sebagai bagian dari Visit Agenda untuk memperkuat kehadiran militer Iran dan merespons tindakan AS yang terus-menerus di kawasan tersebut.
“Serangan yang dilakukan pasukan IRGC di Salamah dan Pulau Ghanam, Oman, adalah salah satu langkah strategis dalam Visit Agenda mereka,” kata pernyataan resmi IRGC. Aksi ini dilakukan dalam rangka Operasi Nasr-2, yang merupakan gelombang serangan udara ke-13 sejak dimulai pada awal tahun 2025.
Perkembangan di Suriah
Sehari setelah serangan di Oman, Iran mengarahkan operasi ke At Tanf, wilayah barat daya Suriah, yang menjadi pusat komando operasi khusus AS. Serangan ini menargetkan sistem radar militer, unit helikopter, dan posisi lainnya, mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur AS. Menurut laporan militer, beberapa personel AS terluka dalam aksi tersebut.
Kasus ini dipicu oleh serangan udara AS di Iranshahr, timur tengah Iran, yang menewaskan tujuh anggota pasukan Iran. Visit Agenda Iran bertujuan untuk menegaskan dominasi militer di wilayah utara, dengan memanfaatkan kekuatan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) untuk menghancurkan target penting.
Yordania dan Serangan Rudal
Dalam Visit Agenda terbaru, Iran juga menargetkan fasilitas militer AS di Yordania. Serangan menggunakan rudal balistik dan drone menghancurkan sebagian besar pesawat pengisi bahan bakar serta jet tempur yang disiapkan di sana. Menurut keterangan resmi, operasi ini mempercepat kekacauan di kawasan Timur Tengah dan menunjukkan kemampuan Iran dalam mengkoordinasikan tindakan di berbagai lokasi.
Menurut sumber militer, serangan di Yordania adalah tindak lanjut dari serangan-serangan sebelumnya di Oman dan Suriah. Operasi ini menekankan kemampuan Iran untuk memperluas keberadaan militer secara simultan, tanpa mengurangi fokus pada keamanan regional.
Visit Agenda Iran selama ini dianggap sebagai strategi untuk menantang kekuatan AS di kawasan Timur Tengah. Dengan menghancurkan radar dan fasilitas militer AS, Iran mencoba mengurangi kemampuan pengawasan dan respons AS terhadap operasi militer di wilayah lain. Selain itu, serangan ini juga diharapkan memicu ketegangan lebih lanjut di antara negara-negara sekutu AS, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Kesepahaman MoU dan Serangan Terbaru
Pada pertengahan Juni 2026, Iran dan AS menandatangani MoU untuk menenangkan konflik militer. Namun, sejak 8 Juli, AS kembali menggelar serangan udara terhadap fasilitas Iran, termasuk kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Tindakan tersebut dianggap sebagai balasan atas Visit Agenda Iran, yang dianggap merusak kemitraan strategis antara kedua negara.
CENTCOM, komando militer AS, mengatakan bahwa serangan di Selat Hormuz dilakukan untuk mempertahankan dominasi laut dan melindungi pengiriman minyak. Meski MoU diumumkan, Visit Agenda Iran tetap berjalan lancar, menunjukkan ketegangan yang tidak sepenuhnya teratasi meskipun ada upaya perdamaian.
