Skip to content
News

Key Strategy: Kemenhub Serahkan 150 Jaket Pelampung untuk Nelayan Muara Angke Demi Budaya Pelayaran Aman

Thomas Martinez - kabarteras.com 3 mins read

n Aman dengan Penyerahan Jaket Pelampung untuk Nelayan Muara Angke Key Strategy menjadi pilar utama dalam upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk

Key Strategy: Kemenhub Serahkan 150 Jaket Pelampung untuk Nelayan Muara Angke Demi Budaya Pelayaran Aman

Kemenhub Dorong Budaya Pelayaran Aman dengan Penyerahan Jaket Pelampung untuk Nelayan Muara Angke

Key Strategy menjadi pilar utama dalam upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di Indonesia. Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan laut, Kemenhub kembali menggelar kegiatan serah terima jaket pelampung kepada nelayan Muara Angke, Jakarta. Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari Key Strategy yang bertujuan mengubah pola pelayaran menjadi lebih aman, terstruktur, dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, Kamis, menyasar 150 jaket pelampung yang diberikan kepada nelayan dan pengelola perahu di wilayah pesisir ini. Dari jumlah tersebut, 50 unit berasal dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), sementara sisanya merupakan bagian dari program nasional Key Strategy yang terus digencarkan. Selain jaket pelampung, bantuan berupa buku Pelaut Merah dan e-pas kecil juga diberikan guna memperkaya pengetahuan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat maritim.

“Jaket pelampung bukan hanya alat pelindung, tapi juga simbol kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran. Dengan Key Strategy ini, kita membangun kesadaran kolektif bahwa aman dalam berlayar adalah prioritas utama,”

jelas Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, dalam sambutannya.

Kepala Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) memberikan penjelasan bahwa jaket pelampung menjadi komponen kunci dalam Key Strategy keselamatan pelayaran. Alat ini didesain untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat seperti kecelakaan kapal, penyelaman, atau cuaca ekstrem. “Kami yakin dengan Key Strategy ini, kecelakaan laut bisa diminimalkan secara signifikan,” tambahnya.

Dalam Key Strategy yang dicanangkan, Kemenhub tidak hanya fokus pada distribusi alat pelindung, tetapi juga memperkuat pelatihan keselamatan laut dan kemitraan dengan pihak terkait. Keberhasilan kampanye ini tergantung pada partisipasi aktif para pemangku kepentingan, seperti operator kapal, nakhoda, awak kapal, dan masyarakat pesisir. “Setiap perahu yang beroperasi harus memenuhi kriteria keselamatan laut sebelum berlayar,” tegas Masyhud.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama, dan Key Strategy ini membantu mendorong kerja sama antara Kemenhub, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta masyarakat maritim lokal,”

tambahnya. Pihak Kemenhub juga memastikan bahwa kegiatan serah terima ini menjadi bagian dari program jangka panjang untuk membangun budaya keselamatan laut yang berkelanjutan.

Kampanye Berkelanjutan: Tanggung Jawab Bersama

Kampanye penyerahan jaket pelampung di Muara Angke bukanlah kegiatan isolasi, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan Kemenhub dalam mewujudkan Key Strategy keselamatan pelayaran. Pada Desember 2025, Kemenhub telah menyalurkan 604 jaket pelampung, 10 bantal penyelamatan, 180 paket sembako, 2.791 buku Pelaut Merah, serta 38 e-pas kecil di TPI Muara Angke sebagai langkah awal.

“Dengan Key Strategy yang terus dilanjutkan, kita bisa menciptakan lingkungan pelayaran yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan. Ini juga membantu masyarakat maritim mengakses sumber daya yang diperlukan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga,”

kata Triono, Plt Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut. Ia menekankan bahwa keberhasilan Key Strategy bergantung pada komitmen dari seluruh pihak terkait.

Kegiatan ini dihadiri oleh 102 peserta, yang terdiri dari perwakilan Kemenhub, instansi daerah, asosiasi nelayan, serta masyarakat maritim lokal. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa Key Strategy keselamatan pelayaran dianggap sebagai prioritas nasional. “Kami berharap program ini menjadi contoh untuk daerah lain dalam membangun budaya keselamatan laut,” ujarnya.

Dalam Key Strategy yang dijalankan, Kemenhub juga melakukan pengecekan kelaikan kapal dan pelatihan keselamatan laut secara berkala. Hal ini bertujuan memastikan bahwa seluruh perahu yang beroperasi di Muara Angke memenuhi standar keselamatan, terutama di musim penghujan atau saat arus laut meningkat. “Kami tidak hanya memberikan alat pelindung, tapi juga memastikan kemampuan para nelayan dalam menghadapi situasi darurat,” jelas Triono.

Kami juga mendorong penggunaan teknologi modern dalam pelayaran, seperti alat komunikasi dan sistem navigasi, sebagai bagian dari Key Strategy ini. Dengan kombinasi pelatihan, bantuan alat, dan kolaborasi antarinstansi, Kemenhub berharap menciptakan lingkungan pelayaran yang aman dan produktif. “Kami akan terus memperluas cakupan Key Strategy ini ke wilayah lain, mulai dari kota besar hingga daerah terpencil,” tegas Triono.

“Budaya keselamatan pelayaran harus diinternalisasi oleh seluruh masyarakat maritim, karena tidak ada aktivitas laut yang lebih penting daripada perlindungan nyawa manusia. Key Strategy ini adalah langkah awal dalam mencapai tujuan tersebut,”

tutup Masyhud. Kegiatan serah terima jaket pelampung ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen nasional dalam keselamatan pelayaran.

Join the discussion