Skip to content
News

Historic Moment: Pemkab Banyuwangi Luncurkan Oasis Wangi, Layanan Konsultasi Kesehatan Daring 24 Jam Nonstop

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

ncurkan Platform Kesehatan Daring 24 Jam Nonstop Historic Moment - Dalam sebuah historic moment , Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan layanan

Historic Moment: Pemkab Banyuwangi Luncurkan Oasis Wangi, Layanan Konsultasi Kesehatan Daring 24 Jam Nonstop

Pemkab Banyuwangi Luncurkan Platform Kesehatan Daring 24 Jam Nonstop

Historic Moment – Dalam sebuah historic moment, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan layanan kesehatan digital yang inovatif, Oasis Wangi. Layanan ini memberikan akses ke konsultasi medis secara daring 24 jam nonstop, menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan daerah. Dengan adanya platform ini, masyarakat dapat meraih bantuan kesehatan kapan saja, tanpa harus menghadiri fasilitas kesehatan secara langsung.

Program Inovatif untuk Masyarakat

Launching Oasis Wangi dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang menegaskan bahwa ini adalah historic moment dalam pengembangan layanan kesehatan di daerah tersebut. Menurut Ipuk, layanan ini berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah keparahan penyakit di tahap awal. Contohnya, orang tua bisa konsultasi tentang kehamilan, sementara pasien penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi bisa diberi panduan pengelolaan kondisi mereka.

“Kami yakin historic moment ini akan mengubah cara warga Banyuwangi mengakses layanan kesehatan. Dengan konsultasi dari rumah, mereka bisa menghindari risiko tertunda pengobatan,” kata Ipuk saat acara peluncuran.

Platform Oasis Wangi didukung oleh Noora Health, organisasi internasional yang fokus pada pelatihan tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini memastikan respons cepat dari dokter dan perawat, bahkan dalam situasi darurat. Selain itu, layanan ini dirancang untuk mengurangi beban di fasilitas kesehatan umum, karena masyarakat bisa mengatasi kebutuhan kesehatan sebelum memerlukan pengobatan di rumah sakit.

WhatsApp Sebagai Alat Utama

Oasis Wangi beroperasi melalui WhatsApp, memudahkan pengguna tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. Seluruh konsultasi bisa diakses secara gratis, membuat layanan ini terjangkau bagi semua kalangan. “Kami memilih WhatsApp karena kepopulerannya dan kemudahan penggunaannya. Ini menjadi solusi yang praktis dan efektif untuk kota modern seperti Banyuwangi,” jelas Anubhav Arora, Executive Director Noora Health Global.

“Konsultasi melalui WhatsApp juga memastikan kejelasan dalam informasi kesehatan. Warga bisa mendapatkan panduan lengkap, mulai dari langkah pencegahan hingga rekomendasi pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Anubhav.

Layanan ini menggabungkan teknologi digital dengan layanan profesional, menjawab tantangan akses kesehatan di daerah terpencil. Pemkab Banyuwangi berharap Oasis Wangi bisa menjadi model bagi daerah lain, mengingat historic moment ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memajukan kesehatan masyarakat melalui inovasi. Selain itu, platform ini juga membuka peluang pengurangan biaya transportasi dan waktu tunggu, yang sangat berarti bagi warga yang mengalami kesulitan pergi ke puskesmas.

Dalam proses uji coba, layanan akan dijalankan di tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Bajulmati (Wongsorejo), Puskesmas Mojopanggung (Banyuwangi Kota), dan Puskesmas Kabat. Uji coba ini bertujuan mengukur keefektifan platform dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pemkab Banyuwangi menargetkan penyebaran Oasis Wangi secara luas, sehingga bisa diakses oleh seluruh penduduk daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menekankan bahwa pelatihan khusus telah dilakukan oleh para tenaga kesehatan untuk memastikan layanan berkualitas. “Masyarakat akan merasakan perbedaan dalam konsultasi kesehatan, karena tim kami siap merespons setiap pertanyaan dengan profesional,” ujar Amir.

“Oasis Wangi adalah historic moment dalam perjalanan kesehatan Banyuwangi. Kami terus berupaya memperbaiki sistem ini untuk menjadi lebih optimal,” tambah Amir, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan organisasi internasional dalam mendorong perubahan.

Join the discussion