Skip to content
News

New Policy: Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta Ikuti Pelatihan Hadapi Wawancara Kerja dari Fakultas Psikologi YARSI

Betty Thomas - kabarteras.com 3 mins read

New Policy: SMK Jakarta Ikuti Pelatihan Wawancara Kerja dari YARSI New Policy - Dalam rangka menerapkan New Policy yang menekankan kesiapan lulusan SMK dalam

New Policy: Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta Ikuti Pelatihan Hadapi Wawancara Kerja dari Fakultas Psikologi YARSI

New Policy: SMK Jakarta Ikuti Pelatihan Wawancara Kerja dari YARSI

New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy yang menekankan kesiapan lulusan SMK dalam dunia kerja, Fakultas Psikologi YARSI mengadakan pelatihan persiapan wawancara kerja bagi 47 siswa kelas XI dan XII SMKN 39 Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi seleksi kerja serta memperkuat etika profesional mereka. New Policy ini menjadi bagian dari upaya melengkapi kurikulum SMK dengan program penguasaan soft skills yang lebih intensif.

Program Pelatihan Dibangun Berdasarkan Evaluasi Kebutuhan Lulusan

Sebelum penyelenggaraan pelatihan, tim Fakultas Psikologi YARSI melakukan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan lulusan SMK di sekitar Jakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 60 persen siswa mengalami kecemasan tinggi saat wawancara kerja, meskipun telah memiliki keahlian teknis yang memadai. New Policy ini dirancang untuk menutup kesenjangan tersebut, dengan fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi dan pola pikir profesional.

Kegiatan pelatihan dibagi menjadi empat sesi utama: pengenalan proses wawancara kerja, strategi menjawab pertanyaan menggunakan metode STAR, simulasi wawancara kerja dengan umpan balik langsung, serta pembelajaran tentang soft skills dan etika kerja. Sesi-sesi ini dirancang secara terstruktur untuk menggabungkan teori dengan praktik langsung, memastikan peserta dapat mengaplikasikan materi secara efektif.

Kesiapan Siswa Meningkat Signifikan Setelah Pelatihan

Berdasarkan hasil evaluasi, kesiapan siswa dalam wawancara kerja meningkat secara signifikan setelah mengikuti program ini. Skor rata-rata mereka naik dari 3,48 menjadi 4,29 pada skala 5, menunjukkan perbaikan dalam sikap percaya diri dan kemampuan menyampaikan diri. New Policy ini juga memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu siswa memahami kelemahan dan kekuatan mereka.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, lulusan SMK di Indonesia mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi, yaitu 9,01 persen, lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA (7,05 persen) dan perguruan tinggi (5,25 persen). New Policy yang diterapkan oleh YARSI bertujuan mempercepat proses adaptasi lulusan SMK ke dunia kerja, sehingga mengurangi risiko keterlambatan masuk pasar tenaga kerja.

Program Kolaborasi Antara SMKN 39 dan Fakultas Psikologi YARSI

SMKN 39 Jakarta, yang berdiri sejak tahun 1970, menyambut antusias kegiatan ini sebagai bagian dari New Policy yang mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan pengembangan keterampilan non-teknis. Sekolah ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri untuk memastikan lulusan terlatih sebelum memasuki dunia kerja. Program pelatihan menjadi bentuk kerja sama terbaru antara SMK dan universitas, dengan harapan mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja dari sektor vokasi.

“Kecemasan saat wawancara kerja sering kali menghambat performa kandidat, bahkan lebih dari kemampuan teknis mereka. New Policy ini memberikan kesempatan untuk melatih siswa secara sistematis, agar mereka siap menghadapi tantangan nyata di pasar kerja,” jelas Sari Zakiah Akmal, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi YARSI, dalam keterangan tertulis.

Menurut peserta pelatihan, metode STAR yang diajarkan menjadi poin utama yang berkesan. Metode ini membantu mereka menyusun jawaban dengan logika dan struktur yang jelas, sehingga lebih mudah menunjukkan capaian dan pengalaman kerja. Keterlibatan langsung dengan simulasi wawancara juga memberikan pengalaman nyata yang bermanfaat, terutama untuk siswa yang jarang menghadapi situasi seperti itu.

Pelatihan Menjadi Langkah Awal Mewujudkan New Policy Pendidikan Vokasi

Dengan New Policy ini, YARSI dan SMKN 39 Jakarta menunjukkan komitmen untuk mengoptimalkan peran SMK dalam sistem pendidikan nasional. Program pelatihan dianggap sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi, yang sebelumnya lebih fokus pada pemahaman teknis daripada soft skills. New Policy ini juga diharapkan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam merancang kurikulum yang lebih holistik.

Kemampuan peserta meningkat 11,5 poin persentase, menunjukkan efektivitas program yang dijalankan. Banyak siswa mengakui bahwa pelatihan ini membantu mereka membangun kepercayaan diri dan mengetahui bagaimana menghadapi berbagai jenis pertanyaan selama wawancara. Dengan New Policy yang diterapkan, SMK dan lembaga pendidikan tinggi berharap mampu menciptakan lulusan yang lebih kompetitif di pasar tenaga kerja.

Join the discussion