Skip to content
News

Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya Kini Bergeser ke Arah Padu Padan Modern

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya - Dalam diskusi seputar perkembangan fesyen Indonesia, Hagai Pakan mengemukakan bahwa masyarakat kini memiliki persepsi baru

Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya Kini Bergeser ke Arah Padu Padan Modern

Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya Bergeser ke Gaya Padu Padan Modern

Kabarteras.com – Dalam diskusi seputar perkembangan fesyen Indonesia, Hagai Pakan mengemukakan bahwa masyarakat kini memiliki persepsi baru terhadap kebaya. Pakaian tradisional yang dulu dianggap kaku dan hanya cocok untuk acara formal, kini berubah menjadi item yang lebih fleksibel. Perubahan ini terlihat dari cara para perancang dan konsumen memadukan kebaya dengan elemen-elemen kontemporer dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Hagai, pergeseran tren ini tidak hanya soal desain, tetapi juga tentang bagaimana kebaya dipadukan. Para pecinta fashion mulai berani mencampurkan potongan klasik dengan gaya yang lebih ceria dan tidak konvensional. Tujuannya jelas, yaitu membuat kebaya tetap relevan tanpa kehilangan identitas aslinya. Pendekatan ini memungkinkan kebaya digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari kegiatan profesional hingga acara santai.

“Kalau sekarang trennya justru lebih di styling-nya. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kebaya klasik dengan padu padan yang nyeleneh, yang kontemporer sehingga bisa relevan untuk berbagai occasion di sehari-hari,” jelas Hagai.

Fleksibilitas Kebaya dalam Gaya Modern

Hagai menjelaskan bahwa kekuatan kebaya terletak pada fleksibilitasnya. Potongan tradisional ini bisa dipadukan dengan berbagai item modern seperti blazer, jeans, atau celana bahan. Beberapa orang bahkan memilih mengenakan kebaya sebagai outer layer atau lapisan luar. Cara pemakaian yang beragam ini memudahkan penggunaan kebaya untuk berbagai keperluan, baik untuk bekerja di kantor maupun untuk kegiatan sehari-hari.

“Baik itu mereka pakai ke kantor, dijadikan dalaman buat jas, atau dipakaikan celana bahan. Ada juga yang dipakai sehari-hari dijadikan outer,” tuturnya.

Perkembangan ini juga didukung oleh semakin banyaknya desainer lokal yang berani bereksperimen. Mereka tidak hanya mengeksplorasi material baru, tetapi juga mencoba cara pemakaian yang berbeda. Meskipun banyak inovasi yang muncul, Hagai menekankan bahwa esensi kebaya tetap terjaga. Perubahan yang terjadi lebih pada kreativitas dalam memadukan kebaya dengan komponen busana modern, bukan pada modifikasi bentuk fisik kebaya itu sendiri.

“Jadi aku rasa bukan bentuk kebayanya, tapi eksplorasi terhadap model kebaya klasik yang menurut aku akan menjadi tren ke depannya,” pungkasnya.

Visualisasi dalam Film “Jalan Pulang”

Konsep padu padan modern ini juga diwujudkan dalam film pendek “Jalan Pulang” yang disutradarai oleh Bramsky. Karakter utama, Dara, ditampilkan dengan perpaduan unik antara kebaya kutu baru dan kemeja berkancing. Kombinasi ini menciptakan kesan yang menyerupai blazer, mencerminkan profil perempuan muda yang berkarir di sektor fesyen dan gaya hidup.

Hagai juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara visual dan narasi dalam film. Kostum tidak boleh mendominasi alur cerita. Dialog yang kuat dan mendalam harus tetap menjadi pusat perhatian, sementara pakaian tidak boleh overpower atau terlalu mencolok. Keseimbangan ini memastikan bahwa penonton tidak hanya terfokus pada penampilan karakter, tetapi juga pada cerita yang disampaikan.

“Jangan sampai visualnya mengganggu ceritanya. Dialognya sudah bagus, dalam, tapi bajunya malah overpower. Itu yang harus benar-benar dijaga keseimbangannya,” tegas Hagai.

Film pendek ini merupakan inisiatif dari Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai wujud peringatan Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Juli setiap tahunnya. Penonton dapat menyaksikan tayangan tersebut melalui kanal YouTube IndonesiaKaya pada 24 Juli 2026 mendatang. Melalui berbagai pendekatan ini, kebaya terus membuktikan bahwa ia bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol identitas yang bisa berkembang sesuai zaman.

Join the discussion