Skip to content
Khazanah

Kongres Umat Islam, Wantim MUI Dorong Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Thomas Martinez - kabarteras.com 3 mins read

Dalam rangkaian persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang akan diselenggarakan di Hotel Bidakara Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026, Sekretaris Dewan

Kongres Umat Islam, Wantim MUI Dorong Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Kongres Umat Islam Wantim MUI Dorong Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Kabarteras.com – Dalam rangkaian persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang akan diselenggarakan di Hotel Bidakara Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, menyampaikan pesan strategis mengenai pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Ia menegaskan bahwa fondasi keadilan hukum merupakan kunci utama untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Menurut Zainut, umat Islam Indonesia diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah tegas yang diambil oleh pemerintah dalam rangka memperbaiki tata kelola negara. Fokus utama yang ditekankan meliputi penegakan hukum yang tidak tebang pilih, pemberantasan korupsi secara konsisten, serta penanganan terhadap kebocoran anggaran dan praktik monopoli yang dilakukan oleh oligarki.

Umat Islam Indonesia harus mendukung penuh langkah tegas pemerintah dalam penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang tidak boleh tebang pilih, serta pemberantasan korupsi, kebocoran anggaran, dan praktik monopoli oligarki.

Zainut menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dan penegakan hukum yang kuat menjadi prasyarat mutlak agar kekayaan nasional dapat didistribusikan secara merata kepada seluruh rakyat. Hal ini mencakup konsolidasi ekonomi nasional, penguatan sektor syariah, ketahanan pangan dan energi, pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, infak, dan sedekah untuk kepentingan umat.

Apresiasi kepada Pemerintah Prabowo Subianto

Dalam sambutannya, Zainut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dari Wantim MUI kepada pemerintah Republik Indonesia. Ia mengapresiasi komitmen dan ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan hukum serta memberantas korupsi demi kemakmuran rakyat Indonesia secara berkelanjutan.

Dewan Pertimbangan MUI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya, ketegasannya dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Momentum Bersejarah KUII VIII

Kongres kali ini memiliki makna khusus karena tidak hanya berfungsi sebagai forum permusyawaratan tertinggi umat Islam, tetapi juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun pengabdian MUI. Selama setengah abad, lembaga tersebut konsisten menjalankan dua peran strategis, yaitu sebagai Khadimul Ummah yang berarti pelayan umat, dan Shadiqul Hukumah yang merupakan mitra pemerintah.

Zainut menegaskan bahwa sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan tema KUII VIII, yakni “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”. Upaya ini juga bertujuan mengantarkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 yang lebih maju dan sejahtera.

Agenda Strategis Kongres

Salah satu poin penting yang perlu menjadi perhatian peserta kongres adalah penguatan kedaulatan ekonomi nasional melalui implementasi Pasal 33 UUD 1945. Zainut menyatakan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Pemerintah diminta terus memperkuat konsolidasi ekonomi syariah, ketahanan pangan dan energi, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Selain itu, umat Islam diajak untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan moderasi beragama atau wasathiyah. Perbedaan pandangan hendaknya dipandang sebagai kekuatan yang memperkokoh persatuan, bukan memicu perpecahan di antara sesama umat.

Umat Islam harus hadir di garda terdepan sebagai perekat persatuan, penyejuk suasana, dan penjamin stabilitas nasional.

Zainut juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berlandaskan akhlakul karimah. Generasi Muslim masa depan diharapkan mampu menguasai iptek canggih sambil menjaga benteng moral dan etika bernegara.

Dalam ranah hubungan internasional, umat Islam Indonesia diimbau untuk terus berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia, menolak segala bentuk penjajahan, dan mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina secara konsisten dan istiqomah.

Umat Islam Indonesia harus terus memainkan peran strategis dalam menciptakan perdamaian dunia, menolak segala bentuk penjajahan, serta mengawal perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina secara konsisten dan istiqomah.

Join the discussion