Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Islam Kawal Program Prioritas Prabowo
Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengajak umat Islam Indonesia untuk aktif mengawal dan mendukung program-program prioritas yang digagas oleh
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Islam Kawal Program Prioritas Prabowo
Kabarteras.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengajak umat Islam Indonesia untuk aktif mengawal dan mendukung program-program prioritas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Islam untuk tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan turut serta memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kebijakan yang telah dirumuskan oleh pemerintah. Sinergi antara pemerintah pusat dengan para tokoh agama dinilai sebagai kunci keberhasilan implementasi program-program strategis tersebut. Sebagai komunitas keagamaan terbesar di Indonesia, umat Islam diyakini akan menjadi penerima manfaat utama dari berbagai inisiatif yang diluncurkan.
Program Strategis Nasional yang Perlu Didukung
Menag kemudian menguraikan secara rinci beberapa program strategis nasional yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Rangkaian program tersebut mencakup kebijakan hilirisasi industri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menyediakan akses pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Perluasan kesempatan beasiswa LPDP bagi masyarakat kurang mampu juga menjadi salah satu prioritas utama. Pembangunan ribuan rumah dan kawasan nelayan di berbagai daerah juga sedang gencar dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kita perlu bersinergi dan mendukung komitmen Presiden Prabowo untuk memberikan keberpihakan penuh terhadap implementasi Pasal 33 UUD 1945. Jika kebijakan ini dijalankan, yang akan menjadi penikmat utamanya adalah umat Islam,
— Nasaruddin Umar
Selain itu, pemerintah juga menunjukkan komitmennya melalui redistribusi lahan-lahan luas yang selama ini terbengkalai. Lahan-lahan tersebut akan dikembalikan pengelolaannya kepada masyarakat. Menag menilai bahwa serangkaian kebijakan afirmatif ini seharusnya mampu membangkitkan optimisme di hati umat Islam. Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.
Menjaga Moral dan Nilai-Nilai Keagamaan
Dari sisi lain, visi pemerintah juga sejalan dengan kepedulian para ulama dalam menjaga moral bangsa. Hal ini terlihat jelas dari penerbitan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang mengatur kebijakan umum pertahanan negara. Dokumen tersebut secara eksplisit menargetkan pemberantasan berbagai ancaman non-militer yang saat ini berkembang pesat di masyarakat. Menurut Menag, ancaman non-militer yang sedang dihadapi pemerintah meliputi penyebaran paham ateisme, penurunan rasa nasionalisme, maraknya praktik judi daring, serta peredaran budaya dan perilaku penyimpangan LGBT di masyarakat.
Siapa yang paling banyak menikmati hilirisasi? Siapa yang akan menjadi penikmat sekolah rakyat yang serba gratis dan beasiswa bagi anak-anak yang tidak punya kemampuan? Tentu umat kita. Karena itu, saya mengimbau mari kita berikan dukungan penuh terhadap kebijakan-kebijakan seperti ini,
— Nasaruddin Umar
Selain mendukung program pemerintah, Nasaruddin juga mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mencari pendekatan non-ekonomi dalam meningkatkan pangsa pasar keuangan dan perbankan syariah nasional. Ia mengungkapkan kekecewaannya bahwa dari sekitar 240 juta penduduk Muslim di Indonesia, pangsa pasar perbankan syariah masih berada di bawah angka 10 persen. Peningkatan pangsa pasar ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi umat.
Sebagai penutup, Menag meminta agar seluruh hasil rekomendasi dan rumusan dari Konferensi Ulama Indonesia Islam (KUII) ke-8 segera diserahkan secara resmi kepada Kementerian Agama. Ia berjanji akan mengintegrasikan gagasan-gagasan bernas dari para ulama tersebut ke dalam program kerja konkret pemerintah guna mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat kejayaan peradaban Islam dunia. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan umat Islam dapat terus diperkuat untuk kemajuan bersama.
