Laporan: Komandan Tertinggi AS Akui Kegagalan Serangan ke Target Iran Selama 13 Hari Terakhir
Laporan terbaru mengungkap bahwa Komandan Tertinggi Amerika Serikat, Laksamana Brad Cooper, secara resmi mengakui adanya kegagalan dalam serangan militer
Kegagalan Serangan AS ke Iran: Laporan Komandan Tertinggi
Kabarteras.com – Laporan terbaru mengungkap bahwa Komandan Tertinggi Amerika Serikat, Laksamana Brad Cooper, secara resmi mengakui adanya kegagalan dalam serangan militer terhadap target-target Iran selama periode 13 hari terakhir. Pengakuan penting ini disampaikan langsung kepada Presiden Donald Trump dalam sebuah briefing tertutup yang diselenggarakan di markas Komando Pusat AS atau CENTCOM. Menurut sumber-sumber terpercaya yang dikutip oleh media internasional, laporan tersebut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pasukan Amerika dalam mencapai tujuan strategis mereka di kawasan Timur Tengah.
Penilaian Efektivitas Serangan terhadap Target Iran
Dalam laporannya yang komprehensif, Laksamana Cooper memberikan analisis mendalam mengenai efektivitas kampanye pengeboman yang telah berlangsung sejak awal bulan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sasaran strategis yang telah ditetapkan di wilayah Selat Hormuz dan sekitarnya sudah berhasil dicapai dalam serangan-serangan sebelumnya. Namun, menurut laporan tersebut, serangan tambahan terhadap target-target yang tersisa dinilai tidak lagi memberikan dampak signifikan secara militer.
Menurut laporan Axios yang mengutip pernyataan Cooper, “Menyerang target Iran di sekitar Selat Hormuz tidak lagi efektif karena banyak sasaran strategis sudah dilumpuhkan.”
Laporan ini juga menyoroti bahwa Cooper menyarankan agar Amerika Serikat tidak melanjutkan serangan secara terus-menerus kecuali ada komitmen untuk kembali ke operasi tempur besar-besaran. Pendekatan ini dinilai lebih efisien daripada melanjutkan serangan dengan intensitas rendah yang tidak memberikan hasil maksimal. Komandan tertinggi AS tersebut menekankan pentingnya evaluasi ulang terhadap strategi militer yang sedang diterapkan di kawasan tersebut.
Keputusan Strategis dan Diplomasi Regional
Keputusan Presiden Trump untuk menghentikan serangan militer ini tidak terlepas dari berbagai faktor yang dikemukakan dalam laporan Cooper. Selain masalah efektivitas serangan, terdapat kekhawatiran terkait menipisnya persediaan pencegat yang digunakan untuk menghadapi serangan balasan Iran. Rudal dan drone yang diluncurkan oleh Iran menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah, sehingga memerlukan pertahanan yang memadai.
Laporan dari RT pada Senin, 27 Juli 2026, menyebutkan bahwa Cooper menjelaskan kepada Trump bahwa sebagian besar target pengeboman yang telah ditetapkan sudah berhasil dicapai dalam rangkaian serangan sebelumnya.
Di sisi lain, perkembangan diplomasi di lapangan juga menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ini. Para mediator regional terlihat bergegas melakukan upaya perundingan intensif untuk menghentikan konflik yang berkepanjangan. Dengan adanya laporan yang menunjukkan bahwa serangan militer tidak lagi efektif, ruang bagi proses damai menjadi lebih terbuka dan menjanjikan.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Axios dan kemudian dikonfirmasi melalui berbagai sumber terpercaya termasuk RT dan Republika Online. Informasi ini kemudian dibagikan secara luas melalui berbagai platform media sosial, menarik perhatian publik internasional terhadap perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah. Komandan Tertinggi AS, Laksamana Brad Cooper, melalui laporannya, memberikan gambaran jelas mengenai situasi yang dihadapi Amerika Serikat dalam konflik ini.
