Menaker: Pemerintah Siapkan Rp5,9 Triliun untuk Program MagangHub dan Pelatihan Vokasi
Menaker Yassierli resmi mengumumkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp5,9 triliun. Besaran anggaran ini diperuntukkan bagi
Menaker Siapkan Dana Rp5,9 Triliun untuk MagangHub dan Vokasi
Kabarteras.com – Menaker Yassierli resmi mengumumkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp5,9 triliun. Besaran anggaran ini diperuntukkan bagi penguatan dua program unggulan, yakni MagangHub 2026 serta pelatihan vokasi. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menaker saat membuka Pameran Kesempatan Kerja bertema AI Career Boost Day 2026 di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026. Menaker merinci bahwa untuk program magang nasional, penambahan anggaran mencapai Rp4,2 triliun. Sementara itu, sektor pelatihan vokasi menerima alokasi tambahan sebesar Rp1,7 triliun. Penambahan dana ini telah resmi disahkan dalam rapat koordinasi pemerintah.
Fokus utama strategi pemerintah saat ini adalah membangun sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan keterampilan praktis. Pelatihan vokasi dirancang secara khusus agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor industri terkini. Menaker menekankan bahwa investasi dalam pelatihan merupakan kunci keberhasilan ekonomi nasional.
Ekspansi Pelatihan Vokasi ke 300.000 Peserta
Dengan dukungan tambahan anggaran Rp1,7 triliun, pemerintah menargetkan 300.000 orang dapat mengikuti program pelatihan vokasi. Kurikulum yang diterapkan mencakup keterampilan konvensional seperti pengelasan, perbengkelan, reparasi pendingin ruangan, dan elektronika. Menaker menjelaskan bahwa diversifikasi keterampilan ini penting untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri.
Kementerian Ketenagakerjaan juga mulai mengembangkan pelatihan berbasis teknologi modern. Program ini meliputi smart operation, smart farming, dan smart building. Durasi pelatihan bervariasi mulai dari satu hingga dua bulan, tergantung kompetensi yang dibutuhkan. Untuk pelatihan pengelasan, durasi bisa mencapai enam bulan. Menaker menambahkan bahwa fleksibilitas durasi ini memungkinkan peserta mendapatkan keahlian yang mendalam.
Lulusan pelatihan pengelasan dari balai-balai pelatihan Kemnaker memiliki prospek kerja yang tinggi, bahkan telah banyak diminati perusahaan luar negeri dengan kisaran gaji mencapai puluhan juta rupiah per bulan sebagai operator welder.
Program vokasi dilaksanakan melalui 42 balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan. Kolaborasi dengan balai pelatihan pemerintah daerah dilakukan agar jangkauan layanan semakin luas dan kesempatan peningkatan kompetensi dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Menaker menyatakan bahwa sinergi ini akan mempercepat pemerataan akses pelatihan.
Yassierli menyatakan bahwa langkah ini membuktikan komitmen pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dalam membangun SDM yang unggul. Ia juga menyoroti bahwa kuota 300.000 peserta untuk pelatihan vokasi merupakan angka yang signifikan jika dibandingkan dengan negara lain. Menaker meyakini bahwa angka ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketenagakerjaan Indonesia.
Magang Nasional Angkatan II 2026 Siap Diluncurkan
Untuk program Magang Nasional Angkatan II atau Tahun 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan kuota sebanyak 150.000 peserta. Pelaksanaan dibagi ke dalam tiga tahap dengan kuota masing-masing 50.000 orang. Menaker menjelaskan bahwa pembagian tahap ini bertujuan untuk memastikan proses seleksi berjalan optimal.
Hingga pendaftaran tahap satu selesai pada 28 Juli, jumlah pendaftar mencapai 300.000 untuk memperebutkan 50.000 posisi tersedia. Setelah pendaftaran ditutup pada 28 Juli 2026, proses seleksi peserta akan dilanjutkan hingga 5 Agustus 2026. Menaker mencatat bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap program magang ini.
Tahapan selanjutnya meliputi pleno dan penetapan peserta pada 6 Agustus 2026, serta pengumuman hasil seleksi pada 7 Agustus 2026. Pelaksanaan magang dimulai pada 10 Agustus 2026, dan kick off penyelenggaraan Magang Nasional 2026 Tahap 1 dijadwalkan pada 11 Agustus 2026. Menaker memastikan bahwa seluruh tahapan akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selama enam bulan mengikuti program, peserta memperoleh uang saku yang besarannya mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota sesuai lokasi mitra penyelenggara. Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Menaker menambahkan bahwa perlindungan ini memberikan rasa aman bagi peserta magang.
Penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi global. Pemerintah terus memperluas akses pelatihan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja Indonesia yang semakin kompeten, produktif, dan berdaya saing. Menaker menegaskan bahwa investasi dalam SDM adalah investasi terbaik untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah.
