Skip to content
News

Wamenkeu Suahasil: APBN Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Berbasis Inovasi

Susan Johnson - kabarteras.com 2 mins read

Jakarta — Transformasi ekonomi nasional menuju model berbasis pengetahuan dan inovasi akan ditopang secara maksimal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja

Wamenkeu Suahasil: APBN Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Berbasis Inovasi

APBN Diperkuat sebagai Katalisator Ekonomi Inovatif Indonesia

Kabarteras.com – Jakarta — Transformasi ekonomi nasional menuju model berbasis pengetahuan dan inovasi akan ditopang secara maksimal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah strategis ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan Jakarta Education and Innovation Center, yang diproyeksikan sebagai hub pendidikan, riset, dan inovasi berstandar global di ibu kota.

Perubahan Paradigma dari Perspiration ke Innovation

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa ketergantungan pada tenaga kerja dan eksploitasi sumber daya alam tidak lagi memadai untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, daya saing masa depan harus dibangun melalui penguatan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration (kerja keras fisik) menuju innovation (inovasi),

ujar Suahasil saat membuka Focus Group Discussion (FGD) perancangan Jakarta Education and Innovation Center, Rabu, sebagaimana dilansir dari keterangan tertulis di Jakarta.

Dukungan Fiskal dan Alokasi Pendidikan

Transformasi ini memerlukan kebijakan fiskal yang konsisten dan berkelanjutan. APBN tidak sekadar berfungsi sebagai alat pembiayaan pemerintahan, melainkan juga sebagai katalisator untuk menciptakan ekosistem pendidikan, penelitian, dan inovasi yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi.

Komitmen pemerintah terhadap pembangunan SDM tercermin dalam pelaksanaan amanat konstitusi tentang alokasi minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan. Sejak tahun 2009 hingga 2026, total dana pendidikan yang telah dialokasikan mencapai Rp7.667,3 triliun.

Selain itu, pemerintah berhasil mendirikan Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hingga saat ini, nilai akumulasi dana abadi tersebut telah mencapai sekitar Rp195 triliun dan menjadi instrumen strategis untuk menjamin keberlanjutan investasi negara di bidang pendidikan.

Dana ini dimanfaatkan untuk berbagai program, mulai dari beasiswa pendidikan tinggi, pendanaan riset, pengembangan perguruan tinggi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah berharap manfaat dana abadi itu terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli di berbagai sektor strategis.

Join the discussion