Skip to content
News

SAE Indonesia Pamerkan 25 Karya Mahasiswa dalam THE CONTINUUM

Emily Jackson - kabarteras.com 4 mins read

SAE Indonesia menyelenggarakan pameran tugas akhir dengan judul THE CONTINUUM: The Creative Evolution in Motion di kampus Pejaten, Jakarta Selatan. Acara ini

SAE Indonesia Pamerkan 25 Karya Mahasiswa dalam THE CONTINUUM

THE CONTINUUM: Evolusi Kreatif dalam Gerakan

Kabarteras.com – SAE Indonesia menyelenggarakan pameran tugas akhir dengan judul THE CONTINUUM: The Creative Evolution in Motion di kampus Pejaten, Jakarta Selatan. Acara ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 29 Juli sampai 2 Agustus 2026, menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para profesional di sektor industri kreatif. Pameran ini menjadi momen penting bagi para kreator muda untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada publik dan industri.

Sebanyak 48 peserta didik menunjukkan 25 proyek akhir yang berasal dari empat program studi, yaitu Film Production, Audio Production, 3D Animation & Visual Effects, dan Creative & Entertainment Business. Setiap karya merupakan hasil dari rangkaian pembelajaran yang telah mereka jalani selama masa perkuliahan. Kehadiran 25 karya ini menunjukkan kualitas pendidikan yang diberikan oleh institusi tersebut kepada para mahasiswanya.

Ruang Transisi Menuju Dunia Profesional

Pameran ini berfungsi lebih dari sekadar tempat apresiasi. SAE Indonesia memposisikan acara ini sebagai jembatan yang menghubungkan talenta muda dengan berbagai pihak, termasuk studio, production house, agensi, komunitas, media, dan calon mitra kerja sama. Melalui platform ini, para mahasiswa dapat membangun jaringan profesional yang berharga untuk masa depan karier mereka.

“THE CONTINUUM bukan sekadar pameran akhir studi, tetapi juga ruang transisi bagi mahasiswa menuju dunia profesional,” ujar Emenk, Exhibition Coordinator THE CONTINUUM, pada hari Selasa (28/7/2026).

Upacara pembukaan resmi dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026. Hadir dalam acara tersebut para pelaku industri kreatif, perwakilan media, alumni, mitra industri, dosen, serta sivitas akademika SAE Indonesia. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pameran yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan kreatif terkemuka tersebut.

Mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, pengunjung umum dapat mengunjungi pameran setiap hari dari pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Mereka tidak hanya bisa menikmati karya, tetapi juga berdialog langsung dengan para kreator. Kesempatan interaksi ini memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang ingin memahami proses kreatif di balik setiap karya yang dipamerkan.

Agenda Pendukung dan Tema Berkelanjutan

Dalam kurun waktu lima hari, SAE Indonesia menyiapkan berbagai kegiatan pendukung. Rangkaian acara mencakup pemutaran film dan animasi, instalasi audio interaktif, workshop industri, serta sesi sharing pengalaman bersama mahasiswa. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi para pengunjung dan peserta pameran.

Tema THE CONTINUUM merupakan kelanjutan dari narasi kreatif yang telah dikembangkan SAE Indonesia selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, kampus ini telah mengusung The Emergence pada 2023, The Opportune pada 2024, dan The Resonance pada 2025. Konsistensi tema ini menunjukkan komitmen institusi terhadap pengembangan kreativitas secara berkelanjutan.

Dengan tema tahun ini, SAE Indonesia ingin menekankan bahwa kreativitas adalah proses yang terus berkembang. Perjalanan seorang kreator tidak berakhir setelah menyelesaikan pendidikan atau menyelesaikan sebuah karya. Setiap karya yang dipamerkan menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang seniman atau desainer dalam mengembangkan kemampuan mereka.

“Kami berharap the exhibitor akan terinspirasi terus untuk berkarya dan para pelaku industri yang hadir bisa melihat potensi para kreator di baliknya,” tambah Emenk.

Identitas Visual dan Karya Inovatif

Filosofi tersebut tercermin dalam identitas visual THE CONTINUUM yang menggunakan elemen bola tiga dimensi yang terus bergerak. Visual ini melambangkan perjalanan kreatif yang dinamis serta proses berkarya yang tidak pernah berhenti. Identitas visual yang kuat membantu pengunjung memahami pesan yang ingin disampaikan melalui pameran ini.

Beragam karya inovatif dipamerkan, mulai dari film animasi hingga teknologi audio imersif. Salah satu sorotan adalah film animasi 3D Sky & Soul: Echoes of Eternity yang menceritakan kisah dua robot di gurun pascaperadaban dengan nuansa harapan dan persahabatan. Karya ini menjadi salah satu dari 25 karya yang dipamerkan dalam pameran kali ini.

Mahasiswa Audio Production juga memamerkan Interactive Audiovisual Installation yang memadukan TouchDesigner, L-ISA Immersive Sound, dan Ableton Live. Selain itu, ada Audio Reactive Lighting System yang menghubungkan sinyal audio dengan sistem pencahayaan secara real time. Inovasi teknologi ini menunjukkan bagaimana mahasiswa mampu mengintegrasikan berbagai alat dan software dalam satu karya.

Dari sisi Creative & Entertainment Business, mahasiswa menghadirkan proyek Multysensory. Sementara itu, mahasiswa Film Production menayangkan beberapa film pendek, antara lain Happiest Day, Yang Benar di Jalan, The Last Supper, dan Ripple. Setiap karya memiliki keunikan dan cerita tersendiri yang menarik untuk disimak oleh pengunjung.

Open Day untuk Calon Mahasiswa

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, SAE Indonesia akan menyelenggarakan Open Day pada 1 Agustus 2026. Acara ini menyasar siswa SMA/SMK, calon mahasiswa, dan keluarga mereka. Melalui Open Day, institusi ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan kreatif yang ditawarkan.

Kegiatan mencakup tur kampus, seminar, pengenalan program studi, serta konsultasi pendaftaran. Tujuannya adalah memperkenalkan lingkungan belajar sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan karier di industri kreatif. SAE Indonesia Pamerkan 25 Karya dalam THE CONTINUUM juga sekaligus menjadi promosi bagi institusi kepada calon mahasiswa baru.

“Di saat yang sama, melalui Open Day, calon mahasiswa juga dapat mengenal lebih dekat lingkungan dan proses pembelajaran di SAE Indonesia,” jelas Emenk.

Join the discussion