Intelijen Prancis Selidiki Pilot Jet Rafale M Terkait Aktivitas dengan China
Intelijen Prancis Selidiki Pilot Jet Rafale - Pemerintah Prancis kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap seorang mantan pilot Angkatan Laut yang
Intelijen Prancis Selidiki Pilot Jet Rafale Terkait Kaitan dengan Tiongkok
Kabarteras.com – Intelijen Prancis Selidiki Pilot Jet Rafale – Pemerintah Prancis kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap seorang mantan pilot Angkatan Laut yang mengoperasikan jet tempur Rafale M. Pierre-Henri Chuet, yang juga dikenal sebagai kreator konten di platform YouTube, dituduh melakukan aktivitas yang menguntungkan kepentingan Tiongkok. Investigasi ini berlangsung di Paris setelah ia resmi ditempatkan di bawah pengawasan yudisial oleh otoritas hukum setempat.
Riwayat Penerbangan dan Karier Militer yang Impresif
Sebelum memutuskan untuk pensiun, Chuet memiliki rekam jejak penerbangan yang sangat impresif dalam karir militernya. Ia pernah mengemudikan pesawat tempur Super Etendard serta Rafale M dari kapal induk Charles de Gaulle. Pelatihan yang ia terima langsung dari Angkatan Laut Amerika Serikat membantunya menyelesaikan lebih dari dua ratus kali pendaratan di atas kapal induk dengan sukses. Selama delapan tahun pengabdian, ia mengabdi dalam skuadron tempur sebelum akhirnya beralih karier menjadi pilot komersial di Air Canada.
Pengalaman operasionalnya di kapal induk dinilai sangat bernilai bagi Tiongkok dalam konteks pertahanan maritim. Setelah memutuskan untuk berhenti dari dunia penerbangan militer, Chuet lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan channel YouTube-nya yang semakin populer di kalangan penggemar aviation.
Prosedur Hukum dan Dakwaan yang Dihadapi
Perkembangan terbaru kasus ini pertama kali diungkap oleh media khusus Intelligence Online pada tanggal 27 Juli 2026. Sebelumnya, pada 20 Juli 2026, Chuet telah dihadapkan kepada hakim investigasi. Proses ini menyusul interogasi yang dilakukan di kantor dinas intelijen domestik Prancis, DGSI, serta penggeledahan yang dilakukan di rumahnya.
Chuet menghadapi empat tuduhan hukum yang serius. Pertama, pengungkapan rahasia pertahanan nasional oleh pihak yang dipercaya untuk merahasiakannya. Kedua, melakukan intelijen dengan kekuatan asing. Ketiga, mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kepentingan fundamental negara. Keempat, penyampaian informasi kepada kekuatan asing.
Menurut prosedur hukum Prancis, status “mise en examen” bukanlah sebuah vonis atau keputusan final untuk membawa kasus ke pengadilan. Status ini menandakan bahwa hakim investigasi meyakini adanya bukti serius atau bukti yang menguatkan yang membenarkan dilakukannya penyelidikan formal terhadap mantan pilot tersebut.
Kontroversi Video YouTube dan Pernyataan Publik
Bagi pemerintah Prancis, beberapa video yang diunggah Chuet di platform YouTube telah menimbulkan kontroversi besar. Hal ini terutama terjadi pada tahun lalu ketika ia menyatakan bahwa India kehilangan jet tempur Rafale selama bentrokan dengan Pakistan pada Mei 2025.
Dalam video berjudul “UN RAFALE INDIEN PERDU FACE AU PAKISTAN ? ANALYSE D’UN PILOTE DE CHASSE (ATE CHUET),” yang diunggah pada 10 Mei 2025, ia menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa India kehilangan setidaknya satu jet Rafale satu tempat duduk selama bentrokan tersebut. Namun, konfirmasi itu dibantah pemerintah India.
Selain itu, Chuet juga dikenal memuji keunggulan sejumlah jet tempur produksi Tiongkok. Dalam beberapa unggahannya, ia secara terang-terangan memberikan pujian tinggi terhadap jet Chengdu J-10C, JF-17 Thunder, serta rudal udara-ke-udara PL-15. Pujian-pujian ini menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian pihak berwenang dalam penyelidikan ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi keamanan nasional Prancis karena melibatkan mantan personel militer yang memiliki akses terhadap informasi sensitif terkait teknologi pertahanan. Intelijen Prancis Selidiki Pilot Jet Rafale dengan cermat untuk memastikan tidak ada kebocoran informasi strategis kepada negara-negara asing yang berpotensi mengancam kepentingan nasional Prancis di masa depan.
