Skip to content
News

APTRI Dukung Pabrik Gula Rafinasi Wajib Bangun Kebun Tebu Sendiri

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Asosiasi Pengusaha Tebu Indonesia (APTRI) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang mewajibkan Pabrik Gula Rafinasi untuk membangun kebun

APTRI Dukung Pabrik Gula Rafinasi Wajib Bangun Kebun Tebu Sendiri

APTRI Dukung Pabrik Gula Rafinasi Wajib Bangun Kebun Tebu Sendiri

Kabarteras.com – Asosiasi Pengusaha Tebu Indonesia (APTRI) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang mewajibkan Pabrik Gula Rafinasi untuk membangun kebun tebu milik sendiri. Langkah ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok industri gula nasional. Melalui keterangan resminya di Jakarta pada hari Kamis, APTRI menekankan bahwa Pabrik Gula Rafinasi harus menjadi bagian integral dari ekosistem pergulaan Indonesia.

Menurut Arum, perwakilan APTRI, peran Pabrik Gula Rafinasi tidak hanya terbatas pada pengolahan gula mentah impor. Namun, mereka juga harus berkontribusi aktif dalam pembangunan kebun tebu, memperluas kerja sama dengan petani, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat fondasi swasembada gula Indonesia. Pendekatan komprehensif ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan sektor pergulaan jangka panjang.

Proyeksi Pertumbuhan Sektor Pergulaan 2026

Sektor pergulaan nasional menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Berdasarkan proyeksi terbaru, luas areal tebu di Indonesia diprediksi akan bertambah dari 563 ribu hektare menjadi 576.537,70 hektare pada tahun 2026. Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah dan pelaku industri dalam mengembangkan kapasitas produksi tebu domestik.

Indikator produktivitas juga mengalami peningkatan signifikan. Produksi tebu per hektare diperkirakan naik dari 69,35 ton menjadi 70,87 ton per hektare. Selain itu, rendemen gula juga meningkat dari 6,83 persen menjadi 7,45 persen. Peningkatan kualitas dan kuantitas ini mendorong proyeksi produksi Gula Kristal Putih nasional mencapai sekitar 3,044 juta ton pada 2026, melampaui produksi tahun sebelumnya sebesar 2,67 juta ton.

Strategi Investasi Hulu oleh Pabrik Rafinasi

APTRI mengusulkan agar Pabrik Gula Rafinasi tidak hanya berperan sebagai pengolah gula mentah impor untuk kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga berinvestasi langsung di sektor hulu. Investasi ini dapat berupa pembangunan kebun tebu sendiri atau kemitraan strategis dengan petani tebu. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan inisiatif APTRI, Kementerian Pertanian terus mempercepat berbagai program strategis untuk penguatan industri gula. Program-program tersebut mencakup peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi budidaya, penyediaan pupuk berkualitas, pembangunan infrastruktur pendukung, serta revitalisasi pabrik gula yang ada.

“Produksi tebu harus kita tingkatkan, produktivitas diperkuat, dan hilirisasi harus berjalan agar nilai tambah dinikmati petani serta industri nasional. Swasembada gula hanya bisa dicapai jika sektor hulu dan hilir bergerak bersama,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sektor hulu menjadi kunci utama bagi keberlanjutan industri gula nasional. Setiap pabrik gula perlu didukung ketersediaan bahan baku yang memadai agar mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani tebu. Sinergi antara pemerintah, petani, BUMN, dan pelaku industri menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

“Kalau hulunya kuat, hilirnya kuat, maka industri gula nasional akan kuat. Tujuan akhirnya bukan hanya swasembada gula, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan memperkuat ekonomi nasional melalui hilirisasi,” kata Amran.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah, petani, BUMN, dan pelaku industri, Kementerian Pertanian optimistis swasembada gula dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Dengan dukungan Pabrik Gula Rafinasi yang aktif membangun kebun tebu sendiri, Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula konsumsi rumah tangga maupun industri makanan dan minuman secara mandiri.

Join the discussion