Skip to content
News

Bapenda Jayawijaya Targetkan PAD Rp90 Miliar, Minta Dukungan Masyarakat Bayar Pajak

Emily Jackson - kabarteras.com 3 mins read

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menetapkan ambisi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Pelaksana Tugas

Bapenda Jayawijaya Targetkan PAD Rp90 Miliar, Minta Dukungan Masyarakat Bayar Pajak

Target PAD Jayawijaya Rp90 Miliar, Bapenda Minta Dukungan Pajak

Kabarteras.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menetapkan ambisi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Jayawijaya, Immanuel YAR Rumere, mengumumkan bahwa target penerimaan daerah akan mencapai Rp90 miliar pada tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterbitkan di Wamena, menandai langkah strategis dalam memperkuat keuangan daerah.

Immanuel menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa kontribusi warga melalui pembayaran pajak dan retribusi menjadi kunci keberhasilan program peningkatan PAD. Tanpa dukungan aktif dari masyarakat, target yang telah ditetapkan mungkin sulit tercapai secara optimal.

Rencana Peningkatan Pendapatan Daerah

Sebelum mencapai target Rp90 miliar, Bapenda Jayawijaya telah menetapkan target interim sebesar Rp75 miliar untuk tahun 2025. Peningkatan bertahap ini dirancang untuk memastikan stabilitas penerimaan daerah. Immanuel meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkontribusi sebagai sumber pendapatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing unit kerja.

Sumber-sumber PAD yang sudah berjalan meliputi retribusi parkiran bandara, sektor perdagangan, industri perhotelan, pajak iklan, pajak galian C, retribusi terminal, serta retribusi persampahan. Meskipun berbagai sumber ini sudah memberikan kontribusi signifikan, Bapenda masih melihat peluang pengembangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ke depan ada beberapa objek pajak yang menjadi fokus kami, salah satunya videotron dalam rangka peningkatan PAD Kabupaten Jayawijaya tahun 2026, ujar Immanuel.

Inovasi Objek Pajak Videotron

Salah satu inovasi yang sedang dipertimbangkan oleh Bapenda Jayawijaya adalah pengenaan pajak terhadap videotron. Fenomena penggunaan videotron di wilayah ini memang semakin masif, baik untuk kegiatan komersial maupun pemutaran siaran olahraga yang diminati masyarakat. Melihat tren positif ini, pemerintah daerah berencana memasukkan videotron sebagai objek pajak resmi.

Immanuel menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tingkat penggunaan videotron yang sudah cukup tinggi. Media visual ini tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga menjadi sarana hiburan yang menarik banyak pengunjung. Dengan demikian, pengenaan pajak terhadap videotron diharapkan dapat menambah penerimaan daerah secara signifikan.

Kami lihat penggunaan videotron telah ramai di Jayawijaya, maka kami akan mencoba mendorongnya masuk dalam objek pajak, tegas Immanuel.

Sebelum implementasi penuh, Bapenda akan melakukan serangkaian persiapan komprehensif. Tahapan tersebut mencakup kajian mendalam mengenai potensi pendapatan dari videotron serta sosialisasi kepada para pemangku kepentingan. Proses ini penting untuk memastikan bahwa regulasi baru dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh semua pihak.

Beberapa tahapan akan dilakukan sebelum membuat rancangan pajak atau retribusi videotron, salah satunya kajian dan sosialisasi kepada sumber pendapatan tersebut, kata Immanuel.

Peran Masyarakat dan OPD

Pencapaian target PAD tidak hanya bergantung pada kinerja OPD, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam membayar kewajiban perpajakan. Immanuel berharap seluruh warga dapat mendukung program ini dengan membayar pajak dan retribusi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dukungan masyarakat menjadi faktor krusial dalam mewujudkan target keuangan daerah yang telah direncanakan.

Kami tentu berharap pimpinan OPD yang masuk dalam sumber pendapatan Pemkab Jayawijaya dapat terus memaksimalkan potensi daerah yang ada dalam mencapai PAD dalam tahun ini. Masyarakat pun kami harap mendukung capaian target PAD dengan membayar pajak dan retribusi sesuai waktu yang ditentukan, pungkasnya.

Secara keseluruhan, strategi peningkatan PAD Jayawijaya mencakup tiga pilar utama, yaitu optimalisasi sumber pendapatan yang sudah ada, pengembangan objek pajak baru seperti videotron, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan pendekatan komprehensif ini, Bapenda optimis dapat mencapai target Rp90 miliar pada tahun 2026.

Join the discussion