Skip to content
News

Dosen UNM Serahkan Sistem Informasi PKK ke Cipinang Melayu Sebagai Luaran Program Hibah PKM

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

Gerakan transformasi digital kini semakin meluas hingga menyentuh organisasi kemasyarakatan di level kelurahan. Kolaborasi yang terjalin antara dunia

Dosen UNM Serahkan Sistem Informasi PKK ke Cipinang Melayu Sebagai Luaran Program Hibah PKM

Dosen UNM Serahkan Sistem Informasi PKK ke Cipinang Melayu

Kabarteras.com – Gerakan transformasi digital kini semakin meluas hingga menyentuh organisasi kemasyarakatan di level kelurahan. Kolaborasi yang terjalin antara dunia perguruan tinggi dengan komunitas lokal diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih efisien serta memperkuat potensi pemberdayaan warga masyarakat. Salah satu wujud nyata dari sinergi tersebut adalah penyerahan sistem informasi oleh dosen UNM kepada kelurahan di Jakarta Timur.

Sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026, Universitas Nusa Mandiri (UNM) telah resmi menyerahkan Sistem Informasi PKK berbasis website kepada Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Cipinang Melayu. Penyerahan aset ini merupakan salah satu output penting dari program hibah yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir.

Proses Serah Terima dan Pengembangan Sistem

Kegiatan serah terima dilakukan secara langsung oleh Ketua Pelaksana PKM, Siti Nurlela, M.Kom, kepada Ketua TP PKK Kelurahan Cipinang Melayu, Emilia Nurtanti. Acara berlangsung di Kantor PKK Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026. Peristiwa ini menandai berakhirnya fase pengembangan sistem informasi dan sekaligus dimulainya tahap pemanfaatan serta pengelolaan secara mandiri oleh pihak mitra.

Siti Nurlela menjelaskan bahwa program PKM ini mengangkat tema “Penerapan Sistem Informasi PKK Kelurahan Cipinang Melayu Berbasis Website untuk Pengelolaan Administrasi dan Pemberdayaan UP2K”. Melalui program ini, diharapkan efektivitas administrasi PKK meningkat dan pemberdayaan masyarakat dapat didukung oleh teknologi digital. Proses pengembangan sistem melibatkan berbagai tahapan mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi final.

“Sistem informasi yang diserahkan mencakup berbagai komponen pendukung, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, desain antarmuka, pengembangan modul website, hingga panduan penggunaannya,” ujarnya dalam keterangan pada hari Jumat, 31 Juli 2026.

Tim pengabdian juga menyediakan layanan hosting dan domain selama satu tahun penuh, pelatihan pengguna, serta perangkat pendukung implementasi. Selain sistem berbasis website, UNM turut menyerahkan proyektor untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan pelatihan, serta modem internet guna menunjang operasional sistem informasi. Total nilai aset yang diserahkan mencapai Rp 22.900.000, atau sekitar 51,99 persen dari total dana program.

Harapan dan Komitmen Berkelanjutan

Siti juga menyebut sistem informasi tersebut dirancang tidak hanya untuk mendukung kegiatan administrasi saja, namun juga menjadi sarana penyebaran informasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Sistem ini memungkinkan pengurus PKK untuk mengelola data secara lebih terstruktur dan efisien.

“Melalui program ini, kami berharap pengelolaan administrasi PKK menjadi lebih tertata, data lebih mudah diakses dan diperbarui, serta kegiatan pemberdayaan UP2K dapat dipromosikan secara lebih luas melalui platform digital yang telah dikembangkan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah sistem informasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh komitmen pengguna dalam memanfaatkannya secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pendampingan kepada mitra menjadi bagian penting dari pelaksanaan program pengabdian tersebut. Dosen UNM yang terlibat dalam program ini juga berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis selama masa transisi.

Sementara itu, Emilia Nurtanti menyambut baik dukungan yang diberikan UNM. Ia menilai sistem informasi tersebut akan membantu pengurus PKK dalam mengelola data dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih efektif. Dengan adanya platform digital ini, proses komunikasi antar pengurus dan dengan masyarakat akan menjadi lebih lancar.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pendampingan yang telah diberikan. Sistem informasi ini akan membantu pengurus PKK dalam mengelola data, mendokumentasikan kegiatan, dan menyebarkan informasi kepada masyarakat secara lebih efektif. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan dan mengembangkan sistem ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Emilia.

Program pengabdian ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, hasil pengembangan teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kapasitas organisasi masyarakat di tingkat lokal.

Kehadiran sistem informasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kelurahan lain di Indonesia yang ingin mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Dengan dukungan dosen UNM dan berbagai pihak terkait, program ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

Join the discussion