Skip to content
News

JK Minta PMI dan Relawannya Siaga Bantu Penanganan Bencana Kekeringan

Susan Johnson - kabarteras.com 2 mins read

SEMARANG — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyampaikan peringatan mengenai dampak bencana kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung

JK Minta PMI dan Relawannya Siaga Bantu Penanganan Bencana Kekeringan

JK Perintahkan Relawan PMI Siap Siaga Hadapi Kekeringan

Kabarteras.com – SEMARANG — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyampaikan peringatan mengenai dampak bencana kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini. Ia meminta seluruh relawan PMI untuk tetap waspada dan siap membantu masyarakat yang terkena dampak.

Menurut JK, fenomena El Nino saat ini menyebabkan kekeringan meluas di berbagai wilayah. Kondisi tersebut diprediksi berlangsung sampai akhir tahun.

“Sekarang ini kekeringan di mana-mana, El Nino, dan itu bisa terjadi sampai akhir tahun ini,” kata JK saat menghadiri acara pelantikan pengurus PMI Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (31/7/2026).

JK menjelaskan bahwa kekeringan membawa dua konsekuensi utama, yaitu penurunan pasokan komoditas pertanian dan berkurangnya ketersediaan air bersih. PMI telah menjalankan operasi khusus untuk menangani dan menanggulangi bencana ini.

JK menyebutkan bahwa sebanyak 200 mobil tangki PMI akan dikerahkan ke seluruh Indonesia. Fokus utama adalah Jawa, namun juga mencakup Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra. Wilayah-wilayah tersebut saat ini mengalami krisis.

“Ada 200 mobil tangki PMI yang harus bergerak ke seluruh Indonesia, khususnya Jawa otomatis, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra. Itulah tempat yang sekarang dilanda krisis ini,” ujar JK.

Sebagai negara yang terletak di Cincin Api atau Ring of Fire, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam, termasuk gempa bumi dan tsunami. Dalam situasi ini, JK menekankan bahwa PMI beserta relawannya harus selalu siaga untuk membantu masyarakat.

JK menambahkan bahwa kesiapsiagaan harus berjalan dengan baik. Cara PMI bekerja efektif adalah melalui peran relawan yang beroperasi di lapangan. Oleh karena itu, persiapan latihan yang memadai sangat diperlukan. Saat ini, PMI memiliki lebih dari satu juta relawan yang telah terlatih.

“Kesiapsiagaan itu harus bekerja dengan baik. Bagaimana PMI bekerja dengan baik? Yaitu yang pertama bekerjanya relawan, yang bekerja di lapangan. Karena itu harus mempunyai persiapan latihan yang baik. Lebih satu juta relawan PMI yang terlatih,” kata JK.

JK juga menyoroti bahwa para relawan PMI menjalankan tugas mereka tanpa imbalan. Mereka ingin membantu masyarakat tanpa mengharapkan bayaran atau apapun.

“Karena relawan itu ingin membantu masyarakat, tanpa dibayar atau apapun,” ucapnya.

PMI Jateng Fokus Tangani Kekeringan

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, mengungkapkan bahwa salah satu fokus lembaga saat ini adalah membantu penanganan bencana kekeringan di berbagai daerah di Jateng. Ia menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa 2,2 juta liter air untuk masyarakat.

“2,2 juta (liter air bersih) itu sudah terdistribusi di 16 kabupaten/kota yang ada 543 tangki,” kata Haryanto seusai mendampingi JK.

Sebagai Ketua PMI Jateng yang baru, Haryanto belum merumuskan program khusus. Ia menjelaskan bahwa untuk sementara waktu, fokus utama adalah menangani kekeringan karena di beberapa daerah terdapat banyak permintaan air bersih.

“Untuk sementara ini menangani kekeringan, fokusnya menangani kekeringan. Karena di beberapa daerah itu banyak permintaan air bersih,” ujarnya.

Join the discussion