Skip to content
News

Typhoon Eropa Masuki Era Radar Baru, Mampukah Menundukkan Su-35S Rusia?

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Persaingan antara Eurofighter Typhoon dan Sukhoi Su-35S kembali menarik perhatian publik penerbangan militer. Eropa sedang mempercepat program modernisasi

Typhoon Eropa Masuki Era Radar Baru, Mampukah Menundukkan Su-35S Rusia?

Eurofighter Typhoon dan Su-35S: Dua Pesawat Tempur dalam Kompetisi Modernisasi

Kabarteras.com – Persaingan antara Eurofighter Typhoon dan Sukhoi Su-35S kembali menarik perhatian publik penerbangan militer. Eropa sedang mempercepat program modernisasi armada tempurnya, sementara Rusia terus meningkatkan produksi Su-35S setelah mendapatkan pengalaman berharga selama lebih dari empat tahun dalam konflik udara di Ukraina. Perkembangan terbaru ini menunjukkan bagaimana kedua negara berusaha mempertahankan keunggulan taktis di langit Eropa dan wilayah sekitarnya.

Langkah Eurofighter Menuju Era Baru

Eurofighter pertama yang masuk dalam program Quadriga telah melakukan penerbangan perdananya pada 14 Juli 2026 di Manching. Pesawat generasi Tranche 4 ini dirancang khusus untuk Angkatan Udara Jerman dan dijadwalkan mulai diserahkan kepada operatornya pada tahun 2026. Menurut Airbus, pesawat ini dilengkapi dengan peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak Phase 3 Enhancements, serta radar E-Scan terbaru yang mendukung operasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Sistem radar baru ini memungkinkan Typhoon mendeteksi target pada jarak yang lebih jauh dengan akurasi yang lebih tinggi.

Pesawat itu membawa peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak Phase 3 Enhancements serta radar E-Scan baru untuk operasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Modernisasi di Inggris

Di sisi lain, Inggris juga melakukan modernisasi signifikan. Defence Equipment and Support telah memberikan kontrak senilai 453,5 juta pound sterling kepada BAE Systems dan Leonardo UK untuk memproduksi 40 unit radar European Common Radar System Mark 2 atau ECRS Mk2. Radar-radar ini akan dipasang pada 40 pesawat Typhoon Tranche 3 milik Royal Air Force. Proses pengiriman diperkirakan dimulai sebelum akhir dekade ini, sehingga kemampuan baru tersebut belum sepenuhnya tersedia pada Typhoon Inggris yang saat ini sedang bertugas. Investasi besar ini mencerminkan komitmen Inggris terhadap pemeliharaan kekuatan udara yang kompetitif.

Produksi Su-35S Tetap Berjalan

Sementara itu, United Aircraft Corporation pada tahun 2026 kembali menyerahkan satu kelompok Su-35S baru kepada Angkatan Udara Rusia. Langkah ini menunjukkan bahwa Moskow masih menempatkan Su-35S sebagai salah satu elemen penting dalam armada tempurnya, meskipun pesawat generasi kelima Su-57 mulai memasuki layanan operasional. Kehadiran Su-35S yang terus bertambah memperkuat posisi Rusia di pasar ekspor pesawat tempur internasional.

Kriteria Pertempuran Modern

Perbandingan antara kedua pesawat tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat kecepatan maksimum atau kemampuan manuver dalam pertunjukan udara. Pertempuran modern ditentukan oleh rangkaian faktor yang lebih kompleks: siapa yang lebih dahulu mendeteksi lawan, membentuk data sasaran yang akurat, meluncurkan rudal dari posisi menguntungkan, mengacaukan sensor musuh, dan mempertahankan hubungan komunikasi dengan pesawat peringatan dini serta radar darat. Informasi ini telah diberitakan oleh sejumlah media Barat dan Rusia beberapa waktu lalu. Typhoon Eropa Masuki Era Radar dengan kemampuan deteksi yang lebih baik diharapkan dapat memberikan keunggulan taktis dalam skenario pertempuran masa depan.

Spesifikasi Teknis Su-35

Su-35 merupakan pesawat kelas berat yang dikembangkan dari keluarga Su-27. Berdasarkan lembar data ekspor Rosoboronexport, pesawat tersebut memiliki berat lepas landas maksimum 34,5 ton, muatan persenjataan maksimum delapan ton, dan kecepatan maksimum Mach 2,25 pada ketinggian sekitar 11 ribu meter. Dua mesin berpengarah daya dorongnya masing-masing diklaim menghasilkan hingga 14.500 kilogram-gaya dalam moda tenaga khusus. Kemampuan ini memungkinkan Su-35 mempertahankan kendali pada sudut serang sangat tinggi dan melakukan manuver setelah kehilangan sebagian besar daya angkat aerodinamis.

Angka-angka tersebut berasal dari materi pemasaran varian ekspor Su-35. Konfigurasi rinci Su-35S yang digunakan Rusia tidak seluruhnya dipublikasikan. Karena itu, data tersebut dapat menggambarkan karakter umum pesawat, tetapi tidak selalu identik dengan setiap pesawat operasional Rusia.

Eurofighter dalam Kelas Ringan

Eurofighter berada dalam kelas yang lebih ringan dibandingkan Su-35. Pesawat ini menggunakan konfigurasi sayap delta-canard dan dua mesin EJ200. Setiap mesin menghasilkan daya dorong sekitar 90 kilonewton dengan afterburner, sehingga totalnya mencapai sekitar 180 kilonewton. Eurofighter juga mempunyai 13 stasiun senjata dan bahan bakar eksternal. Dengan Typhoon Eropa Masuki Era Radar, pesawat ini diharapkan dapat bersaing secara efektif dengan lawan-lawan kelas berat seperti Su-35S dalam berbagai misi tempur modern.

Join the discussion