Skip to content
News

Menang Gugatan, Organisasi Pendukung Zohran Mamdani Dapat Warisan Rp93,9 M

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Organisasi Democratic Socialists of America (DSA) berhasil memenangkan sengketa hukum yang melibatkan rekening pensiun bernilai 5,2 juta dolar Amerika Serikat

Menang Gugatan, Organisasi Pendukung Zohran Mamdani Dapat Warisan Rp93,9 M

Menang Gugatan Organisasi Pendukung Zohran Mamdani Raih Warisan Rp93,9 Miliar dari Profesor NYU yang Meninggal Dunia

Kabarteras.com – Organisasi Democratic Socialists of America (DSA) berhasil memenangkan sengketa hukum yang melibatkan rekening pensiun bernilai 5,2 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp93,9 miliar. Keputusan pengadilan ini memberikan dorongan finansial signifikan bagi gerakan sosialis di Amerika Serikat, yang kini semakin kuat posisinya di kancah politik nasional. Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi organisasi yang dikenal sebagai pendukung Zohran Mamdani dalam perjuangan politik mereka.

Latar Belakang Kasus Hukum

Sengketa ini bermula dari penetapan penerima manfaat yang dibuat oleh David Greenberg, seorang profesor sosiologi di New York University (NYU), sebelum beliau meninggal dunia pada tahun 2024. Dalam dokumen tersebut, Greenberg menunjuk kedua orang tuanya sebagai penerima utama. Namun, jika keduanya telah tiada, dana tersebut dialihkan kepada New American Movement atau entitas mana pun yang menjadi penerus organisasi tersebut.

Kedua orang tua Greenberg meninggal lebih dulu. Setelah profesor tersebut wafat, DSA mengajukan klaim dengan menyatakan bahwa organisasi mereka merupakan penerus sah dari New American Movement. Penggabungan antara New American Movement dan Democratic Socialist Organizing Committee pada tahun 1982 memang melahirkan DSA. Proses penggabungan ini menjadi dasar hukum utama dalam gugatan yang diajukan.

Keputusan Hakim yang Mengubah Lanskap

Hakim Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, Paul A Engelmayer, menerima argumentasi yang diajukan DSA. Dalam putusan perkara Hecht versus New York University yang dijatuhkan pada 27 Juli 2026, hakim menyatakan bahwa bukti-bukti yang disajikan menunjukkan DSA telah mengambil alih posisi, aset, serta kewajiban dari organisasi-organisasi yang membentuknya.

Hakim Engelmayer juga menekankan bahwa istilah “penerus” dalam dokumen Greenberg tidak mensyaratkan bentuk administratif tertentu. Dalam pengertian umum, DSA jelas merupakan organisasi yang datang setelah dan menggantikan New American Movement. Greenberg sendiri tercatat sebagai anggota DSA yang membayar iuran selama periode yang dapat dilacak melalui arsip elektronik organisasi. Catatan keanggotaan ini menjadi salah satu bukti kunci yang mendukung klaim DSA.

Tanggapan Keluarga dan Universitas

Gugatan ini diajukan oleh Martin Hecht, keponakan Greenberg, pada April 2025. Pihak keluarga mempertanyakan apakah DSA benar-benar memenuhi syarat sebagai penerus sah New American Movement. Selain itu, harta warisan juga menuduh NYU gagal menjalankan kewajiban fidusia. Universitas dinilai seharusnya secara berkala memastikan bahwa penunjukan penerima manfaat yang dibuat puluhan tahun sebelumnya masih sesuai dengan kehendak Greenberg menjelang kematiannya.

Argumen tersebut tidak meyakinkan pengadilan. Hakim menyatakan pihak keluarga tidak menunjukkan bukti bahwa NYU lalai. Universitas juga tidak memiliki kewajiban hukum melakukan pendekatan personal kepada Greenberg untuk menanyakan kembali setiap penunjukan penerima manfaat rekening pensiunnya. Keputusan ini menegaskan bahwa NYU telah memenuhi kewajiban hukumnya dengan baik.

Selain rekening senilai 5,2 juta dolar AS yang dimenangkan DSA, terdapat rekening lain senilai 1,3 juta dolar AS. Dengan kurs yang sama, nilainya mencapai sekitar Rp23,5 miliar. Rekening kedua tersebut masuk ke dalam harta warisan Greenberg tanpa sengketa. Total harta warisan yang terlibat dalam kasus ini mencapai Rp117,4 miliar.

Putusan perkara Hecht versus New York University pada 27 Juli 2026 menegaskan bahwa DSA mengambil alih posisi, aset, serta kewajiban organisasi-organisasi yang membentuknya.

Keputusan ini datang pada saat yang sangat menentukan bagi DSA. Organisasi tersebut bukan hanya sedang mengalami pertumbuhan anggota, tetapi juga menikmati rangkaian kemenangan politik melalui kandidat-kandidat sosialis yang bertarung dari dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kemenangan hukum ini semakin memperkuat posisi DSA sebagai salah satu mesin politik utama di balik kebangkitan Wali Kota New York Zohran Mamdani. Organisasi yang dikenal sebagai pendukung Zohran Mamdani ini kini memiliki fondasi finansial yang lebih kuat untuk melanjutkan misi sosialismenya.

Join the discussion