Kapendam: Kelompok Bersenjata Papua Tembak Mati 5 Pekerja Jalan yang Sedang Istirahat
Jayapura — Kapendam Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden tragis yang menimpa lima pekerja
Kapendam: Lima Pekerja Jalan Tewas Ditembak KKB Papua
Kabarteras.com – Jayapura — Kapendam Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden tragis yang menimpa lima pekerja jalan di Papua. Serangan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini menewaskan para pekerja yang sedang beristirahat di kamp PT SHJ. Kapendam menegaskan bahwa empat dari lima jenazah korban telah berhasil diidentifikasi identitasnya oleh tim forensik.
Proses Evakuasi Jenazah ke Berbagai Lokasi
Menurut keterangan Kapendam yang disampaikan kepada media Antara di Jayapura, proses evakuasi jenazah korban telah dilakukan ke beberapa lokasi berbeda dengan tujuan pemrosesan lebih lanjut. Tiga jenazah dipindahkan ke RSUD Mulia yang berlokasi di Kabupaten Puncak Jaya untuk keperluan identifikasi dan pemakaman. Sementara itu, satu jenazah lainnya dievakuasi menuju Karubaga di Kabupaten Boven Digoel. Jenazah kelima masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) menunggu proses evakuasi selanjutnya.
Waktu dan Lokasi Serangan yang Tepat
Kapendam memberikan penegasan penting mengenai waktu terjadinya serangan. Serangan tersebut berlangsung pada Ahad malam, tanggal 2 Agustus 2026, bukan pada Senin dini hari sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh beberapa sumber media. Lokasi serangan berada di kamp PT SHJ yang terletak di Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Para korban merupakan pekerja jalan yang sedang beristirahat setelah menyelesaikan tugas mereka di area konstruksi.
“Tiga jenazah dievakuasi dan kini berada di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kemudian satu jenazah dievakuasi ke Karubaga, sedangkan satu jenazah dilaporkan masih berada di TKP,” kata Kapendam dengan rinci.
Identitas Lengkap Korban Serangan
Dari lima orang yang kehilangan nyawa dalam serangan brutal tersebut, empat jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim medis. Nama-nama korban yang teridentifikasi adalah Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga. Identifikasi ini dilakukan melalui proses verifikasi dokumen dan pencocokan data biometrik yang tersedia.
Dampak Serangan Terhadap Infrastruktur Papua
Kelompok bersenjata Papua ini menewaskan lima pekerja jalan yang sedang beristirahat di kamp PT SHJ, menandai salah satu serangan paling mematikan terhadap pekerja infrastruktur di wilayah tersebut. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga keamanan para pekerja yang berkontribusi pada pembangunan infrastruktur di Papua. Kapendam menyatakan bahwa tim keamanan sedang melakukan peninjauan ulang terhadap sistem keamanan di berbagai kamp pekerja di wilayah Papua Pegunungan.
Serangan ini juga berdampak pada operasional proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan di kawasan tersebut. Para pekerja lain di kamp yang sama dilaporkan merasa cemas dan meminta peningkatan patroli keamanan. Kapendam berjanji akan memberikan update lebih lanjut mengenai perkembangan investigasi dan langkah-langkah keamanan yang akan diambil.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Serangan
Berapa jumlah korban tewas dalam serangan tersebut? Lima pekerja jalan tewas dalam serangan kelompok bersenjata Papua di kamp PT SHJ.
Kapan serangan terjadi? Serangan berlangsung pada Ahad malam, tanggal 2 Agustus 2026.
Di mana lokasi serangan? Serangan terjadi di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Berapa jenazah yang sudah teridentifikasi? Empat dari lima jenazah korban telah berhasil diidentifikasi identitasnya.
Siapa Kapendam yang memberikan keterangan? Kolonel Infanteri Tri Purwanto, Kapendam Kodam XVII Cenderawasih.
