Anggota DPR Soroti Dugaan Pelibatan Anak untuk Promosi Vape, Minta Aparat Bertindak Tegas
Sosial media bukanlah wilayah tanpa batasan. Setiap individu yang menghasilkan konten harus menyadari batas-batas hukum serta etika yang berlaku. Jangan
Adang Daradjatun Tekankan Perlindungan Anak dari Eksploitasi Promosi Vape
Kabarteras.com – Sosial media bukanlah wilayah tanpa batasan. Setiap individu yang menghasilkan konten harus menyadari batas-batas hukum serta etika yang berlaku. Jangan sampai keinginan mengejar popularitas atau keuntungan finansial mengorbankan hak-hak anak yang telah dilindungi oleh undang-undang. Pernyataan ini disampaikan oleh Adang Daradjatun, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (3/8/2026).
Kasus Vape dan Peran Anak dalam Promosi
Anggota Komisi III DPR tersebut meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan anak-anak dalam promosi rokok elektronik. Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya. Adang menegaskan bahwa anak tidak boleh dijadikan objek promosi produk yang mengandung zat adiktif. Negara memiliki kewajiban untuk melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi yang dapat membahayakan tumbuh kembang mereka.
Apabila terdapat unsur pidana, tentu harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Anak-anak tidak boleh dijadikan objek promosi produk yang mengandung zat adiktif.
Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia itu menilai perkembangan teknologi dan media sosial telah membuka ruang promosi yang semakin luas. Karena itu, para kreator konten maupun pelaku usaha digital harus memahami bahwa kebebasan berekspresi tidak dapat mengesampingkan tanggung jawab hukum dan moral, terutama ketika melibatkan anak di bawah umur.
Peran Bersama dalam Perlindungan Anak
Menurutnya, anak merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari berbagai bentuk paparan yang berpotensi membahayakan kesehatan maupun masa depan mereka. Oleh sebab itu, setiap bentuk promosi produk yang ditujukan kepada anak atau melibatkan anak harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
Legislator dari Fraksi PKS itu juga mengajak platform digital, orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital anak. Selain itu, ia mendorong peningkatan literasi digital agar anak tidak menjadi sasaran eksploitasi maupun promosi produk yang tidak layak bagi usia mereka.
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Keselamatan, kesehatan, dan masa depan anak harus menjadi prioritas di atas segalanya.
Adang menegaskan akan terus mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Ia juga mendorong penguatan sistem perlindungan anak di ruang digital agar kasus serupa tidak kembali terulang. Ia menilai perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas karena mereka merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk eksploitasi, termasuk untuk kepentingan komersial.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggota DPR Soroti Dugaan Pelibatan Anak?
Anggota DPR Soroti Dugaan Pelibatan Anak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggota DPR Soroti Dugaan Pelibatan Anak matter?
Anggota DPR Soroti Dugaan Pelibatan Anak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
